Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi Ratusan Pemudik Berdatangan Di Terminal Kampung Rambutan Yang Mulai Dibuka Kembali Usai Ditutup Sementara Selama Peniadaan Angkutan Lebaran. (Foto: Liputan6.com)
Dream – Banyak para pelaku perjalanan yang menerobos pos-pos penyekatan untuk mudik ke kampung halaman. Bukan langsung beraktivitas, mereka diminta melakukan karantina mandiri saat sudah kembali.
Koordinator Tim Pakar dan Juru Bicara Pemerintah Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito mengingatkan kepada seluruh pelaku perjalanan harus melakukan karantina mandiri.
“ Saya ingin mengingatkan kepada seluruh pelaku perjalanan harus melakukan karantina selama lima kali 24 jam setelah kembali dari kampung halaman,” ujar Wiku saat keterangan pers, Selasa, 18 Mei 2021.
“ Sebagai bentuk tanggungjawab kepada orang-orang di sekitar kita. Terutama untuk kantor-kantor yang pegawainya melakukan perjalanan antar batas daerah agar mewajibkan pegawainya untuk karantina mandiri sebelum kembali ke kantor,” katanya.
Menurutnyam karantina ini merupakan hal yang sangat penting dan harus dilakukan sehingga bisa mencegah penularan covid-19 kepada orang-orang terdekat saat sudah kembali ke tempat kerja.

Imbauan tersebut tentu saja tidak bisa berlangsung maksimal tanpa bantuan dari pemerintah daerah yang memiliki otoritas dalam mengatur wilayahnya.
Menurut Prof Wiku Adisasmito, supaya karantina yang dilakukan para pelaku perjalanan berlaku secara efektif, maka pihaknya meminta kepada Satgas di daerah untuk mengoptimalisasi peran posko covid-19.
“ Agar karantina yang dilakukan para pelaku perjalanan berlaku efektif, maka saya meminta kepada satgas di daerah untuk dapat mengoptimalisasi peran posko covid-19, segera data dan pastikan seluruh pelaku perjalanan melakukan karantina mandiri,” jelasnya.
“ Selain itu segera koordinasikan kepada fasilitas kesehatan jika ada kasus positif covid-19 supaya segera mendapat penanganan,” imbuhnya.
Karantina mandiri selama 5 kali 24 jam ini perlu dilakukan secara serentak. Menurut Prof Wiku, penanganan covid-19 di Indonesia perlu kerja sama pemerintah pusat dan daerah agar berjalan efektif.
“ Melalui desentralisasi dan otonomi daerah ini, pemerintah daerah berperan penting dalam penanganan Covid. Pemerintah daerah adalah bagian dari satgas di daerah,” kata Wiku. (mut)
Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya