Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Presiden Jokowi (Foto: OIC)
Dream - Kemerdekaan Palestina merupakan salah satu visi yang diusung oleh pemerintah Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo. Isu tersebut menjadi janji pemerintahan Jokowi.
Hari ini, Jokowi mempertegas keseriusan Indonesia dalam mendorong Palestina merdeka. Untuk mewujudkan janji itu, Jokowi mendesak negara-negara Islam segera mengambil langkah tegas dalam Konferensi Tingkat Tinggi Luar Biasa (KTT-LB) Organisasi Kerjasama Islam (OKI) kelima ini.
" Bangsa Indonesia konsisten dengan janji itu. Hari ini, kami berdiri bersama untuk menyelesaikan perjuangan tersebut. Suatu kehormatan untuk memenuhi imbauan Mahmoud Abbas (Presiden Palestina) dengan menjadi tuan rumah KTT-LB OKI," kata Jokowi saat memberikan sambutan KTT-LB OKI di JCC, Jakarta, Senin, 7 Maret 2016.
Jokowi menyampaikan keprihatinan terhadap pelbagai kebijakan sepihak Israel yang banyak merugikan Palestina. Di samping itu, Israel terlalu sering menyulitkan Palestina dengan menutup banyak akses penting.
Situasi semakin memburuk dan memperparah ketegangan dua negara akibat banyaknya isu kemanusiaan. " Palestina harus besar dan Indonesia akan membantu proses rekonsiliasi yang relevan dengan misi KTT OKI," kata Jokowi.
Secara tegas, Jokowi mengatakan batas kesabaran masyarakat dunia telah lama selesai. Sehingga dunia patut mendesak Israel segera menghentikan serangan dan sesegera mungkin harus keluar dari Palestina.
Jokowi melanjutkan situasi semakin genting dan membuat posisi Palestina semakin dilemahkan. Alhasil, proses perdamaian harus segera dijalankan dan tidak bisa ditunda lagi.
" Indonesia selalu ada di garis depan dalam dukungan dan kesempatan ini sekaligus untuk meresmikan konsulat kehormatan Indonesia untuk Palestina," kata Jokowi. (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya