Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Pesan WA Kemarahan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi Bocor (Foto: /www.kemlu.go.id)
Dream - Percakapan pribadi Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi yang berang dengan keputusan pemerintah Australia bocor ke publik. Pesan WhatsApp itu dikirimkan Retno ke Menlu Australia, Marise Payne.
Dalam pesan kerasnya, Retno menyesalkan langkah Australia yang mengumumkan pemindahan Kedutaan Besar (Kedubes) Australia di Israel dari Tel Aviv ke Yerusalem.
" Ini menampar wajah Indonesia dalam isu Palestina," ucap Retno dalam pesannya seperti dikutip dari smh.com.au dari laman Seven News.
Di hari yang bersamaan, Menlu Retno sedang mengadakan pertemuan dengan Menlu Palestina Riyad Al-Maliki di Jakarta.

" Apakah ini harus dilakukan pada Selasa," tanya Retno dalam pesan tersebut.
Masih dengan nada keras, Retno mengatakan keputusan yang dibuat Australia akan berdampak besar pada hubungan bilateral di antara kedua negara.
Menlu Australia sendiri tak membantah tentang pesan WhatsApp dari Retno tersebut.
Sementara juru bicara Kemlu, Arrmanatha Nasir mengatakan hubungan komunikasi Menlu Retno dan Menli Australia memang sering dilakukan.
Namun terkait pesan WhatsApp yang bocor ke Channel 7 News Media, Arrmanatha mengatakan belum bisa mengkonfirmasi maupu membantah isi pesan tersebut.
Menurut Arrmanatha, keputusan Australia yang memindah Kedubesnya ke Yerusalem tentu saja akan membuat kebijakan Indonesia akan disesuaikan.
" Kami akan menyesuaikan kebijakan atau aksi tergantung dari situasi," katanya.
Dia menambahkan, hubungan baik Indonesia dan Australia seharusnya dibangun dari rasa saling percaya. Seraya mengatakan isu soal berdirinya negara Palestina merupakan masalah penting bagi Indonesia.
" Indonesia memantau terus pernyataan dari perdana menteri Australia (tentang Yerusalem). Indonesia sangat prihatin dengan pernyataan Australia dan mempertanyakan maksud dari pengumuman tersebut."
Armanatha menduga Menlu Retno dan Payne kemungkinan telah melakukan komunikasi lagi setelah isi pesan tersebut bocor ke media.
Terkait negosiasi perjanjian kerjasama Indonesia-Australia Comprehensif Economics Partnership Agreement, Arrmanatha menyebut masih sesuai dengan rencana semula.
" Dalam kaitannya dengan IA-CEPA, presiden telah mengatakan negosiasi telah komplit jadi diharapkan penandatanganan bisa dilakukan akhir tahun ini" ujarnya.
(ism, Sumber: smh.com.au)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya