Rahasia Medis di Balik Hadis 'Padamkan Lampu Pas Mau Tidur'

Reporter : Cynthia Amanda Male
Minggu, 5 Agustus 2018 12:01
Rahasia Medis di Balik Hadis 'Padamkan Lampu Pas Mau Tidur'
Seperti apa? yuk simak penjelasannya.

Dream - Setiap orang memiliki cara sendiri dalam tidur baik dari posisi maupun kebiasaan lainnya. Bukan hal yang aneh karena kita pun memiliki kebiasaan yang berbeda-beda.

Namun, ada hadits yang menganjurkan kita untuk memadamkan lampu ketika tidur. Mengapa demikian? Apakah ada juga alasan medisnya?

Nabi Muhammad SAW bersabda, " Padamkanlah lampu-lampu di malam hari pada saat kalian tidur malam, kuncilah pintu dan tutuplah bejana, makanan dan minuman." (HR. Al Bukhari)

Tidak hanya dalam hadits saja, anjuran mematikan lampu saat tidur juga dibuktikan secara medis oleh seorang peneliti bernama Joan Robert.

Di dalam tubuh terdapat hormon yang disebut hormon melatonin, yang merupakan hormon kekebalan tubuh dan dapat memerangi serta mencegah sejumlah penyakit, termasuk kanker.

Dengan tidur dalam kondisi gelap, tubuh akan memproduksi hormon melatonin. Sementara ketika dalam keadaan terang, produksi hormon melatonin terhenti.

Penelitian berikutnya yang dipublikasikan dalam jurnal Cancer Genetics and Cytogenetics menemukan bahwa menyalakan cahaya buatan pada malam hari ketika tidur, dalam hal ini bisa berarti lampu, dapat memicu...selengkapnya klik di sini.

1 dari 2 halaman

Mengapa Rasulullah Melarang Tidur Tengkurap?

Dream - Rasulullah SAW melarang umatnya tidur tengkurap. Larangan itu muncul dari kisah Ya'isy bin Thikhfah Al-Ghifari.

Dalam suatu kesempatan dia bercerita, “ Bapakku menceritakan kepadaku bahwa ketika aku tidur di masjid di atas perutku (tengkurap), tiba-tiba ada seseorang yang menggerakkan kakiku dan berkata, ‘Sesungguhnya tidur yang seperti ini dimurkai Allah.’ Bapakku berkata, ‘Setelah aku melihat ternyata Beliau adalah Rasulullah SAW’,” (HR. Thabrani).

Tidur secara tengkurap, kata Imam Tirmidzi, membawakan hadis yang didapat Abu Hurairah. Saat Nabi melihat seorang Muslim tidur tengkurap, Nabi berkata, " Ini adalah cara tidur yang tidak disukai oleh Allah."

Ulama sekaligus pakar kedokteran, Ibnul Qayyim Al-Jauziyyah, berkata, tidur dengan posisi miring dan ke sebelah kiri juga kurang baik bagi kesehatan. Sebab, tidur dengan posisi miring dapat membahayakan jantung.

“ Terlalu sering tidur dengan sisi kiri membahayakan bagi jantung karena kecenderungan organ dalam ke kiri, maka bisa menekannya. Dan cara tidur yang kurang baik juga adalah terlentang. Tetapi tidak mengapa jika sekadar untuk beristirahat tanpa tidur. Dan yang kurang baik juga adalah cara tidur berbaring dengan mukanya (tengkurap),” papar Ibnul Qayyim.

Ilmu kedokteran modern membuktikan tidur tengkurap berbahaya. Apalagi saat tidur pulas dan lama, tengkurap otomatis membuat otot dada atau otot pernafasan tidak dapat mengembangkan dada secara baik dan maksimal. Sehingga aliran oksigen menjadi lebih sedikit dan berakibat sesak nafas.

Tidur pada sisi kiri badan juga berbahaya. Sebab, organ-organ bisa menghimpit jantung sehingga sirkulasi darah terganggu dan mengurangi pasokan darah ke otak. Sedangkan tidur terlentang juga dianggap kurang baik jika bagian tubuh tidak ditopang dengan baik atau tidak menyentuh tempat tidur dengan ideal sehingga dapat menyebabkan sakit punggung.

Untuk penjelasan selengkapnya dapat dibaca di tautan ini.

2 dari 2 halaman

Tiga Waktu Tidur yang Dibenci Allah SWT

Dream - Seperti diketahui, tidur setelah waktu Subuh merupakan salah satu hal yang dilarang dalam Islam.

Namun ternyata, tidak hanya setelah Subuh. Ada waktu-waktu lain yang tidak boleh digunakan untuk tidur menurut pandangan Islam.

Untuk itu, berikut kami ulas beberapa istilah yang biasa digunakan untuk menyebut tidur yang boleh dan tidak boleh dilakukan.

1. Hailulah

Hailulah ialah tidur sehabis Sholat Subuh. Tidur jenis ini dilarang karena dapat menghalangi kita dari rezeki yang Allah turunkan pada pagi hari.

Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda, " Apabila kamu telah selesai sholat Subuh janganlah kamu tidur tanpa mencari rezeki." (HR. Thabrani)

2. Qailulah

Qailulah secara bahasa artinya tidur pada pertengahan siang. Karena artinya 'tidur siang', sebagian besar orang menyangka qailulah merupakan tidur siang dalam arti sebenarnya. Pada nyatanya, qailulah tidak harus tidur. Istirahat pada siang hari juga sudah termasuk qailulah.

Ash-Shan’ani rahimahullah berkata, yang artinya, " Qailulah adalah istirahat pada pertengahan siang walaupun tidak tidur."

Maka, qailulah berarti tidur atau istirahat yang dilaksanakan pada siang hari. Waktunya sekitar 20-30 menit sebelum Zuhur.

Al-Munawi rahimahullah berkata, " Qailulah adalah tidur di pertengahan siang ketika zawal (waktu Zuhur) atau mendekati waktu zawal sebelum atau sesudahnya."

Dalam sebuah riwayat, pada musim dingin Rasulullah tidur setelah Zuhur, sedangkan............selengkapnya baca di sini.

Beri Komentar