Cerita Keluarga Saat-saat Sebelum Trio Meninggal Usai Divaksin AstraZeneca

Reporter : Cynthia Amanda Male
Rabu, 12 Mei 2021 16:47
Cerita Keluarga Saat-saat Sebelum Trio Meninggal Usai Divaksin AstraZeneca
Keluarga kehilangan tulang punggungnya.

Dream - Trio Fauqi Virdaus, pemuda 22 tahun asal Buaran, Jakarta Timur meninggal setelah disuntik vaksin Covid-19 yang diproduksi AstraZeneca. Saat disuntik, Trio dalam kondisi sehat.

Hal tersebut sangat mengejutkan bagi keluarganya. Apalagi, Trio menjadi tulang punggung keluarga sejak beberapa tahun terakhir.

" Saya ingat almarhum, dada saya selalu sakit. Karena selama beberapa tahun ini almarhum yang tanggung jawab di keluarga ini. Biaya sekolah adiknya dia yang tanggung," kata ibu Trio, Zakiah di Buaran, Jakarta Timur, Selasa 11 Mei 2021 dilansir dari Liputan6.com

Ibunya pun mengungkapkan Trio merupakan sosok yang baik dan sholeh di mata keluarga maupun teman-temannya.

1 dari 6 halaman

Roy, tetangganya yang memiliki toko kelontong juga mengungkapkan Trio merupakan sosok yang baik, supel dan suka bercanda.

Saat diberikan uang Rp100 ribu oleh Roy, Trio langsung menggunakannya untuk membeli sesuatu di tokonya.

Ia juga mengungkapkan Trio sempat ingin membukakan toko pakan burung dan warung kopi untuk dikelola temannya.

2 dari 6 halaman

Masih diinvestigasi lebih lanjut

Hingga kini, kasus kematian Trio terus dikaji oleh Komisi Nasional Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (Komnas KIPI).

" Internal Komnas kemarin sore menyimpulkan bahwa belum cukup bukti untuk mengaitkan KIPI ini dengan imunisasi," ujar Ketua Komnas KIPI, Hindra Irawan Satari, Senin 10 Mei 2021.

Selanjutnya, Komnas KIPI melibatkan berbagai pihak termasuk Komda KIPI DKI Jakarta untuk melakukan investigasi lebih lanjut.

3 dari 6 halaman

Begini Kondisi Warga Jakut Sebelum Meninggal Usai Terima Vaksin AstraZeneca

Dream - Perwakilan pihak keluarga menyebut kondisi mendiang Trio Fauqi Virdaus sehat sebelum menerima vaksin Covid-19 dari AstraZeneca.

" Sehat walafiat, bugar masih kerja seperti biasa," kata sang kakak, Sabbihis Fathun Vickih, di Jakarta, Senin 10 Mei 2021.

Vickih mengatakan bahwa adiknya tidak memiliki riwayat penyakit tertentu. Namun Vickih menyebut Trio mengeluhkan sakit sepulangnya mengikuti vaksinasi yang diadakan di Gelora Bung Karno.

" Kita enggak pernah tahu ada penyakit apapun, enggak pernah tahu. Biasanya sakit pilek, flu, kalau sakit kanker enggak ada," ujar Vickih.

Vickih mengatakan, sakit yang diderita adiknya kala itu bukan pusing biasa melainkan sakit kepala luar biasa akhirnya pihak keluarga membawanya ke rumah sakit untuk mendapat perawatan lebih lanjut.

" Mereka nanya ini karena apa? Pas tahu habis vaksin lalu dianjurkan untuk berobat ke rumah sakit besar. Tapi selang lima menit ada dokter yang periksa yang menyatakan adik saya sudah meninggal pukul 12.30 WIB," imbuhnya.

4 dari 6 halaman

Sementara itu, Komisi Nasional Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (Komnas KIPI) menyatakan masih mendalami penyebab meninggalnya Trio. Komnas KIPI sedang melakukan pengkajian atas kasus meninggalnya Trio. Hasil kajian sementara, belum cukup bukti bahwa Trio meninggal karena vaksin AstraZeneca.

" Internal Komnas kemarin sore menyimpulkan bahwa belum cukup bukti untuk mengaitkan KIPI ini dengan imunisasi," kata Ketua Komnas KIPI, Hindra Irawan Satari, Senin 10 Mei 2021.

Lantaran belum cukup bukti, Komnas KIPI melakukan investigasi lebih lanjut terhadap kasus meninggalnya pemuda asal Buaran, Jakarta itu. Investigasi ini melibatkan berbagai pihak, termasuk Komda KIPI DKI Jakarta.

" Masih perlu dilakukan investigasi lebih lanjut," ujarnya.

5 dari 6 halaman

Hindra menjelaskan, berdasarkan laporan yang masuk, Trio Fauqi Virdaus meninggal dunia pada Kamis, 6 Mei 2021. Pria berusia 22 tahun itu meninggal setelah disuntik vaksin AstraZeneca pada Rabu, 5 Mei 2021. 

Usai mendapatkan vaksin AstraZeneca, Trio Fauqi Virdaus merasa demam. Kondisinya kemudian melemah dan masih mengalami demam hingga Kamis.

" Almarhum dibawa ke rumah sakit dan dinyatakan meninggal sekitar pukul 12.30 WIB," ujar dia.

Sumber: merdeka.com

6 dari 6 halaman

Beri Komentar