Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Perdana Menteri Perancis Manuel Valls (independent.co.uk)
Dream - Perdana Menteri Perancis Manuel Valls mendukung pelarangan hijab di universitas. Tetapi, dia agak ragu larangan tersebut dapat diterapkan, mengingat konstitusi Perancis begitu sulit melegalkan penerapan larangan.
" Kita harus melakukannya, tetapi ada aturan dalam konstitusi yang membuat larangan semacam ini sulit," kata Valls.
Valls mengatakan pemerintah dan otoritas universitas dinilai punya wewenang yang tidak fleksibel untuk menerapkan aturan menguatkan karakter sekularisme pada pendidikan tinggi.
Pernyataan Valls ditafsirkan oleh sejumlah kalangan sebagai langkah menuju pelarangan hijab di universitas-universitas Perancis. Sumber pemerintah menyebut pernyataan itu mengandung kesalahan.
Meski begitu, pernyataan tersebut diamini oleh menteri-menteri lain di rezim pemerintahan kiri-tengah. Pernyataan ini juga didukung oleh tokoh-tokoh politik sayap kanan Perancis.
Menteri Pendidikan Najat Vallaud-Belkacem, seorang Muslim dan teman dekat Valls mengatakan dia menentang segala bentuk larangan pengenaan hijab dan pelbagai simbol agama di universitas negeri. " Kita sedang berhadapan dengan manusia dewasa," kata dia.
Pernyataan Valls dinilai keliru lantaran konstitusi Perancis membolehkan adanya larangan. Kebijakan ini berbenturan dengan kode etik pendidikan di Perancis yang memberikan jaminan kepada mahasiswa untuk mendapatkan informasi dengan penuh kebebasan dan mengekspresikan diri dalam isu-isu politik, ekonomi, sosial, dan budaya.
Mengenakan hijab dan pelbagai simbol agama lainnya seperti rosario atau kippa Yahudi telah dilarang di sekolah sejak 12 tahun lalu. Larangan tersebut didasarkan pada Hukum 1905 yang menegaskan institusi Perancis berkarakter sekuler.
Sumber: independent.co.uk
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya