Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi (woodclinched.com)
Dream - Seorang profesor ahli pendidikan dari Inggris menyebut penghapus sebagai instrumen setan dan sudah sepatutnya dihilangkan dari ruang kelas.
Bukan tanpa alasan, Guy Claxton, profesor paruh waktu di King Collge London menyebut gelar barang kecil yang senantiasa dibawa anak sekolah itu.
Menurut Claxton, karet penghapus secara salah mendorong seorang anak sekolah menjadi malu karena kesalahannya.
Seharusnya, generasi muda tak perlu ketakutan melakukan kesalahan agar bisa sadar dan belajar dari kesalahan yang dibuatnya.
" Penghapus merupakan alat setan karena ini mengenalkan budaya malu berbuat salah," kata Claxton seperti dikutip Dailymail, Rabu, 27 Mei 2015.
Claxton lebih jauh khawatir anak akan semakin pandai berbohong karena takut salah. Pemicunya, penghapus telah menghilangkah kesalahan tulisan yang dibuat seorang anak karena dibetulkan kembali.
" Mereka seharusnya diajarkan proses membuat jawaban dengan benar karena itulah kenyataan yang terjadi di dunia yang luas ini," ujarnya.
Menghapus kesalahan yang dibuat dianggap tak membantu mempersiapkan anak-anak menghadapi realita kehidupan.
Merujuk pada buku karya penulis AS Paul Tough, How Children Succed: Grit, Curiosity, and The Hidden Power of Character, Claxton menujukan rasa ingin tahu dan ketahan membantu seseorang lulus dari kehidupan sesungguhnya di dunia nyata.
" Sekolah seharusnya bukan tempat untuk mendapatkan jawaban tepat agar lulus ujian. Sekolah harusnya menjadi tempat mempersiapkan seluruh anak menghadapi kehidupan," pungkas Claxton.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya