Ada Bukti DPR Tak Pernah Bahas Pasal 18 Ayat 3 PKPU
Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan Grand Final Futsal Pelajar, Laga Para Juara dengan Panggung Musik di Istora Senayan
Anak Ditinggal Sendirian saat Masih Kecil, Di Mana Batas Kebebasan dalam Pola Asuh?
Benarkah Sarden Kalengan Bukan Makanan Olahan? Ini Penjelasannya
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%
Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas
Dream - Momen pergantian tahun akan berlangsung dalam beberapa jam ke depan. Datangnya tahun baru 2022 menandai munculnya harapan baru.
Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas, mengungkapkan tahun baru mengandung makna evaluasi dan mawas diri. Sepanjang 2021, semua telah merasakan betapa nilai agama menjadi bekal berharga untuk saling menguatkan dalam menghadapi pandemi Covid-19.
Selain itu, tahun baru juga bermakna optimisme menyambut kondisi yang lebih baik. Berangkat dari hal ini, Gus Yaqut menekankan agar masyarakat meningkatkan kesadaran pentingnya memosisikan nilai-nilai agama sebagai motivasi untuk memperbanyak kebaikan.
" Baik evaluasi, mawas diri, maupun sikap optimis dalam menyambut tahun baru, ketiganya penting dilakukan agar kita bisa menjadi orang yang beruntung, yang terus berusaha agar hari ini lebih baik daripada hari kemarin," ujar Gus Yaqut.
Pemerintah, terang Gus Yaqut, mencanangkan 2022 sebagai Tahun Toleransi. Ini akan menjadi mailstone atas upaya menjadikan Indonesia sebagai barometer kerukunan umat beragama di dunia.
" Saya meyakini Indonesia mampu, sebab karakter dasar masyarakatnya adalah sangat toleran dan sangat menghargai perbedaan," kata Gus Yaqut.
Berangkat dari pencanangan Tahun Toleransi di 2022, Gus Yaqut mengajak semua pihak menjadikan kehidupan beragama di Indonesia berjalan penuh kerukunan dan harmonis dalam keberagaman. Sehingga Indonesia bisa menjadi mercusuar toleransi bagi dunia.
Tujuan ini, terang Gus Yaqut, akan diukur bersama melalui indeks keberagamaan atau religiosity index. Dalam jangka menengah, indeks tersebut akan mengukur perilaku keberagamaan di Indonesia setiap tahun secara berkala hingga 2024.
" Selamat Tahun Baru 2022, terus rajut persaudaraan dan mari bangkit bersama untuk masa depan Indonesia yang maju, toleran dan rukun dalam keragaman," pesan Gus Yaqut.
Advertisement
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%



Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya