Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Presiden Jokowi Di Acara Dies Natalies Universitas Indonesia (Foto: Biro SetPres)
Dream - Presiden Joko Widodo menyampaikan terima kasihnya kepada Universitas Indonesia (UI) yang telah melahirkan banyak sumber daya manusia unggul bagi Indonesia. Menurut Presiden, di Kabinet Kerja saat ini UI memiliki lulusan terbanyak dibanding dengan perguruan tinggi lainnya.
Pada sambutannya dalam acara Dies Natalis ke-68 UI di Balairung Kampus UI, Depok, Jawa Barat, pada Jumat, 2 Februari 2018 kemarin, ia memperkenalkan jajarannya yang merupakan alumnus UI. Secara berturut-turut, yakni Darmin Nasution, Puan Maharani, Sri Mulyani, Nila Moeloek, Sofyan Djalil, dan Bambang Brodjonegoro.
" Saya ingin menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Universitas Indonesia. Sebab Universitas Indonesia lah penyumbang terbanyak menteri-menteri di Kabinet Kerja. Sampai saat ini ada enam alumni UI yang sekarang membantu saya di Kabinet Kerja," ucapnya yang langsung disambut tepuk tangan.
Presiden Joko Widodo juga menyebut tiga alumnus UI lainnya yang kini turut berperan di dalam pemerintahan. Ketiganya ialah Moeldoko, Sukardi Rinakit, dan Johan Budi.
" Ini menunjukkan Universitas Indonesia itu gudangnya orang-orang pintar. Universitas Indonesia itu sumbernya para pejuang pembangunan. Universitas Indonesia itu sumber inspirasi dan sumber energi untuk satu tujuan yaitu mencapai Indonesia maju," sambungnya.
Pada persaingan global seperti sekarang ini, adaptasi terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi mengambil peranan penting. Keduanya terus berkembang dengan cepat.
Presiden Joko Widodo mengingatkan bahwa saat ini kita butuh sumber daya manusia yang mampu beradaptasi dengan perkembangan itu.
" Kita tidak bisa mengisolasi diri dari perkembangan tersebut," ucapnya.
Perkembangan teknologi dalam praktiknya memengaruhi semua lanskap kehidupan, baik itu ekonomi, sosial-budaya, hingga politik nasional maupun internasional. Dirinya menyebut apabila lanskap ekonomi dan sosial-budaya berubah, maka perguruan tinggi juga harus bersiap untuk berubah.
" Pasti agenda penelitian juga perlu mengalami perubahan, kurikulum dan metode pendidikan juga harus berubah, kompetensi SDM yang dibutuhkan juga berubah, cara kerja organisasi juga harus menyesuaikan," ujarnya.
Tidak ada pilihan lain agar Indonesia menjadi lebih baik selain melakukan perubahan. Perubahan yang dimaksud ialah perubahan pada pola pikir, cara kerja, model organisasi, produktivitas, kedisiplinan nasional, dan inovasi.
" Saya yakin bahwa pendidikan tinggi adalah organisasi yang paling sempurna sebagai rujukan reformasi tersebut," tutur Presiden
Sumber: Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya