Kenalan dengan 'Neon Moon II', Kapal Sampah dari Coldplay di Cisadane
Suara-Suara di DPR Soal Ijazah Gibran
Huawei Gandeng LinkAja, Pembayaran QRIS Bisa Lewat Smartwatch HUAWEI WATCH GT 7 Series
Gandeng Bilal Indrajaya, Lyodra Beri Pesan Tak Menyerah pada Album Terkunci Di Kamu
7 Jenis Tanaman yang Bisa Mengundang Ular ke Halaman Rumah, Bukan karena Baunya
Kenapa Tikus Suka Bersarang di Mesin Mobil, dan Cara Mengusirnya untuk Selamanya
Dua Seniman Indonesia Raih Grand Prize MR.D.I.Y. Regional Art Competition 2026
3 Suplemen yang Diam-Diam Bisa Mengganggu Tidur, Salah Satunya Sering Dikonsumsi
Presiden Jokowi Dalam Pertemuan KTT LB OKI Di Jakarta (Setkab.go.id)
Dream - Perhelatan Konferensi Tingkat Tinggi Luar Biasa Organisasi Kerjasama Negara Islam (OKI) telah selesai. Pesan keras disampaikan negara muslim untuk bersatu memboikot produk Israel.
Selain isu politik, ajang kali ini juga membuka peluang masuknya investasi dan jalinan kerjasama bisnis Indonesia dengan negara muslim.
Mengutip laman Setkab, Selasa, 8 Maret 2016, Indonesia setidaknya membuka peluang kerjasama baru dengan Iran, Arab Saudi, Qatar, dan Oman.
Dengan Iran, Indonesia diketahui menjajaki peluang kerjasama investasi di bidang pembangkit listrik, baik mirohidro maupun angin. " Mereka memiliki teknologi untuk itu," kata Presiden Joko Widodo.
Indonesia juga akan mencoba kembali membua hubungan perbankan di antara kedua negara yang saat ini menghadapi kendala.
Kerjasama lebih erat dilakukan antara Indonesia dan Arab Saudi. Menteri Luar Negeri Saudi, Adel bin Ahmed Al Jubeir mengaku tertarik untuk menjajaki kemungkinan investasi di bidang wisata, pembangkit listrik, dan infrastruktur perumahan.
Bahkan Saudi mengaku telah mengalokasikan dana cukup besar untuk proyek perumahan dan infrastruktur di Indonesia.
Di bidang energi, Indonesia kemungkinan akan memperoleh pasokan minyak mentah dengan perjanjian langsung.
Sementara Deputi Perdana Menteri Qatar Ahmed Bin Abdullah Bin Zaid Al-Mahmoud, sebagai perwakilan dari Pemerintah Qatar, mengatakan beberapa proyek invetasi sudah mulai dijalankan seperti pembangunan listrik 500 MW di Sumatera Utara dan investasi berupa investment punds senilai US$ 1 miliar.
Kedua hal tersebut merupakan follow up dari kunjungan Presiden Joko Widodo tahun lalu.
Advertisement
Kenalan dengan 'Neon Moon II', Kapal Sampah dari Coldplay di Cisadane

Kasus Ijazah Gibran, Sudah Selesai atau Belum?

Menilik 5 Green Movement Seru di Synchronize Festival

Deal Lepas 10,08 Miliar, Low Tuck Kwong Tambah Porsi Lego Saham Bayan Resources ke Jhonlin Baratama

IHSG Dibuka Menguat, Investor Pantau Laporan Cadev RI


Kenapa Pekerjaan Baru di Usia 30-an Bisa Membuat Kita Merasa Bodoh Lagi?

Setir Mobil Tiba-Tiba Berat Diputar? Ini 4 Penyebab dan Cara Mengeceknya


Pepaya vs Mangga, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah dan Pencernaan?

Kenalan dengan 'Neon Moon II', Kapal Sampah dari Coldplay di Cisadane


Huawei Gandeng LinkAja, Pembayaran QRIS Bisa Lewat Smartwatch HUAWEI WATCH GT 7 Series