6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Kapolda Bali Irjen Pol Ronny F Sompie. (Antara Foto/Fikri Yusuf)
Dream - Polisi menetapkan Margareth, ibu angkat Angeline (8 tahun) sebagai tersangka penelantaran anak. Angeline tewas diduga karena dianiaya dan diperkosa mantan pembantu Margareth, Ag.
Lalu apa dasar polisi menaikkan status Margareth? " Angeline terlihat kurus. Soal asupan gizi, tidak memberi makan, itu kan juga masuk dalam penelantaran anak," kata Kepala Bidang Humas Polda Bali, Kombes Pol Hery Wiyanto saat dihubungi, Minggu 14 Juni 2015.
Penetapan status tersangka ini berdasarkan keterangan saksi-saksi yang telah diperiksa. Dari hasil pemeriksaan, Margareth terbukti melakukan tindakan penelantaran terhadap Angeline.
Margareth dinilai tidak mengurus dan memberi perhatian yang baik terhadap Angeline. " Itu juga penelantaran anak," ujar dia.
Polisi juga mengumpulkan bukti kuat dugaan kekerasan yang dialam Angeline. Untuk yang satu ini, polisi masih menunggu hasil visum. " Harus dibuktikan lagi berdasarkan visum," papar dia.
Dari hasil autopsi didapat, bocah yang meninggal karena benturan benda tumpul di kepala itu memiliki 20 lebih luka memar di sekujur tubuh. (Ism)
© Dream
Angeline Diperkosa dalam Kondisi Meninggal
Dream - Agus (25), bekas satpam di rumah Angeline usai memperkosa dan membunuh Angeline, dalam keadaan tak bernyawa, ternyata masih sempat memperkosa lagi bocah malang tersebut.
" Jadi sudah tewas, sudah jadi mayat, Agus masih memperkosa lagi. Total dua kali dia memperkosa Angeline," kata Kapolresta Denpasar, Komisaris Besar Polisi, Anak Agung Made Sudana, Rabu malam 10 Juni 2015.
Agus tega mengabisi nyawa bocah berusia 8 tahun itu lantaran ia takut perbuatan bejatnya diketahui ibu angkat Angeline, Margareth.
" Korban diperkosa saat keadaan rumah sedang sepi di malam hari. Margareth dan seluruh keluarga tengah tertidur lelap," ujarnya.
Menurut hasil forensik RSUP Sanglah, pelaku membunuh korban menggunakan benda tumpul. " Benda tumpul itu dipukul ke kepala korban."
© Dream
Reka Ulang Pembunuhan Angeline Digelar
Dream - Polresta Denpasar menggelar reka ulang pembunuhan bocah 8 tahun, Angeline. Reka ulang digelar di lokasi penemuan jenazah Angeline.
" Sekarang tim penyidikan melakukan pra rekonstruksi untuk mengetahui bagaimana aksi itu dilakukan, sekaligus mencocokkan dengan keterangannya," ujar Kapolresta Denpasar, Komisaris Besar Anak Agung Made Sudana, Kamis, 11 Juni 2015.
Dibawah pengawalan ketat Polisi, Agus digiring ke lokasi kejadian. Polisi tiba di lokasi perkara sekitar pukul 11.00 WITA, atau sekitar 10.00 WIB.
Sejumlah warga sudah berkumpul untuk menyaksikan berjalannya reka ulang. Melihat kemunculan Agus, tersangka yang baru turun dari mobil langsungd diteriaki warga.
Sebagian warga bahkan terlihat geram dengan ulah tersangka. Diantara kerumunan masa, ancaman akan membunuh tersangka juga sempat terdengar.
© Dream
FOTO: Rekonstruksi Pembunuhan Angeline
Dream - Polisi akhirnya menetapkan Agustinus Hamdamai sebagai tersangka pembunuh tunggal Angeline (8). Agus merupakan mantan pekerja di rumah ibu angkat Angeline, Margareith.
Angeline diduga diperkosa sebelum dibunuh. Bahkan dari pengakuan pelaku, korban juga diperkosa saat sudah dalam kondisi meninggal di kediaman Margareith, Denpasar Timur, Bali.
Kamis 11 Juni kemarin, polisi menggelar rekonstruksi untuk mencocokkan keterangan korban dan para saksi. Saat ditemukan, jasad bocah yang hilang selama tiga minggu itu sedang memeluk boneka.
Dari hasil autopsi diketahui, Angeline menderita luka memar di sekujur tubuh. Ada 20 lebih luka memar dari ujung kepala hingga kaki, termasuk bekas sundutan rokok. Tetapi, penyebab kematian bukan karena memar itu melainkan benturan benda tumpul di kepala.
Seperti apa rekonstruki yang digelar? Berikut foto-fotonya. FOTO Rekonstruksi Pembunuhan Angeline. (Ism, Antara Foto: Fikri Yusuf dan Wira Suryantala)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
