Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Dream - Sekelompok pakar penerbangan mengklaim mereka telah menemukan lokasi jatuhnya pesawat Malaysia Airlines MH370. Pesawat nahas dari maskapai penerbangan Malaysia ini diketahui menghilang misterius pada 8 Maret 2014, atau lebih dari 6 tahun yang lalu.
Menurut laporan dari The Daily Mail seperti dikutip dari World of Buzz, Senin, 26 Oktober 2020, seorang insinyur Victor Ianello dan timnya, yang berbasis di Amerika Serikat, mengumumkan penemuan itu di situs berita penerbangan, AirLive, awal pekan ini.
Iannello merupakan satu dari empat ahli yang pernah bekerja di studi lokasi kecelakaan.
Bangkai pesawat tidak pernah ditemukan, dengan hanya beberapa pecahan yang terdampar di pantai pulau di barat Samudra Hindia.
Lannello meyakini bahwa Boeing 777 terbang 4.340 km melewati Indonesia, sebelum jatuh ke Samudra Hindia Selatan di dekat koordinat S34.2342 dan E93.7875, sekitar 2.070 km di lepas pantai Perth, Australia.
Seperti dikutip AirLive, dia mengatakan bahwa, "pesawat berada dalam jarak 100 mil laut dari titik perkiraan terakhirnya."
Pakar penerbangan lainnya, Byron Bailey, mengatakan para penyelidik telah mencari di "tempat yang salah".

Dia mengklaim bahwa pencarian berada dalam jarak 30 km dari tempat dia memperkirakan bahwa puing-puing pesawat berada.

Bailey juga percaya bahwa pilot berusaha untuk membuang pesawat sejauh mungkin ke selatan sehingga puing-puing kecil dapat ditemukan.
Hilangnya MH370 saat dalam perjalanan dari Kuala Lumpur ke Beijing, dengan 239 orang di dalamnya, terus membingungkan para ahli, dan dianggap sebagai misteri terbesar industri penerbangan.
Operasi terakhir untuk menemukan pesawat berakhir pada Mei 2018, ketika perusahaan eksplorasi yang berbasis di Amerika Serikat, Ocean Infinity gagal menemukan pesawat tersebut setelah mencari lebih dari 112.000 km persegi di dasar laut selama 3 bulan.
Sumber: World of Buzz
Advertisement

Benarkah Kecerdasan Manusia Menurun? Studi Ungkap Tren Mengkhawatirkan Sejak 2012

Mengapa Anak Suka Makan Upil? Sains Punya Penjelasan di Balik Kebiasaan Ini

Kurang Tidur Bisa Ganggu Gula Darah dan Kesehatan Jantung, Olahraga 10–15 Menit Ini Bisa Membantu

Sering Buang Angin Tanpa Sebab Jelas? Kebiasaan Mengunyah Permen Karet Bisa Jadi Pemicunya

Sambut Tren Warna 2027, JOTUN Hadirkan 24 Warna dalam Koleksi JOURNEYS

Sering Mengalami Suduken Saat Olahraga? Ini Penyebab dan Cara Cepat Meredakannya

Ekonomi RI Ditekan Perang, Bencana, dan Korupsi, JK: 'Punya Uang Saja Tidak Cukup'