Color Analysis, Cara Memilih Warna Pakaian agar Penampilan Lebih Menonjol
8 Kebiasaan yang Diam-Diam Bisa Merusak Kesehatan Jantung Menurut Ahli
5 Negara Paling Beragam Secara Etnis di Dunia, Nomor 1 Punya Lebih dari 800 Bahasa
8 Kombinasi Makanan yang Bisa Membantu Tubuh Menyerap Lebih Banyak Nutrisi
5 Kebiasaan Setelah Makan Malam yang Bisa Membantu Menjaga Gula Darah Semalaman
Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO
BNI Masuk Top 4 BUMN dengan Layanan Terbaik
Sering Merasa Tidak Cocok Bergaul? Bisa Jadi Ini Penyebab yang Jarang Disadari
Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nasir (merdeka.com)
Dream - Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nasir membantah tudingan yang menyebut organisasi masyarakat yang dia pimpin mendukung terorisme. Langkah Muhammadiyah mengadvokasi keluarga terduga teroris Siyono tidak dapat disebut dukungan.
" Pembelaan komponen masyarakat tidak identik mendukung, empati dan simpati kepada teroris. Usaha itu dilakukan agar asas praduga tak bersalah aspek hukum diperhatikan," ujar Haedar usai penandatanganan naskah kesepakatan bersama bela negara dengan Kementerian Pertahanan (Kemenhan) di Jakarta, Rabu, 13 Maret 2016.
Haedar menyebut, advokasi itu bentuk kontrol terhadap penegakan hukum yang dijalankan tidak sesuai kaidah. Terorisme, tegasnya, adalah musuh bersama.
" Jadi, semua pihak harus membangun saling pengertian dan pemahaman mengenai ancaman teroris itu. Bentuk apapun, separatis dan teroris, semuanya musuh negara, musuh Muhammadiyah," ucap dia.
Sudah saatnya, tambah Haedar, penegakan hukum harus dijalankan secara transparans. Haedar berharap ada pengakuan jujur dan terbuka dari polisi terkait adanya kesalahan prosedur yang sampai menewaskan Siyono.
" Jika bangsa ini dibangun pada kejujuran, maka ini akan menjadi bangsa yang besar. Kalau ada kesalahan mengakui, baik dalam penegakan hukum maupun kegiatan di tingkat kemasyarakatan," kata Haedar.
Terduga teroris asal Klaten, Siyono tewas saat ditangkap oleh Detasemen Khusus Anti-Teror (Densus) 88. Keluarga menilai kematian Siyono tidak wajar.
Istri Siyono, Suratmi, kemudian mengadukan insiden yang menewaskan suaminya kepada Muhammadiyah. Menanggapi aduan ini, Ketua bidang Hukum PP Muhammadiyah Busyro Muqoddas menyatakan Muhammadiyah akan mengawal kasus tersebut. (Ism0
Advertisement
Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI

Tandyo Budi Revita: Petarung dari Pajang di Pucuk TNI AD

Limbah Makanan di Indonesia Sangat Tinggi, Pastikan Lakukan 5 Hal Ini di Rumah

IHSG Dibuka Menguat ke Level 5.940 di Tengah Aksi Hati-Hati Investor


5 Kebiasaan Setelah Makan Malam yang Bisa Membantu Menjaga Gula Darah Semalaman

8 Kombinasi Makanan yang Bisa Membantu Tubuh Menyerap Lebih Banyak Nutrisi

5 Negara Paling Beragam Secara Etnis di Dunia, Nomor 1 Punya Lebih dari 800 Bahasa

8 Kebiasaan yang Diam-Diam Bisa Merusak Kesehatan Jantung Menurut Ahli

Color Analysis, Cara Memilih Warna Pakaian agar Penampilan Lebih Menonjol

8 Kebiasaan yang Diam-Diam Bisa Merusak Kesehatan Jantung Menurut Ahli

5 Negara Paling Beragam Secara Etnis di Dunia, Nomor 1 Punya Lebih dari 800 Bahasa