Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi (Shutterstock.com)
Dream - Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Wiku Bakti Bawono Adisasmito menyebut kasus aktif Covid-19 di Indonesia saat ini masih rendah dibandingkan negara lain. Ini karena pelaksanaan tes masih di bawah target.
" Rendahnya persentase rata-rata kasus Covid yang aktif di Indonesia karena Pemerintah Indonesia juga masih rendah dalam melakukan testing dan tracing," ujar Wiku, dikutip dari Merdeka.com.
Berdasarkan data terakhir pada Selasa, 29 September 2020, kasus positif saat ini tercatat sebanyak 282.274 kasus. Dari data tersebut, sebanyak 62.236 atau 21,6 persen merupakan kasus aktif.
Menurut Wiku, pelaksanaan testing di Indonesia masih di bawah target yang ditetapkan Badan Kesehatan Dunia (WHO). Target WHO sendiri yaitu jumlah testing ditetapkan 1/1.000 dari jumlah penduduk per pekan.
Mengacu pada target tersebut, Indonesia seharusnya melakukan sebanyak 267.000 tes per pekan atau 38.000 tes per hari. Angka tersebut diambil dari jumlah penduduk Indonesia yang saat ini mencapai sekitar 267 juta jiwa. Capaian pada Selasa kemarin, tes bisa dijalankan sebanyak 37.158.
Wiku juga mengatakan capaian tes dalam beberapa pekan belakangan sebenarnya sudah cukup baik. Pada bulan-bulan sebelumnya, capaian tes hanya di kisaran 30 ribu.
Meski jumlah tes mengalami kenaikan, Wiku menyebut masih ada ketimpangan di Indonesia. Sehingga, kenaikan tersebut tidak menandakan jumlah tes di tiap provinsi juga naik.
" Meskipun testing kita belum mencapai target WHO namun ada 5 provinsi yang sudah melakukan tes di atas standar WHO," kata dia.
Lima provinsi tersebut yaitu DKI Jakarta dengan 3.084 tes, Kalimantan Timur dengan 2.154 tes, DI Yogyakarta dengan 1.198 tes, Sulawesi Utara dengan 1.197 tes, dan Kalimantan Selatan dengan 1.128 tes per 1 juta penduduk.
Wiku berharap jumlah tes di lima provinsi ini tidak turun dalam waktu-waktu mendatang. Dia menilai lima provinsi tersebut berkontribusi terhadap jumlah kasus aktif secara nasional.
" Angka terus didorong menjadi lebih baik. Hal ini akan berkontribusi terhadap rendahnya kasus aktif di Indonesia karena treatment berikutnya adalah merawat mereka. Sehingga potensi kesembuhannya juga akan meningkat," kata Wiku.
Sumber: Merdeka.com/Rifa Yusya Adilah
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya