Minta Vaksinasi Disiapkan Matang, Jokowi: `Jangan Tergesa-gesa`

Reporter : Ahmad Baiquni
Senin, 26 Oktober 2020 17:30
Minta Vaksinasi Disiapkan Matang, Jokowi: `Jangan Tergesa-gesa`
Ini agar tidak timbul ketidakpercayaan masyarakat.

Dream - Presiden Joko Widodo meminta para menteri Kabinet Indonesia Maju jilid dua untuk mempersiapkan pengadaan dan vaksinasi secara matang. Dia juga mengingatkan agar tidak tergesa-gesa dan mengabaikan kaidah saintifik.

" Hati-hati, jangan sampai kita tergesa-gesa ingin vaksinasi sehingga kita kaidah-kaidah saintifik, data-data kesehatan dinomorduakan, tidak bisa," ujar Jokowi saat memimpin Rapat Terbatas Rencana Pengadaan dan Pelaksanaan Vaksinasi, disiarkan Channel YouTube Sekretariat Presiden.

Jokowi mengatakan aspek keamanan vaksin harus menjadi fokus utama. Sehingga, kata dia, semua tahapan pengadaan dan vaksinasi harus melalui kaidah saintifik hingga standar kesehatan.

" Jangan timbul persepsi pemerintah tergesa-gesa, terburu-buru tanpa ikuti koridor-koridor ilmiah yang ada. Tolong betul-betul kita lalui semuanya meskipun ingin dipercepat, hal-hal tadi jangan sampai dilupakan," kata Jokowi.

 

1 dari 5 halaman

Dipersiapkan Secara Matang

Tak hanya itu, Jokowi juga meminta keamanan dan efektivitas vaksin juga harus diperhatikan. Proses penyuntikannya juga harus dijalankan melalui prosedur yang benar.

" Karena kalau tidak, ada satu saja yang masalah, nanti bisa menjadikan ketidakpercayaan masyarakat akan upaya vaksinasi ini," kata dia.

Selanjutnya, Jokowi mengatakan Pemerintah bergerak cepat namun penuh perencanaan matang untuk vaksinasi. Sehingga, dia meminta persiapan vaksinasi harus disusun secara detail.

" Kita harus persiapan secara matang. Mengapa perlu kecepatan? karena memang semua negara tengah berlomba-lomba untuk memperoleh vaksin secepat-cepatnya. Kita tahu, ini semuanya kejar-kejaran, semua kejar-kejaran vaksin agar warga mereka bisa pulih, ekonominya bangkit," kata Jokowi.

 

Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.

2 dari 5 halaman

Doa Jokowi Untuk Para Dokter Meninggal Akibat Covid-19

Dream - Presiden Joko Widodo memberikan apresiasi begitu tinggi pada pengabdian, perjuangan dan pengorbanan para dokter. Terutama selama penanganan Covid-19.

Jokowi mengatakan di tengah pandemi Covid-19, masyarakat menyaksikan secara langsung bagaimana para dokter dengan tangguh berjuang mengatasi pandemi Covid-19. Mereka rela mengorbankan waktu dan tenaga demi menyelamatkan nyawa sesama.

Jokowi juga menyampaikan duka cita mendalam kepada keluarga para dokter yang meninggal akibat Covid-19. Dia berharap keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan

" Kita berdoa agar amal ibadahnya, pengabdiannya diterima oleh Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa," ujar Jokowi dalam video yang diunggah pada channel YouTube Sekretariat Presiden.

Jokowi mengatakan para dokter telah menunjukkan keteladanan luar biasa di tengah pandemi Covid-19. Juga menjadi bagi semua anak bangsa.

" Keteladanan yang ditunjukkan para dokter di masa pandemi ini telah menginspirasi jutaan anak bangsa untuk saling menolong, saling peduli, bersatu-padu meringankan beban sesama, bersinergi mengatasi pandemi, dan berjuang bersama untuk pulih dan bangkit," kata Jokowi.

 

Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.

 

3 dari 5 halaman

Isi Libur Panjang dengan Aman, Staycation Jadi Pilihan Tepat

Dream - Masa libur panjang kerap dimanfaatkan masyarakat untuk bepergian dan berwisata. Hal ini menjadi kekhawatiran pemerintah lantaran adanya potensi kenaikan kasus Covid-19 pasca liburan.

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19, Reisa Brotoasmoro menyayangkan jika hal itu terjadi. Dia pun membagikan tips menikmati liburan dengan aman meski di luar rumah.

Reisa mengatakan staycation bisa jadi pilihan tepat mengisi libur panjang di masa pendemi Covid-19. Staycation atau liburan di rumah saja merupakan aktivitas yang aman dan dapat membuat masyarakat mengendalikan lingkungannya.

" Rumah dibersihkan dan didisinfeksi secara rutin. Pastikan peredaran udara segar dan lancar dengan membuka ventilasi atau jendela, biarkan sinar matahari masuk," ujar Reisa.

 

 

4 dari 5 halaman

Aktivitas Seru

Reisa mengatakan staycation tidak kalah seru dengan aktivitas liburan di luar rumah. Selain itu, sudah banyak penyedia jasa wisata yang menawarkan tur secara virtual ke tempat-tempat wisata.

Bisa juga memanfaatkan internet untuk menonton konser musik atau film. Atau bermain permainan seru bersama keluarga.

" Nah, untuk olahraga, kami sudah pernah menyampaikan pedoman dari Kementerian Pemuda dan Olahraga opsi melakukan olahraga di rumah sebagai opsi terbaik. Yoga misalnya, senam atau mempraktekkan tips stretching dan angkat beban," kata Reisa.

 

5 dari 5 halaman

Buat Yang Berencana Keluar Kota

Untuk masyarakat yang sudah memutuskan bepergian, disarankan memilih moda transportasi yang menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Seperti menggunakan pesawat atau kereta api.

" Bagi yang memakai transportasi umum, pastikan jadwalnya sudah dipilih dari jauh hari. Agar dapat menjauhi kerumunan atau bahkan antrian panjang. Dalam perjalanan wajib memakai masker, hindari makan atau minum, hindari mengobrol panjang di bus atau kereta," kata dia.

Untuk masyarakat yang menginap, dianjurkan memilih hotel atau akomodasi yang patuh dan disiplin menerapkan sanitasi dan protokol kesehatan. Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif sudah meminta destinasi wisata untuk menerapkan prinsip CHSE.

" Yaitu Cleanlines, Health, Safety and Environment sustainability. Atau bersih, sehat dan aman terutama dari ancaman COVID-19 dan jangan lupa tetap ramah lingkungan," jelas Reisa.

 

Beri Komentar