Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Penanganan Pasien Infeksi Virus Corona Di RSPI Sulianti Saroso
Dream - Pemerintah mengumumkan kematian pertama akibat virus corona di Indonesia terjadi pada pasien kasus 25. Pasien tersebut meninggal dini hari tadi.
" Tadi malam pukul 02.00 WIB lewat sedikit, pasien identitas nomor 25 meninggal dunia," ujar Juru Bicara Pemerintah untuk Virus Corona, Achmad Yurianto.
Pasien tersebut adalah wanita usia 53 tahun yang merupakan warga negara asing. Menurut Yurianto, pasien masuk rumah sakit sudah dalam keadaan sakit berat.
" Pasien ini masuk di RS sudah dalam keadaan sakit berat. Karena memang ada faktor penyakit mendahului. Di antaranya diabetes, hipertensi, hipertiroid, dan penyakit paru obstruksi menahun yang sudah cukup lama diderita," kata dia.
Selanjutnya, Yurianto mengatakan penyebab pasien meninggal bukan murni karena infeksi virus corona. Tetapi, kondisi pasien menjadi semakin parah akibat terkena virus tersebut.
" Bukan Coronavirus penyebab utamanya tapi itu yang memperburuknya," ucap dia.
(Sumber: Liputan6.com/Lizsa Egeham)
Dream - Seorang pasien positif virus corona di Indonesia dilaporkan telah meninggal dunia. Juru bicara Pemerintah untuk Virus Corona, Achmad Yurianto, mengatakan pasien tersebut terdaftar sebagai pasien kasus 25.
Selain positif virus Covid-19, Achmad mengatakan pasien tersebut juga mengidap sejumlah penyakit berat.
" Pasien meninggal dunia," ujar Yurianto, Rabu 11 Maret 2020.
Yurianto menjelaskan penyebab meninggalnya pasien kasus 25 karena beberapa penyakit yang sudah diderita sebelumnya.
Dalam kondisi sakit tersebut, pasien itu terjangkit virus corona.
" Ada faktor penyakit yang mendahuluinya, di antaranya diabetes, hipertensi, hipertiroid dan penyakit paru," kata dia.
(Sah, Sumber: Liputan6.com/Aditya Eka Prawira)
Dream - Juru bicara pemerintah untuk penanganan Covid-19, Achmad Yurianto, mengatakan, pasien kasus-01 merasa tertekan karena identitasnya tersebar. Pasien tersebut khawatir mendapat perlakukan berbeda dari tetangganya.
" Saya sampaikan bahwa memang agak tertekan dia karena publikasi yang masih menghantui. `Kalau nanti pulang jangan-jangan saya diterima oleh tetangga, lingkungna, sebagai apa`," kata Achmad, dilaporkan Merdeka.com, Selasa, 10 Maret 2020.
Achmad mengatakan, saat ini tim medis sedang berkomunikasi dan melakukan intervensi psikologis untuk kejiwaan pasien 01. Dia menambahkan, meski masih positif Covid-19, kondisi pasien kasus 01 dalam keadaan baik.
" Kondisi klinis sudah bagus. Yang kami tunggu kasus 1 yang sampai sekarang masih positif padahal masuk hari ke tujuha," kata dia.
Sementara pada pasien 02, kata Yuri, kondisinya juga mulai membaik dan tidak ada keluhan apapun. " Kasus 02 baik, kalau tidak baik saya akan sampaikan," ujar dia.
Dream - Juru bicara pemerintah untuk penanganan virus corona, Achmad Yurianto menyatakan hasil tes pertama dua pasien positif corona telah dinyatakan negatif. Dua pasien tersebut yaitu pasien kasus 06 dan kasus 14.
" Bahwa kasus 06, ini sudah masuk hari kelima. Pemeriksaan sudah negatif. Artinya, kita masih menunggu pemeriksaan negatif kedua di dua hari yang akan datang," ucap Achmad, Selasa, 10 Maret 2020.
Pasien 06 ini merupakan anak buah kapal Diamond Princess.
" Ini imported case. Kita sudah mulai mengedukasi yang bersangkutan untuk melakukan self isolated. Dia menahan diri untuk tidak kontak dengan siapapun. Sementara waktu. Bukan artinya ndak boleh, boleh. Tetapi ditahan. Artinya dia harus pakai masker dan dia berusaha pada posisi setidaknya dua meteran," kata dia.
Tim kesehatan juga sudah mengajarkannya cara self monitoring. Artinya, dia sudah bisa perhatikan jika ada keluhan panas atau batuk.
" Dia harus melaporkan kepada petugas kesehatan. Kita akan berikan kontak petugas dan akan diawasi. Ini untuk yang kasus 06. Tetapi baru sekali negatif. Kita tunggu dua hari lagi, kalau dua hari lagi negatif maka yang bersangkutan tak perlu lagi dirawat. Mudah-mudahan ini bisa selesai," kata dia.
Selain itu, ada pasien kasus 14. Kondisi pasien kasus 14 dalam keadaan baik. Pada hari ketiga perawatan, pasien kasus 14 sudah dinyatakan negatif virus corona.
" Ada yang negatif juga di hari ketiga. Bahkan ini lebih cepat. karena ternyata kontaknya minimal dan kondisinya bagus banget,"
Achmad mengatakan, tim kesehatan mengalami keluhan gejala sakit. Pasien kasus 14 mengalami gejala-gejala seperti flu dan batuk.
Setelah penelusuran interaksi, kasus ini bukan dari induk atau subklaster.
" Sehingga hari ketiga ketiga tambah tiga hari sudah hari keenam atau kelima. Ini sudah menjadi negatif," ujar dia.
Pasien kasus 14 akan menjalani pemeriksaan kembali selama dua hari ke depan. Jika kondisi pasien tetap negatif, dia akan diperbolehkan pulang dan menjalani isolasi mandiri.
" Kami berusaha dalam dua hari ke depan, kalau negatif akan kami pulangkan. Dan sudah kami edukasi persiapan pulang untuk self isolated," kata dia.
Sumber: Liputan6.com/Merdeka.com
Dream - Kasus infeksi virus corona di Arab Saudi mengalami peningkatan. Hingga saat ini, ada 20 kasus infeksi terkonfirmasi di Saudi.
Mengantisipasi penyebaran wabah itu, Menteri Urusan Islam, Abdullatif Al Sheikh mengeluarkan beberapa instruksi untuk seluruh masjid di Saudi. Salah satunya, pembatasan waktu ibadah Jumat dan aturan buka puasa serta itikaf.
Keputusan itu diunggah di akun resmi Kementerian pada Senin, 9 Maret 2020. Waktu ibadah Jumat ditetapkan tidak boleh lebih dari 15 menit, sudah termasuk khotbah dan sholat.
Selain itu, jeda antara azan pertama dengan kedua dibatasi tidak boleh lebih dari 10 menit, dikutip dari Saudi Gazette.
Tak hanya itu, aktivitas berbuka puasa dan iktikaf ditiadakan. Baik ketika maupun di luar Ramadan.
Abdullatif juga menginstruksikan seluruh masjid menyediakan hand sanitizer dan membersihkan karpet secara rutin, untuk melindungi para jemaah. Sedangkan kajian rutin Alquran dan Dakwah ditiadakan hingga ada pemberitahuan lebih lanjut.
Pengelola Masjidil Haram dan Masjid Nabawi juga mengunggah pengumuman sebagaimana instruksi Abdullatif. Pengumuman tersebut dipajang di akun Facebook dan Twitter milik Haramain.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya