Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Salah satu saksi kasus kopi bersianida, Saiful Hidayat, sempat menduga Wayan Mirna Salihin meninggal akibat stroke. Dia mengaku tak melihat Mirna kejang-kejang saat berada di kursi roda untuk dibawa ke klinik.
“ Dia nyender di kursi roda, nggak kejang-kejang,” ujar Saiful dalam persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Rabu 7 September 2016.
Saiful berada di Kafe Olivier saat peristiwa 6 Januari 2016 itu. Dia tengah meeting dengan Direktur Pemasaran PT KIA Mobil, Hartanto Sukmono, yang juga memberi kesaksian di dalam persidangan kali ini.
Saiful dan Hartanto dihadirkan oleh terdakwa Jessica Kumala Wongso. Mereka dianggap mengetahui apa yang terjadi di hari kematian Mirna.
© Dream
Menurut Saiful, saat Mirna hendak dibawa ke klinik, Saiful mengaku sempat melihat sekilas kondisi Mirna. Saat itu, kata dia, mulut istri Arif Sumarko ini sedikit terbuka dan mengeluarkan air liur.
“ Ada buih, tapi sedikit, soalnya kan lewat depan meja saya dan mulutnya sedikit terbuka,” ujar dia.
Melihat kondisi Mirna seperti itu, Saiful menduga Mirna terkena stroke. “ Awalnya saya kira stroke, saya bilang ‘wah, itu stroke tuh’,” ucap Saiful.
© Dream
Dalam sidang yang digelar Senin lalu, saksi ahli dari Australia yang dihadirkan Jessica, Beng Ong, menyebut kejang-kejang sebagai tanda-tanda keracunan Sianida.
Keterangan itu dikeluarkan oleh Beng Ong setelah mendapat pertanyaan dari Hakim Binsar Gulom, apakah tanda-tanda Mirna sebelum tewas mirip dengan gejala keracunan Sianida.
" Kalau korban kejang-kejang, itu memang salah satu gejala orang keracunan sianida," kata Ong.
© Dream
Dream - Direktur Pemasaran PT KIA Mobil Indonesia, Hartanto Sukmono, bersaksi di dalam persidangan kasus kopi bersianida di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Rabu 7 September 2016. Hartanto diajukan sebagai saksi meringankan oleh terdakwa Jessica Kumala Wongso.
Saat Mirna keracunan di Kafe Olivier pada 6 Januari 2016, Hartanto juga berada di sana. Dia duduk di meja yang tidak jauh dari tempat kejadian.
Pengacara Jessica menilai Hartono mengetahui gerak-gerik Jessica sebelum Hani dan Mirna tiba di Kafe Olivier.
“ Iya pada hari itu saya berada di sana (Kafe Olivier), tapi tidak ingat duduk di meja nomor berapa,” kata Hartanto.
Namun, ketika Jaksa Penuntut Umum (JPU) bertanya apakah melihat gerak-gerik Jessica pada saat duduk di meja nomor 54, Hartanto lebih sering menjawab tidak tahu, dan mengaku tidak memperhatikan Jessica.
“ Saya tidak tahu, tidak memperhatikan, karena saya juga lagi meeting,” ucap dia.
Hartono baru memperhatikan ketika Mirna sudah mengalami kejang-kejang, sesaat setelah meminun es kopi Vietnam.
“ Ya karena ada ramai-ramai jadi saya terganggu karena sedang meeting, jadi saya juga melihat Mirna dibawa menggunakan kursi roda,” ujar Hartanto.
Selain Hartanto, Jessica juga menghadirkan Saiful Hidayat, yang merupakan rekan Hartanto, sebagai saksi fakta.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya