5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
Presiden Joko Widodo
Dream - Presiden Joko Widodo dijadwalkan melaksanakan Sholat Idul Fitri di Istana Bogor pada Kamis besok, 13 Mei 2021. Jokowi akan sholat Id bersama keluarga.
" Presiden rencananya sholat Id di Istana Bogor, dengan Ibu Negara dan keluarga, pukul 07.00 WIB," ujar Kepala Sekretariat Presiden, Her Budi Hartono, dikutip dari Liputan6.com.
Menurut Heru, yang bertindak sebagai khatib berasal dari internal Istana. Tetapi dia tidak menyebut nama.
" Khatib biasanya internal," kata Heru.
Wakil Presiden KH Ma'ruf Amin akan melaksanakan sholat Id di Pendopo Kediaman Wapres. Sholat akan diikuti jemaah dengan jumlah terbatas.
" Sholat direncanakan dimulai pada pukul 07.00 pagi dan diikuti oleh jemaah terbatas. Akan bertindak sebagai khatib tahun ini yaitu Ustaz Abdul Muiz Ali," kata Juru Bicara Wapres, Masduki Baidlowi.
Ma'ruf juga tidak akan menggelar open house. Ini sebagai upaya memutus rantai penularan Covid-19.
Dream - Sempat akan gelar Sholat Idul Fitri 1442 H, Badan Pengurus Masjid Istiqlal akhirnya membatalkan rencana tersebut. Salah satu pertimbangannya, saat ini pandemi Covid-19 belum berakhir.
" Kami memutuskan Istiqlal ditutup untuk tidak menyelenggarakan Idul Fitri, pertimbangannya satu, tentu saja perkembangan Covid-19 yang belum menunjukkan tanda lebih baik," ujar Imam Besar Masjid Istiqlal, Nasaruddin Umar.
Keputusan ini, kata Nasaruddin, diambil setelah mendapat masukan dari berbagai pihak. Seperti dari Kementerian Agama, Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, serta Gubernur DKI Jakarta.
Nasaruddin mengatakan meski diterapkan pembatasan jemaah maksimal 10 persen, hal itu sulit dilakukan di Masjid Istiqlal. Karena kapasitas Masjid Istiqlal bisa mencapai 250 ribu jemaah dalam satu waktu.
" 10 persen dari 250 ribu itu, itu sama dengan berapa? Itu juga pasti akan berjumpa di satu titik temu, misalnya pintu masuk, penitipan sandal," ucap Nasaruddin.
Ditambah, kata Nasaruddin, pihaknya telah menggelar simulasi saat Masjid Istiqlal menjalankan Sholat Id. Dari hasil simulasi, Nasaruddin menetapkan Masjid Istiqlal belum bisa menyelenggarakan Sholat Id.
" Kami mohon maaf kepada segenap jemaah dan saudara, simpatisan, pecinta Masjid Istiqlal, mudah-mudahan insya Allah Idul Adha nanti keadaan sudah lebih baik, maka kita akan buka untuk umum," ucap Nasaruddin.
Sumber: Merdeka.com.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?