Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Dream - Beredar informasi yang menyebutkan bahwa telah terjadi tragedi nahas yang menyebabkan satu keluarga meninggal terbakar akibat disinfektan. Informasi tersebut diunggah oleh salah akun Facebook Cacing Campur pada 19 Oktober 2020.
Unggahan berupa video lima jenazah yang sedang disemayamkan ditutup dengan kain putih merah, tampak jenazah dalam video tersebut mengalami luka bakar.
Akun tersebut juga menambahkan keterangan sebagai berikut:
" Satu keluarga baru pulang makan di restoran/ 5 org.
Sampe di rumah badan nya di semprot Disinfektan
Lalu papa nya menyalakan korek api mau merokok
Langsung terbakar
Istri dan anak2 nya ingin menolong
Tapi lupa mereka juga baru di semprot akhohol
Ikut terbakar semua
Akhir nya ber lima meninggal
Hati2 para perokok ternyata disinfektan bisa menyala kalo kena api , kejadian di medan"

Benarkah informasi satu keluarga meninggal terbakar akibat disinfektan?
Untuk menelusuri kebenarannya, Cek Fakta Liputan6.com menelusuri klaim satu keluarga meninggal akibat disinfektan, dengan menangkap layar video tersebut untuk dijadikan bahan penelusuran menggunakan Google Image dan Yandex. Namun, tidak ditemukan situs yang mengarah pada gambar atau video tersebut.
Penelusuran dilanjutkan menggunakan Google Search dengan kata kunci keluarga meninggal terbakar akibat disinfektan'.
Penelusuran mengarah pada artikel berjudul " Heboh Keluarga Tewas Terbakar Akibat Disinfektan di Siantar, Begini Faktanya" yang dimuat situs Liputan6.com, pada 12 Oktober 2020.
Artikel situs Liputan6.com menyebutkan, pascakebakaran hebat yang melanda gudang gas elpiji di Jalan Penyabungan, Kecamatan Siantar Barat, Kota Pematang Siantar, Sumatera Utara (Sumut) pada Sabtu, 26 September 2020, beredar kabar penyebab kebakaran akibat disinfektan.
Berdasarkan kabar beredar melalui WhatsApp menyebut, " Satu keluarga baru pulang makan / 5 org. Sampe di rumah badan nya di semprot Desinfektan. Lalu papa nya menyalakan korek api mau merokok. Langsung terbakar. Istri dan anak2 nya ingin menolong. Tapi lupa mereka juga baru di semprot akhohol. Ikut terbakar semua. Akhir nya ber lima meninggal. PERINGATAN buat perokok dan sering pakai sanitizer dan hbs didesinfeksi."
Terkait kabar tersebut, saat dikonfirmasi Liputan6.com, Kasat Reskrim Polres Pematang Siantar, AKP Edi Sukamto mengatakan, hingga saat ini belum ada hasil Laboratorium Forensik (Labfor) dari pihak Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Polda Sumut).
Disinggung apakah kabar yang beredar tersebut hoaks, Edi yang dikonfirmasi melalui WhatsApp hanya menjawab singkat, dengan menyebut, " Masih dalam penyelidikan," ucapnya, Senin (12/10/2020).
Penelusuran mengarah pada akun YouTube Seputar Indonesia dengan video berjudul " Diduga Tabung Gas Bocor, Kebakaran di Pematang Siantar Telan 5 Korban Jiwa - SIP 28/09" yang diunggah pada 27.2020.

Video tersebut menampilkan pemberitaan tentang situasi penyemayaman korban kebakaran gudang LPG di Pematang Siantar. Dalam video terdapat cuplikan gambar yang menampilkan jenazah korban kebakaran yang identik dengan klaim.
Dengan hasil penelusuran yang dilakukan Cek Fakta Liputan6.com, informasi satu keluarga meninggal terbakar akibat disinfektan belum terbukti.
Hingga saat ini belum ada hasil Laboratorium Forensik (Labfor) dari pihak Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Polda Sumut).
Sumber: Liputan6.com
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya