Dua Jalan Berbeda Bursa Saham di 2 Tahun Pemerintahan Prabowo VS Jokowi
Di Balik 8 Kali Reshuffle Kabinet Prabowo
Kepuasan Publik Setelah Dua Tahun Prabowo-Gibran
Jalan Ekonomi Hijau Indofood
Orang Pintar Juga Bisa Luput Melihat dan Memahami Hal Sepele, Ini Penjelasan Ilmiahnya
JK di NIU: Transisi Energi Hijau Tak Mudah, Butuh Koloborasi Pemerintah dan Dunia Usaha
Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh
Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
Siti Rusidah
Dream - Lengannya hanya sebatas siku. Tak ada jari diujung tangannya. Tetapi dia menekuni profesi yang nyaris tak terbayangkan bagi orang-orang yang punya keterbatasan, menjadi fotografer.
Itulah Siti Rusidah, yang kini berusia 47 tahun. Kekurangan bukanlah menjadi penghalang bagi sosok wanita penuh semangat ini. Rusidah, wanita penyandang cacat ini berasal dari Purworejo, Jawa Tengah.
Kemampuannya memotret terhitung istimewa. Tanpa jari-jari ia mampu mengoperasikan kamera dengan baik. Kenyataan sebagai tunadaksa tak membuatnya patah semangat menjadi fotografer profesional.
Saat duduk di bangku sekolah dasar dahulu, Rusidah harus ikhlas kehilangan jari-jarinya, namun tak ingin mengungkit kisah kelam ia terus maju ke depan. Tekad serta semangatnya mengundang decak kagum. Pujian serta dorongan pun membanjirinya.
Petualangan sebagai fotografi dimulai saat Rusidah lulus SMA pada 1989. Lulus SMA, dia masuk ke Panti Rehabilitasi Sentrum (RS) Dr. Suharso, Solo. Di sanalah dia mulai belajar fotografi hingga 1992.
Setelah keluar panti, dia mulai menjadi tukang foto keliling. Namun, masyarakat meragukan kemampuannya. Rusidah sempat minder, namun dia tetap mendalami ilmu fotografi. Ilmunya semakin matang. Hasil jepretannya pun lumayan oke. Keahlian itu akhirnya sampai ke telinga pemerintah daerah setempat. Sehingga Rusidah mendapat bantuan kamera pada 1995
Rusidah makin menekuni dunia fotografi. Panggilan foto di acara pernikahan, atau acara-acara penting pemerintahan setempat diterimanya. Berkat karya-karyanya yang mengagumkan, istri Presiden Susiblo Bambang Yudhoyono mengundangnya saat pembukaan pameran tunggal Ibu Negara itu di Galeri Nasional, Jakarta, pada 2011 silam.
Rusidah memang harus memodifikasi kamera agar bisa dioperasikannya. Rusidah juga tetap melakukan pekerjaan rumah tangga tanpa bantuan orang lain. Rusidah menjalani aktivitasnya sebagai seorang Ibu yang mengurus anak-anaknya. Sebuah semangat yang tiada terkira.
Penasaran dengan kisah Rusidah sang Fotografer tanpa jari? Yuk simak kisahnya di sini http://bit.ly/1mJztpc
Kirimkan kisah nyata inspiratif disekitamu atau yang kamu temui, ke komunitas@dream.co.id, dengan syarat dan ketentuan sebagai berikut:
1. Lampirkan satu paragraf dari konten blog/website yang ingin dipublish
2. Sertakan link blog atau sosmed
3. Foto dengan ukuran high-res
Ayo berbagi traffic di sini!
Advertisement

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun


Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh

Dua Jalan Berbeda Bursa Saham di 2 Tahun Pemerintahan Prabowo VS Jokowi

