Selasa, 20 Oktober 2026 Cari

Satgas Covid-19 Imbau Perusahaan Wajibkan Pegawai Pergi ke Zona Merah Melapor

Reporter : Ahmad Baiquni
Rabu, 21 Oktober 2020 19:01
Satgas Covid-19 Imbau Perusahaan Wajibkan Pegawai Pergi ke Zona Merah Melapor
Imbauan ini disampaikan jelang libur panjang pekan depan

Dream - Libur panjang akan berlangsung pekan depan. Pemerintah menyiapkan berbagai upaya untuk menghindari adanya peningkatan kasus Covid-19 usai libur panjang berakhir.

Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Wiku Bakti Bawono Adisasmito, meminta perusahaan mendorong karyawannya untuk melapor jika hendak bepergian ke zona merah dan oranye. Karyawan juga diminta menjalani isolasi mandiri jika mengalami gejala seperti demam, gangguan pernapasan atau hilang kemampuan perasa dan pembau usai libur panjang.

" Karyawan yang berpergian ke zona oranye dan merah harus melaporkan ke perusahaan," ujar Wiku.

Wiku mengimbau masyarakat untuk tidak bepergian ke luar rumah saat libur panjang. Tetapi jika mendesak dan harus keluar rumah, dia mengingatkan untuk menjalankan protokol kesehatan dengan pakai masker, jaga jarak hindari kerumunan serta cuci tangan dengan sabun di air mengalir.

 

 

1 dari 3 halaman

Data Kenaikan Kasus Pasca Liburan

Wiku mengungkapkan data periode liburan Idul fitri pada 22-25 Mei 2020, terjadi kenaikan jumlah kasus harian dan kumulatif mingguan sekitar 69 persen sampai 93 persen. Angka ini muncul setelah libur lebaran dengan rentang waktu 10 hari-14 hari.

Demikian pula saat libur panjang 20-23 Agustus 2020, terjadi kenaikan jumlah kasus harian sebanyak 58 persen hingga 118 persen. Data ini muncul sejak libur panjang pekan ketiga bulan Agustus 2020 dengan rentang waktu 10 hari sampai 14 hari.

" Juga terjadi angka kenaikan absolut pada tes dengan hasil positif yang naik mencapai 3,9 persen dalam dua minggu di tingkat nasional," kata Wiku.

 

2 dari 3 halaman

Hasil Studi

Wiku menunjukkan hasil studi tahun 2020, " Effect of Human Mobility Restriction on The Spread of Covid-19 in Shenzhen China Modelling Study Using Mobile Phone Data" . Studi ini menunjukkan pengurangan mobilitas dalam kota sebanyak 20 persen dapat melandaikan kurva kasus sebanyak 33 persen dan menunda kemunculan puncak kasus selama dua minggu.

Pengurangan mobilitas dalam kota sebanyak 40 persen dapat melandaikan kurva kasus 66 persen dan menunda kemunculan puncak kasus selama empat minggu. Bahkan pengurangan mobilitas dalam kota sebanyak 60 persen dapat melandaikan kurva kasus sebanyak 91 persen dan menunda kemunculan puncak kasus selama empatbelas minggu.

Studi lainnya berjudul " Stay at Home Works to Fight Again Covid-19 International Evidance from Google Mobility" , data dibuat dari 130 negara, menunjukkan 1 persen peningkatan masyarakat yang berdiam di rumah akan mengurangi 70 kasus dan 7 kematian mingguan.

 

3 dari 3 halaman

Dampak Jika Tak Keluar Rumah

Bahkan 1 persen pengurangan mobilitas masyarakat menggunakan transportasi umum di terminal, stasiun, dan bandara akan mengurangi 33 kasus dan 4 kematian mingguan.

Sebanyak 1 persen pengurangan kunjungan masyarakat ke ritel dan tempat rekreasi juga mengurangi 25 kasus dan 3 kematian mingguan. Apabila terjadi 1 persen kunjungan ke tempat kerja akan mengurangi 18 kasus dan 2 kematian mingguan.

" Bisa dibayangkan berapa banyak nyawa yang bisa dilindungi dan selamatkan dengan pengurangan kunjungan tadi," kata Wiku, dikutip dari Covid19.go.id.

 

Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.

Beri Komentar