Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Presiden Jokowi Tengah Berbincang Dengan Menlu Iran Mohammad Javad Zarif (ANTARA FOTO/Panca Syurkani)
Dream - Peran Iran dalam Konferensi Tingkat Tinggi Luar Biasa Organisasi Kerjasama Islam (KTT-LB OKI) sangat ditunggu. Sebab, selama ini, negara yang dikenal berseberangan dengan Amerika Serikat tersebut kerap terlibat konflik dengan negara petrodolar Arab Saudi.
Dalam pertemuan bilateral di sela-sela KTT, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengajak Menteri Luar Negeri (Menlu) Iran Mohammad Javad Zarif untuk memajukan perdamaian di kawasan Timur Tengah dan internasional. Jokowi yang didampingi Menlu RI Retno Marsudi juga ingin mempertegas komitmen kerjasama dalam mempromosikan Islam.
" Indonesia siap bekerja sama untuk menyampaikan pesan Islam yang rahmatan lil alamin," kata Jokowi, Senin, 7 Maret 2016.
Sebelumnya, Jokowi pernah mengutus Retno pada 13 Januari 2016 untuk menyampaikan pesan damai Presiden RI kepada Presiden Iran Hassan Rouhani. Dalam pesan tersebut, Pemerintah Indonesia mengajak Iran untuk pemulihan hubungan diplomatik di kawasan Timur-Tengah.
Bahkan, dalam pertemuan itu, Indonesia menawarkan diri untuk berkontribusi bagi pemulihan hubungan Iran-Arab Saudi.
Selain membahas persoalan Timur Tengah, pertemuan Jokowi dan Zarif juga membahas harapan terhadap hasil KTT-LB OKI. Jokowi sangat berharap isu Palestina dan Al Quds Al Sharif menghasilkan terobosan baru.
Jasa Tunisia untuk Indonesia
Pada kesempatan berbeda, Wakil Presiden Jusuf Kalla juga mendapatkan kunjungan kehormatan dari Menteri Luar Negeri Republik Tunisia, Kheimaies Jhinaoui.
Dalam pertemuan kedua pejabat negara tersebut, dibahas beberapa isu bilateral. Di antaranya, kedua negara saling mendorong untuk membantu pemberantasan terorisme dan ekstremisme. Serta upaya Indonesia untuk mengajak Tunisia dalam menyebarkan pesan perdamaian dan toleransi.
Jusuf Kalla tak lupa menyampaikan apresiasi terhadap bantuan Tunisia saat relokasi Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Tripoli ke Djerba yang merupakan bagian dari negara Tunisia. " Dan membantu repratiasi WNI dari Libya melalui Djerba," ujar Wapres.
Dalam pertemuan singkat itu juga kedua negara berharap bisa meningkatkan kerjasama ekonom. Indonesia mendorong Tunisia untuk berinvestasi di di sektor minyak dan gas yang bernilai besar.
Sepanjang 2014-2015 perdagangan bilateral dengan Tunisia, pemerintah Indonesia mencatat keuntungan sebesar US 95.542 juta.
Selama ini, komoditi ekspor Indonesia ke Tunisia meliputi oli dan pelumas, kain katun, peralatan optik, peralatan musik, bahan sintetis, karet dan turunannya, produk kertas, bahan kimia, tembakau, plastik dan produk turunannya, furniture, sepatu, kopi serta rempah-rempah lainnya.
Sedangkan Indonesia sendiri, banyak mengimpor kurma, jeruk, pupuk, rock phosphate, kaca, plastik dan minyak zaitun.
" Investasi Indonesia di Tunisia mencapai nilai US 114 juta di sektor migas. Sedangkan investasi Tunisia di Indonesia mencapai nilai 5,1 juta dolar AS pada sektor pariwisata," kata Jusuf Kalla.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya