Turis Rusak Meja Sultan HB VIII Keraton Yogyakarta

Reporter : Maulana Kautsar
Senin, 16 Desember 2019 17:52
Turis Rusak Meja Sultan HB VIII Keraton Yogyakarta
Pelaku pengerusakan sudah meminta maaf.

Dream - Meja marmer peninggalan Sultan Hamengku Buwono VIII yang tersimpan di Museum Keraton Yogyakarta mengalami kerusakan. Kabar itu diunggah putri Sultan Hamengku Buwono X, GKR Hayu di Twitter.

" Katanya tulisan dilarang pegang, dilarang foto itu mengurangi keindahan museum/pameran. Tapi untuk menghadapi jenis orang butuh konten, tapi ndak bisa baca gini gimana?" kicau GKR Hayu di Twitter, Senin, 16 Desember 2019.

Putri keempat Sultan HB X ini juga turut mengunggah sebuah video. Di video itu terlihat area pajangan meja milik Sultan HB VIII rusak.

Marmer meja tersebut jatuh ke lantai. Sementara itu, kaki meja berwarna emas terlihat patah.

 

1 dari 4 halaman

Sudah Meminta Maaf

" Ada yang mau duduk di pelenggahan dari HB VIII dan selfie, sukses nyamplak (menyenggol) meja marmer," kata dia.

GKR Hayu mengatakan, pengunjung yang merusak meja milik Keraton Yogyakarta itu sudah meminta maaf dan mau mengganti kerusakan.

" Orangnya sudah menyatakan akan mengganti kerugian tapi intinya kan bukan itu barang-barang di @kratonjogja tidak semua gampang diganti," ujar dia.

GKR Hayu meminta masyarakat tak mencari-cari pelaku perusakan. " Netizen dan media mohon bisa membantu awarness tata cara mengunjungi museum," ucap dia.

2 dari 4 halaman

Keraton Kasepuhan Cirebon Gelar Pencucian Piring Wali Songo

Dream - Umat Islam kini tengah berada di bulan Rabi'ul Awal 1441 Hijriah. Bagi umat Islam, Rabi'ul Awal memiliki kedudukan istimewa karena di bulan ini Rasulullah Muhammad SAW lahir.

Jelang hari lahirnya Rasulullah yaitu pada 12 Rabi'ul Awal, Keraton Cirebon, khususnya Kasepuhan, selalu menggelar prosesi adat. Beberapa di antaranya yaitu pencucian sejumlah pusaka.

Seperti yang digelar Keraton Kasepuhan Cirebon hari ini, Senin, 4 November 2019 bertepatan dengan 7 Rabi'ul Awal 1441. Para pembesar keraton bersama para abdi menjalani prosesi Siraman Panjang.

Seperti diunggah akun Instagram @aboutcirebonid, prosesi ini dilaksanakan dengan mencuci sembilan piring keramik peninggalan Wali Songo. Prosesi dipimpin langsung oleh Sultan Sepuh XIV Pangeran Radja Adipati Arief Natadiningrat.

Piring-piring berukuran besar itu diklaim telah berusia sekitar 700 tahun. Diyakini, dulunya sembilan piring tersebut pernah digunakan Wali Songo ketika bermusyawarah.

3 dari 4 halaman

Jalannya Prosesi

Dalam video yang diunggah di akun tersebut, prosesi dijalankan dengan para abdi dalem berbaris di hadapan Sultan Sepuh. Masing-masing abdi membawa satu buah piring yang dibalut dengan kain putih.

Selanjutnya, pusaka-pusaka tersebut dibawa ke Bangsal Pungkuran, Keputren Keraton Kasepuhan. Di sana sudah tersedia kolam besar untuk mencuci piring-piring tersebut.

Sebelum prosesi Siraman Panjang dilaksanakan, terlebih dulu dibuka dengan zikir bersama. Setelah itu, setiap pusaka dicuci satu per satu dengan cara dimasukkan ke dalam kolam.

Beri Komentar
Babak Baru Daus Mini Vs Daus Mini ‘KW'