Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dream - Gerhana Matahari Total (GMT) diperkirakan akan melintas di atas langit sebagian daerah di Indonesia. Beberapa daerah lain akan menyaksikan Gerhana Matahari Sebagian (GMS).
Seperti dicontohkan Nabi, keberadaan fenomena alam langka tersebut membuat pengurus Masjid Istiqlal akan menggelar Salat Sunah Gerhana Matahari (Kusuf). Salat akan dilaksanakan pada Rabu, 9 Maret 2016 sekitar pukul 06.20 WIB.
Profesor Nazaruddin Umar selaku Imam Masjid Istiqlal akan bertindak sebagai khatib. Sedangkan, imam salah sunah Kusuf dipimpin Ustaz Husni Ismail.
"Kami mengajak seluruh umat Islam yang tinggal di Jabodetabek untuk dapat mengikutinya," ujar Dirjen Bimas Islam Kementerian Agama Machasin, dalam keterangan tertulis diterima Dream, Senin, 7 Maret 2016.
"Kami juga mengimbau seluruh umat Islam agar melaksanakan salat gerhana di masjid dan mushola terdekat sesuai jadwal waktu terjadinya peristiwa di masing-masing tempat," kata dia.
Machasin mengatakan, umat Islam penting memahami peristiwa gerhana sebagai fenomena alam yang dapat dijadikan momentum meningkatkan keimaman kepada Allah SWT. Gerhana, baik matahari maupun bulan sebenarnya merupakan fenomena alam biasa yang terjadinya dapat diperkirakan menggunakan ilmu falak.
"Peristiwa ini semestinya dimanfaatkan untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT. Itu adalah suatu tanda dari banyak tanda kebesaranNya dan betapa manusia sangat kecil dan lemah di hadapanNya," ucap Machasin.
"Pendekatan diri kepada Allah dapat dilakukan dengan salat gerhana secara berjamaah, zikir, dan membaca kalimat thoyyibah. Juga dengan mengamati dan mempelajari fenomena alam ini dan perilaku makhluk Tuhan selama terjadinya peristiwa ini," kata dia.
Berikut waktu pelaksanaan salat gerhana, berdasarkan data dari Ditjen Bimas Islam Kemenag:
Zona Waktu Indonesia Timur (WIT):
1. Maluku Utara (08:35 - 11:21),
2. Maluku (08:35 - 11:17),
3. Papua Barat (08:40 - 11:30), dan
4. Papua (08:49 - 11:40).
Zona Waktu Indonesia Tengah (WITA):
1. Kalimantan Selatan (07:23 - 09:48),
2. Kalimantan Timur (07:26 - 09:54),
3. Bali (07:22 - 09:42),
4. Nusa Tenggara Barat (07:23 - 09:45),
5. Nusa Tenggara Timur (07:27 - 09:51),
6. Sulawesi Barat (07:26 - 09:57),
7. Sulawesi Selatan (07:26 - 09:54),
8. Sulawesi Tengah (07:29 - 10:04),
9. Sulawesi Tenggara (07:28 - 10:01),
10. Gorontalo (07:31 - 10:09), dan
11. Sulawesi Utara (07:34 - 10:15).
Zona Waktu Indonesia Barat (WIB):
1. Aceh (07:22 - 08:27),
2. Sumatera Utara (07:21 - 08:27),
3. Sumatera Barat (07:20 - 08:27),
4. Riau (06:22 - 08:30),
5. Bengkulu (06:20 - 08:28),
6. Jambi (06:21 - 08:29),
7. Kepulauan Riau (06:22 - 08:33),
8. Sumatera Selatan (06:19 - 08:29),
9. Lampung (06:20 - 08:31),
10. Bangka Belitung (06:21 - 08:35),
11. Banten (06:19 - 08:31),
12. DKI Jakarta (06:20 - 08:32),
13. Jawa Barat (06:20 - 08:32),
14. Jawa Tengah (06:20 - 08:35),
15. DI Yogyakarta (06:20 - 08:35),
16. Jawa Timur (06:21 - 08:39),
17. Kalimantan Barat (06:23 - 08:42), dan
18. Kalimantan Tengah (06:22 - 08:47).
Advertisement

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun


Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh

IHSG Lanjutan Menguat ke Level 5.387, Saham Bank Pelat Merah Bermekaran

Teori Lipstik: Mengapa Penjualan Lipstik Mewah Bisa Meningkat Saat Ekonomi Memburuk?

Suka Camilan Gurih Dan Renyah? Ini Pilihan Untuk Temani Aktivitas Sehari-hari