Kemenag Alokasikan Rp1,178 T untuk Pendidikan Agama Online

Reporter : Ahmad Baiquni
Senin, 26 Oktober 2020 07:03
Kemenag Alokasikan Rp1,178 T untuk Pendidikan Agama Online
Bantuan ini akan diberikan kepada institusi pendidikan semua agama.

Dream - Kementerian Agama menyiapkan anggaran Rp1,178 triliun untuk bantuan pembelajaran jarak jauh (PJJ) pendidikan agama. Bantuan ini diberikan setelah mendapat persetujuan dari Kementerian Keuangan.

" Anggaran ini dialokasikan untuk mendukung pelaksanaan pembelajaran jarak jauh di madrasah, Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam, dan lembaga pendidikan agama yang dikelola Ditjen Bimas Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, dan Khonghucu," ujar Sekjen Kemenag, Nizar, melalui keterangan tertulis diterima Dream.

Nizar mengatakan bantuan akan diberikan dalam bentuk paket data internet baik untuk pendidik maupun peserta didik. Dalam penyaluran bantuan ini, Kemenag akan menggandeng lima operator jaringan seluler di Indonesia.

" Keterbatasan paket data selama ini menjadi salah satu kendala dalam pelaksanaan PJJ di masa pandemi. Kemenag akan memberikan bantuan itu, dan semoga ke depan PJJ akan lebih lancar dan tidak membebani pendidik dan peserta didik," kata Nizar.

 

 

1 dari 5 halaman

Kuota Internet Gratis Tiga Bulan

Selanjutnya, Nizar berharap program ini dapat memberikan kemudahan bagi para siswa, mahasiswa, guru dan dosen menjalankan PJJ. " Mereka akan menerima kuota internet gratis selama tiga bulan," ucap dia.

Sebelum ada alokasi PJJ, Dirjen Pendidikan Islam menjalin kerja sama dengan lima penyedia jasa jaringan internet menyediakan kartu perdana gratis bagi sivitas akademika madrasah. Program ini digulirkan pada September 2020 dan mulai dimanfaatkan pendidik dan peserta didik madrasah.

" Semua ini bagian dari upaya Kementerian Agama meringankan beban ekonomi orangtua saat pandemi yang bersumber dari dana di luar APBN," kata Nizar.

 


Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.

2 dari 5 halaman

Daftar Pesantren dan Lembaga Pendidikan Islam yang Akan Terima Bantuan Rp2,6 T

Dream - Pemerintah telah mengalokasikan dana Rp2,599 triliun untuk bantuan penanganan dampak Covid-19 untuk pesantren dan lembaga pendidikan keagamaan Islam. Kementerian Agama akan mengalokasikan anggaran tersebut sebgai Bantuan Operasional Pendidikan (BOP). 

Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Ditjen Pendidikan Islam Kemenag, Waryono, mengatakan, anggaran BOP itu akan diberikan untuk 21.173 pesantren kategori kecil, sedang dan besar.

Rinciannya sebanyak 14.906 pesantren kategori kecil dengan santri berjumlah 50-500 orang mendapat bantuan sebesar Rp25juta. Selanjutnya 4.032 pesantren kategori sedang dengan jumlah santri 500-1.500 orang akan mendapat bantuan Rp40juta.

" Bantuan juga akan diberikan kepada 2.235 pesantren kategori besar dengan santri di atas 1.500 orang. Nilai bantuannya adalah Rp50juta," kata Waryono.

 

3 dari 5 halaman

Bantuan juga disalurkan kepada Lembaga Pendidikan Keagamaan Islam yaitu Madrasah Diniyah Takmiliyah (MDT) sebanyak 62.153 unit. Masing-masing MDT akan mendapat Rp10 juta.

Tak hanya itu, bantuan juga diserahkan kepada 112.008 Lembaga Pendidikan Al Qur'an (LPQ). Masing-masing LPQ akan mendapat bantuan Rp10 juta.

" Selain bantuan operasional, Kemenag juga berikan bantuan pembelajaran daring kepada 14.115 lembaga. Masing-masing lembaga akan mendapat Rp15 juta namun diberikan per bulan Rp5juta selama tiga bulan," tutur Waryono.

Selanjutnya, Waryono menjelaskan BOP diberikan kepada Pesantren dan Pendidikan Keagamaan Islam yang aktif menyelenggarakan kegiatan pembelajaran serta terdaftar pada Kantor Kementerian Agama. Status terdaftar ini dibuktikan dengan Nomor Statistik Lembaga.

" BOP berbentuk bantuan uang tunai yang berasal dari DIPA Pusat/DIPA Daerah Tahun 2020," terang Waryono.

 

4 dari 5 halaman

BOP ini dapat digunakan untuk pembiayaan operasional pesantren dan pendidikan keagamaan Islam. Seperti untuk membayar listrik, air, dan keamanan.

BOP juga bisa digunakan untuk pembiayaan kebutuhan protokol kesehatan. Misalnya pengadaan sabun, hand sanitizer, masker, thermal scanner, penyemprotan disinfektan, wastafel, alat kebersihan.

" Boleh juga untuk pembiayaan hal lain yang mendukung penerapan protokol kesehatan," terangnya.

 

5 dari 5 halaman

Untuk mendapatkan bantuan, pesantren dan lembaga pendidikan keagaman Islam harus mengikuti prosedur berikut:

1. Pengajuan bantuan dilakukan melalui usulan langsung pesantren dan pendidikan keagamaan atau organisasi yang membawahinya, ditujukan kepada Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kemenag/Kanwil Kemenag Provinsi/ Kantor Kemenag Kab/Kota.

2. Usulan pengajuan tertulis ditandatangani oleh pimpinan pesantren dan lembaga pendidikan keagamaan Islam atau organisasi yang membawahinya ditujukan kepada Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) dan dikirimkan ke alamat Direktorat Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Ditjen Pendidikan Islam Kemenag/Kanwil Kemenag Provinsi/Kantor Kemenag Kab/Kota.

3. Nama Pesantren dan lembaga keagamaan Islam yang mengajukan bantuan akan dimasukkan dalam daftar pemohon BOP Pesantren dan BOP Pendidikan Keagamaan Islam pada Masa Pandemi Covid-19.

4. Berdasarkan hasil verifikasi, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) akan menetapkan Surat Keputusan penerima BOP Pesantren dan BOP Pendidikan Keagamaan Islam pada Masa Pandemi Covid-19 yang disahkan oleh KPA.

" Jadi pesantren dan lembaga pendidikan keagamaan Islam yang akan menerima bantuan adalah yang sudah ditetapkan PPK dan disahkan KPA," tutur Waryono.

Waryono mengatakan dana disalurkan secara langsung ke rekening Pesantren dan Lembaga Pendidikan Keagamaan Islam penerima bantuan. Dia menjamin tidak ada potongan dalam bentuk apapun.

" Bila ada oknum yang meminta fee dengan mengatasnamakan Kemenag, segera lapor ke Kementerian Agama Pusat, Provinsi, atau Kab/Kota," kata dia.

Beri Komentar