Selasa, 20 Oktober 2026 Cari

Satgas Covid-19: Kasus Aktif Rendah, Tes Masih di Bawah Target WHO

Reporter : Ahmad Baiquni
Rabu, 30 September 2020 14:01
Satgas Covid-19: Kasus Aktif Rendah, Tes Masih di Bawah Target WHO
Capaian testing saat ini masih di bawah 38.000 tes per hari.

Dream - Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Wiku Bakti Bawono Adisasmito menyebut kasus aktif Covid-19 di Indonesia saat ini masih rendah dibandingkan negara lain. Ini karena pelaksanaan tes masih di bawah target.

" Rendahnya persentase rata-rata kasus Covid yang aktif di Indonesia karena Pemerintah Indonesia juga masih rendah dalam melakukan testing dan tracing," ujar Wiku, dikutip dari Merdeka.com.

Berdasarkan data terakhir pada Selasa, 29 September 2020, kasus positif saat ini tercatat sebanyak 282.274 kasus. Dari data tersebut, sebanyak 62.236 atau 21,6 persen merupakan kasus aktif.

Menurut Wiku, pelaksanaan testing di Indonesia masih di bawah target yang ditetapkan Badan Kesehatan Dunia (WHO). Target WHO sendiri yaitu jumlah testing ditetapkan 1/1.000 dari jumlah penduduk per pekan.

 

1 dari 2 halaman

Fakta Capaian Testing

Mengacu pada target tersebut, Indonesia seharusnya melakukan sebanyak 267.000 tes per pekan atau 38.000 tes per hari. Angka tersebut diambil dari jumlah penduduk Indonesia yang saat ini mencapai sekitar 267 juta jiwa. Capaian pada Selasa kemarin, tes bisa dijalankan sebanyak 37.158.

Wiku juga mengatakan capaian tes dalam beberapa pekan belakangan sebenarnya sudah cukup baik. Pada bulan-bulan sebelumnya, capaian tes hanya di kisaran 30 ribu.

Meski jumlah tes mengalami kenaikan, Wiku menyebut masih ada ketimpangan di Indonesia. Sehingga, kenaikan tersebut tidak menandakan jumlah tes di tiap provinsi juga naik.

2 dari 2 halaman

Testing 5 Provinsi Capai Target WHO

" Meskipun testing kita belum mencapai target WHO namun ada 5 provinsi yang sudah melakukan tes di atas standar WHO," kata dia.

Lima provinsi tersebut yaitu DKI Jakarta dengan 3.084 tes, Kalimantan Timur dengan 2.154 tes, DI Yogyakarta dengan 1.198 tes, Sulawesi Utara dengan 1.197 tes, dan Kalimantan Selatan dengan 1.128 tes per 1 juta penduduk.

Wiku berharap jumlah tes di lima provinsi ini tidak turun dalam waktu-waktu mendatang. Dia menilai lima provinsi tersebut berkontribusi terhadap jumlah kasus aktif secara nasional.

" Angka terus didorong menjadi lebih baik. Hal ini akan berkontribusi terhadap rendahnya kasus aktif di Indonesia karena treatment berikutnya adalah merawat mereka. Sehingga potensi kesembuhannya juga akan meningkat," kata Wiku.

Sumber: Merdeka.com/Rifa Yusya Adilah

Beri Komentar