Diagnosis ADHD dan Autisme Meningkat Tajam, Studi Besar Ungkap Perubahan Siapa yang Terdiagnosis
Limbah Makanan di Indonesia Sangat Tinggi, Pastikan Lakukan 5 Hal Ini di Rumah
Berhenti Makan Gula Bikin Pusing dan Mudah Marah? Ini Cara Meredakan Gejalanya
Mengapa Sulawesi Dikenal dengan Nama Celebes? Begini Asal-usul Nama yang Dipakai Bangsa Eropa
Kebiasaan Sederhana Ini Disebut Bisa Bikin Pernikahan Lebih Kuat, Tak Perlu ke Gym
IHSG Dibuka Menguat ke Level 5.940 di Tengah Aksi Hati-Hati Investor
8 Tanda Tubuh Kebanyakan Kafein, dari Jantung Berdebar hingga Sulit Tidur
Jalan Kaki Bisa Bantu Turunkan Berat Badan, Ini 5 Cara Membuatnya Lebih Efektif
(Foto: Shutterstock.com)
Dream - Vaksin menjadi salah satu pencegah penularan penyakit. Penggunaan vaksin cukup efektif untuk menekan penyebaran sejumlah wabah.
Vaksin merupakan produk farmasi yang dihasilkan dari proses bioteknologi sangat rumit. Para peneliti harus melewati berbagai tahapan, mulai dari penentuan bibit, pengujian pra-klinik kepada hewan, lalu pengujian klinik kepada manusia yang dibagi dalam tahap I, II dan III.
" Tujuan dari proses uji klinik ini adalah memastikan keamanan vaksin yang diuji, karena kalau kita bicara soal vaksin tidak ada tawar menawar tentang keamanan, itu mutlak. Kedua baru kita bicara tentang efektivitas," ujar Ahli Virologi, Dirga Sakti Rambe.
Seluruh tahapan tersebut juga berjalan pada proses penemuan vaksin Covid-19 khususnya di Indonesia. Pemerintah tengah mengupayakan pengadaan dan produksi vaksin Covid-19 di dalam negeri.
Tujuannya tidak lain untuk menghentikan penyebaran. Juga untuk menurunkan kesakitan dan kematian akibat Covid-19.
Selama vaksin belum ada, Dirga menyatakan masyarakat wajib menerapkan protokol 3M dengan memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan dengan sabun di air mengalir. Hal ini juga berlaku untuk pasien positif Covid-19 yang sudah sembuh karena ada laporan infeksi ulang pada beberapa kasus.
" Durasi, proteksi antibodi virus Covid-19 masih dalam penelitian. Saat ini sedang uji klinik. Intinya saat ini kita tetap harus melakukan 3M, sekalipun kita pernah terinfeksi Covid-19," ucap dia, dikutip dari Covid19.go.id.
Sejumlah bukti telah menunjukkan vaksin efektif mencegah penularan penyakit. Saat ini, pemerintah tengah menunggu data hasil uji klinis tahap III vaksin Covid-19.
Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.
Dream - Perkembangan teknologi berdampak besar pada peradaban manusia. Tidak terkecuali di bidang kesehatan, lebih spesifik ke bidang farmasi.
Ahli Virologi Universitas Udayana, Ngurah Mahardika, mengatakan penemuan vaksin di zaman dulu membutuhkan waktu lama dan proses yang sangat panjang. Kehadiran teknologi memungkinan ditemukannya vaksin dalam waktu relatif singkat.
" Zaman dahulu tentu harus dapat agennya dulu yang murni, setelah itu diperbanyak, dan kemudian baru disiapkan sebagai vaksin. Itu yang menempuh waktu yang lama. Zaman sekarang, teknologi telah memungkinkan kita melakukannya dengan cepat. Tidak perlu lagi agen penyakit dan bisa dibuat sintetis, jadi bisa sangat cepat," ujar Mahardika.
Mahardika menjelaskan terdapat sedikitnya empat ragam vaksin berdasarkan bahan dasar pembuatannya. Ragam tersebut yaitu berbasis virus murni yang dimatikan sehingga tidak berbahaya bagi manusia, berbasis DNA atau mRNA, berbasis adenovirus, dan terakhir berbasis protein.
" Ragam basis vaksin ini punya kelebihan dan kekurangan tentunya, seperti vaksin berbasis virus yang dimatikan yang saat ini diujicobakan di Indonesia adalah jenis paling lazim, sehingga regulasi penggunaanya jauh lebih ringkas," kata Mahardika.
Sementara, lanjut dia, vaksin berbasis DNA dan adenovirus memang belum ada contohnya di Indonesia. Sehingga regulasinya memakan waktu lama.
Meski teknologi mempercepat proses penemuan vaksin, faktor kunci yang tidak boleh diabaikan adalah memastikan keamanannya. Para peneliti dan pengembang tidak bisa mengkompromikan aspek kualitas, daya guna dan keamanan bakal vaksin, termasuk pada vaksin Covid-19.
" Untuk aspek keamanan ini dimulai sejak fase pre-klinis yang diujikan pada hewan, lalu fase I yang melibatkan relawan manusia, fase II yang melibatkan ratusan relawan, dan fase III yang melibatkan ribuan relawan," ucap dia.
Pada semua fase, lanjut Mahardika, aspek keamanan dan daya guna menjadi perhatian serius. Teutama pada pada fase III yang melibatkan ribuan hingga puluhan ribu orang.
Tak hanya itu, setelah beredar di masyarakat vaksin akan terus dimonitor dan diaudit terus menerus untuk memastikan keamanannya.
Indonesia sangat memungkinkan untuk mengembangkan vaksin Covid-19 secara mandiri. Tetapi, kerjasama dalam masa pandemi Covid-19 seperti saat ini bukanlah hal yang tabu.
Kerjasama bertujuan untuk mendapatkan data berkualitas tinggi. Peneliti dan ilmuan di Indonesia juga membuka data-data kajian dalam negeri untuk memberi sumbangsih kepada keilmuan dunia dan menerima input positif dari peneliti luar negeri.
" Tanpa kerja sama saya kira kita mampu, tapi untuk mencapai kemajuan yang pesat dirasa perlu dengan jalan kerjasama antar negara dan keilmuan dunia," ucap Mahardika, dikutip dari Covid19.go.id.
Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.
Advertisement
Limbah Makanan di Indonesia Sangat Tinggi, Pastikan Lakukan 5 Hal Ini di Rumah

IHSG Dibuka Menguat ke Level 5.940 di Tengah Aksi Hati-Hati Investor


Pertamina dan MedcoEnergi Ambil 10% Hak Partisipasi Sumur Gas di Kaltim Milik Eni S.p.A

Dibuka Menguat ke Level 6.109,32, IHSG Bergerak di 2 Zona pada Awal Perdagangan


Jalan Kaki Bisa Bantu Turunkan Berat Badan, Ini 5 Cara Membuatnya Lebih Efektif

8 Tanda Tubuh Kebanyakan Kafein, dari Jantung Berdebar hingga Sulit Tidur

IHSG Dibuka Menguat ke Level 5.940 di Tengah Aksi Hati-Hati Investor

Kebiasaan Sederhana Ini Disebut Bisa Bikin Pernikahan Lebih Kuat, Tak Perlu ke Gym

Diagnosis ADHD dan Autisme Meningkat Tajam, Studi Besar Ungkap Perubahan Siapa yang Terdiagnosis

Limbah Makanan di Indonesia Sangat Tinggi, Pastikan Lakukan 5 Hal Ini di Rumah

Berhenti Makan Gula Bikin Pusing dan Mudah Marah? Ini Cara Meredakan Gejalanya