Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Pesantren
Dream - Maraknya radikalisme yang dilakukan oleh beberapa kelompok yang mengatasnamakan Islam menjadi kekhawatiran bersama. Tidak hanya non-muslim yang khawatir, kaum muslim sendiri juga terkena imbasnya.
" Radikalisme agama tumbuh karena dangkalnya pemahaman agama. Terutama soal pemahaman teks-teks agama secara parsial dan kurangnya membangun nilai spiritualitas beragama," jelas Kepala Penelitian dan Pengembangan Diklat Kementerian Agama, Abdurrahman Masud, saat menjadi pembicara di Pondok Pesantran Al-Hikam, seperti dikutip Dream dari situs kemenag.go.id, Minggu 14 Juni 2015.
Dalam acara bertema " Peran Ulama dalam Menjaga Persatuan, Kesatuan dan Keutuhan NKRI" , Rahman Masud juga mengatakan jika kultur pondok pesantren tidak mengenal radikalisme. Akar radikalisme yang merebak itu menurut kesalahpahaman mengartikan jihad.
" Di pesantren jihad tidak hanya dimaknai sebagai qital atau perang. Jihad punya makna beragam," kata dia.
Menurut dia, jihad fi sabilillah dalam konteks kekinian akan memberikan maslahat jika dapat diwujudkan dalam bentuk memerangi kebodohan, kemiskinan, dan keterbelakangan. Jihad dalam bentuk kekerasan fisik merupakan tindakan yang tidak produktif.
Tetapi, Masud yakin jika komunitas ulama dan pesantren akan mampu menjadi garda depan mengembangkan dan merevitalisasi kearifan lokal. Sehingga nantinya dapat membangun dakwah yang harmoni tanpa terkooptasi kepentingan golongan dan asing.
“ Ulama memiliki peran efektif menangkal paham radikalisme serta meningkatkan pembinaan umat,” ujar Masud.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya