Ada Bukti DPR Tak Pernah Bahas Pasal 18 Ayat 3 PKPU
Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan Grand Final Futsal Pelajar, Laga Para Juara dengan Panggung Musik di Istora Senayan
Anak Ditinggal Sendirian saat Masih Kecil, Di Mana Batas Kebebasan dalam Pola Asuh?
Benarkah Sarden Kalengan Bukan Makanan Olahan? Ini Penjelasannya
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%
Ilustrasi (Shutterstock.com)
Dream - Kabar kepindahan sejumlah warga Ponorogo ke Malang menjadi viral di media sosial. Kepindahan itu diduga terjadi karena adanya isu kiamat.
Kabar ini menjadi viral setelah akun Facebook Rizki Ahmad Ridho menulis pertanyaan ke grup Cegatan Wilayah Ponorogo. Dia bertanya tentang eksodus warga Desa Watu Bonang, Kecamatan Badegan, Ponorogo, Jawa Timur.
Akun itu berusaha mengonfirmasi apakah kepindahan warga terkait isu kiamat yang menyebar di antara warga. Dia juga bertanya tentang warga yang menjual murah rumah dan tanah mereka sebelum pergi.
Sejak diunggah 11 Maret 2019, posting itu telah mendapat 1.300 komentar dan 991 reaksi.
Kepala Dusun Krajan, Desa Watu Bonang, Sogi, membenarkan informasi mengenai banyaknya warga yang pindah ke Malang. Setidaknya, ada 16 kepala keluarga yang pergi.
" Mereka perginya tidak bersamaan, mulainya sudah sebulan yang lalu," kata Sogi, dikutip dari laman BeritaJatim.com, Rabu 13 Maret 2019.
Sogi menyebut tidak semua warga yang pergi ke Malang menjual rumah dan tanah mereka. Menurut dia hanya ada tiga kepala keluarga yang menjual tanah dan rumahnya untuk pergi ke Malang.
Meski berpindah, Sogi menyebut warga itu tetap masih berstatus penduduk Desa Badegan. Sebab, warga yang berpindah tersebut tidak mengurus surat kepindahan.
Sogi juga mengatakan bahwa warga yang pindah ke Malang tidak pamit dengan perangkat desa.
" Jangankan Pemdes dipamiti. Lha wong sanak saudaranya saja juga tidak dipamiti. Mereka biasanya pergi saat malam hari," kata dia.
Menurut Sogi, warga yang pindah ke Malang tersebut untuk menuntut ilmu di salah satu pondok pesantren di daerah Desa Sukosari, Kecamatan Kasembon, Kabupaten Malang.
" Saya kira tidak ada masalah dengan warga lain," ujar dia.
Advertisement
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI


5 Kebiasaan Setelah Makan Malam yang Bisa Membantu Menjaga Gula Darah Semalaman

8 Kombinasi Makanan yang Bisa Membantu Tubuh Menyerap Lebih Banyak Nutrisi

5 Negara Paling Beragam Secara Etnis di Dunia, Nomor 1 Punya Lebih dari 800 Bahasa

8 Kebiasaan yang Diam-Diam Bisa Merusak Kesehatan Jantung Menurut Ahli



Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya