Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi
Dream - Kasus dugaan Middle East Respiratory Syndrome Corona Virus (MERS CoV) kembali ditemukan di Indonesia. Kali ini, tiga orang jamaah umroh asal Sulawesi Tenggara (Sultra) menjalani perawatan intensif karena diduga terjangkit MERS.
" Pihak rumah sakit tidak akan mempublikasi identitas ketiga pasien itu. Privasi pasien harus dijunjung tinggi," kata Direktur RS Bahteramas DR Abdul Razak di Kendari, Jumat 9 Mei 2014.
Razak yang didampingi Dokter Spesialis Penyakit Dalam DR Muh Yusuf Hamra menyatakan, dua pasien yang pasangan suami istri dari Kabupaten Kolaka Utara baru saja menunaikan ibadah umroh.
Sebelum dirujuk ke RS Bahteramas Kendari, pasien pasangan suami istri itu sudah memperoleh pelayanan medis di RS Kabupaten Kolaka Utara. Keduanya menjalani perawatan sejak 29 April 2014 lalu.
Sedangkan pasien yang berdomisili di Kota Kendari, mulai menjalani perawatan sejak empat hari lalu. Pasien suspect MERS CoV laki-laki dari Kabupaten Kolaka Utara sekitar 400 kilometer dari Kota Kendari masih menderita batuk akut.
Sedangkan sang istri, pasien wanita dari Kolaka Utara dan pasien dari laki laki Kota Kendari tergolong ringan. Penanganan pasien perlu koordinasi dengan Dinas Kesehatan Sultra yang akan menindaklanjuti sampai ke Jakarta. " Sarana lengkap untuk memastikan jenis virus yang menyerang pasien (sekarang diduga virus MERS CoV) hanya ada di rumah sakit tertentu di Jakarta," kata Razak. (Sumber: Merdeka.com)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya