Sering Menahan Diri untuk Bicara? Kebiasaan Ini Bisa Diam-Diam Merusak Hubungan
Suka Membaca Buku? Kebiasaan Ini Bisa Turunkan Risiko Alzheimer Hingga 33 Persen Lebih Rendah
9 Cara Aneh yang Pernah Dilakukan Manusia untuk Menghindari Wabah Pes
Dengarkan Musik yang Tenang Saat Makan, Studi Ungkap Pengaruhnya pada Pilihan Makanan
3 Kebiasaan Olahraga yang Sebaiknya Mulai Dilakukan Saat Usia Paruh Baya agar Tetap Bugar
Langkah Tepat Lindungi Kulit dari Paparan Sinar UV
6 Suplemen yang Mulai Perlu Diperhatikan Saat Memasuki Usia 40-an
Jalan Secepat Apa yang Bisa Bantu Panjang Umur? Peneliti Sebut Angka Idealnya
Ketua Dan Wakil Ketua KPK, Agus Rahardjo Dan Laode M Syarif Berbincang Disela Rapat Dengar Pendapat (RDP) Lanjutan Dengan Komisi III Di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (26/9).(Liputan6.com/Johan Tallo)
Dream - Puslabfor Mabes Polri telah memeriksa benda mencurigakan yang diletakkan di depan rumah Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Agus Rahardjo, di Graha Indah, Jati Asih, Bekasi, Jawa Barat. Benda itu dipastikan sebagai bom palsu.
" Yang di Bekasi di rumah pimpinan KPK Pak Agus itu fake bomb, bom palsu. Memang ada sejenis paralon ada juga kabel-kabel ada baterai, tetapi tidak merupakan satu rangkaian firing device, yang selayaknya bom, detonator tidak ada sama sekali," ujar Kadiv Humas Polri, Irjen M Iqbal, di kantornya, Jakarta, Kamis 10 Januari 2019.
Iqbal menjelaskan, paralon tersebut juga diisi oleh semen putih. Dalam analisa Puslabfor Polri, serbuk itu bukan termasuk black powder yang bisa meledak. " Maka dari itu, pagi ini Polri simpulkan bahwa yang ditemukan di lokasi kediaman Ketua KPK adalah bom palsu," ucap dia.
Sementara, lanjut Iqbal, untuk benda yang ditemukan di kediaman Wakil Ketua KPK, Laode M Syarief, Kalibata Selatan, Jakarta Selatan, diduga bom molotov. " Memang ada dua botol di rumah Pak Laode. Satu tidak pecah tidak meledak, yang satu meledak. Sementara diduga itu molotov, tapi kami sedang analisa," kata dia.
Iqbal mengimbau masyarakat agar tidak membuat opini terkait dengan kasus ini. " Saya imbau masyarakat harus juga diberikan edukasi bahwa ini sebuah kriminalitas yang domainnya adalah polisi. Tidak usah mem-framming macam-macam dulu," ujar dia.
Advertisement

Laut Naik 56 Cm pada 2100, 770 Juta Orang Terancam: Bukan Cuma Pantai yang Bisa Hilang

5 Buah yang Bisa Bantu Atasi Lemas dan Tambah Energi, Pisang Salah Satunya

Air Dingin atau Suhu Ruang, Mana yang Lebih Baik untuk Kesehatan?

Jalan Secepat Apa yang Bisa Bantu Panjang Umur? Peneliti Sebut Angka Idealnya

Sering Menahan Diri untuk Bicara? Kebiasaan Ini Bisa Diam-Diam Merusak Hubungan

Suka Membaca Buku? Kebiasaan Ini Bisa Turunkan Risiko Alzheimer Hingga 33 Persen Lebih Rendah

9 Cara Aneh yang Pernah Dilakukan Manusia untuk Menghindari Wabah Pes