BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Ada Bukti DPR Tak Pernah Bahas Pasal 18 Ayat 3 PKPU
Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas
Dream - Umat Islam akan merayakan Idul Fitri 1 Syawal 1442 H esok hari. Ini menjadi momen Idul Fitri kedua yang berlangsung di tengah pandemi Covid-19.
Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas, berharap seluruh umat dapat mengambil pelajaran (ibrah) dari peristiwa ini. Melalui pandemi, umat kembali diingatkan dengan ajaran agama bahwa menyelamatkan nyawa sesama adalah prioritas utama.
" Pandemi Covid-19 telah mempertajam pemahaman kita bahwa salah satu inti ajaran agama adalah menjaga nilai-nilai kemanusiaan. Ramadan dan Idul Fitri saat pandemi semakin perkuat nilai kemanusiaan," ujar Gus Yaqut.
Gus Yaqut juga berharap puasa dan ibadah Ramadan dalam suasana pandemi ini dapat meningkatkan kualitas ketakwaan kepada Allah. " Sehingga menjadi spirit baru bagi kita untuk terus menebarkan kebajikan dan rahmat bagi semesta," ucap dia.
Tempaan Ramadan di tengah pandemi memberi makna lebih sekaligus bekal bagi umat Islam untuk terus meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT. Ketakwaan yang tidak hanya tercermin dari kesalehan personal namun juga kesalehan sosial.
" Ketakwaan yang memiliki keseimbangan antara spiritual vertikal dengan kesalehan sosial," terang Gus Yaqut.
Gus Yaqut mengapresiasi bentuk kesalehan sosial yang telah dilakukan semua pihak saat Ramadan. Salah satunya ketaatan menjaga protokol kesehatan (prokes) serta kondusivitas dalam peribadatan.
" Mulai dari Majelis Ulama Indonesia (MUI), tokoh agama dan masyarakat, alim ulama, ormas islam, pengelola media, insan pers, para dermawan, TNI/Polri, hingga para tenaga medis yang terus berjuang menyelamatkan pasien Covid-19," kata dia.
Lebih lanjut, Gus Yaqut mengajak semua pihak memanfaatkan momentum Idul Fitri ini untuk mengagungkan asma Allah melalui takbir dan tahmid. " Kita bersyukur atas segala nikmat yang Allah anugerahkan kepada kita semua," ajak Gus Yaqut.
Dia juga mengingatkan seluruh umat untuk senantiasa menerapkan protokol kesehatan dalam berlebaran. Mengingat hingga saat ini pandemi masih berlangsung.
" Mari beribadah dan berlebaran dengan tetap menerapkan protokol kesehatan dan disiplin 5M, yakni memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan, menghindari kerumunan, dan mengurangi mobilitas," pesan Gus Yaqut.
Demi menjaga protokol kesehatan, Gus Yaqut berencana melaksanakan takbiran dan Sholat Idul Fitri di rumah saja.
" Saya juga akan takbiran di rumah bersama keluarga inti, anak-anak dan istri. Kamis pagi, saya akan menjadi imam dan khatib Salat Id di rumah. Saya akan menyampaikan pesan khatib tentang hikmah puasa dan spirit Idul Fitri di tengah pandemi," ungkap Gus Yaqut.
Advertisement
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
