Tepergok Tak Bermasker di Seoul, Warga Kena Denda Rp1,2 Juta

Reporter : Razdkanya Ramadhanty
Senin, 9 November 2020 10:01
Tepergok Tak Bermasker di Seoul, Warga Kena Denda Rp1,2 Juta
Sebagai upaya pencegahan penyebaran virus corona di kota tersebut.

Dream - Pemerintah kota metropolitan Seoul, Korea Selatan akan mulai memberlakukan aturan ketat untuk mencegah penyebaran Covid-19. Warga ibu kota Negeri Ginseng itu akan langsung dijatuhi denda 100.000 won atau setara Rp1,2 juta, jika ketahuan tidak memakai masker saat berada di luar rumah.

Aturan penggunaan wajib masker dan denda ini rencananya akan mulai berlaku pada 13 November 2020 setelah masa percobaan satu bulan, kata salah satu pejabat setempat.

Dilansir dari laman Yonhap News, Senin, 9 November 2020, pemerintah kota Seoul mengatakan aturan tersebut diberlakukan dalam skala yang lebih luas daripada yang diminta oleh pemerintah pusat. Salah satunya adalah warnet dan bioskop yang menjadi sasaran regulasi baru tersebut.

Namun aturan itu tidak akan diberlakukan untuk anak-anak di bawah usia 14 tahun, penyandang disabilitas dan mereka yang didiagnosis dengan kondisi medis yang membuat mereka sulit bernapas melalui masker.

“ Tujuan peraturan itu bukan untuk memungut denda tetapi untuk menghentikan penyebaran Covid-19 dengan mengikuti pedoman jaga jarak sosial,” kata seorang pejabat pemerintah kota.

(Sah, Sumber: merdeka.com)

1 dari 5 halaman

2 dari 5 halaman

Selain Wajib Pakai, Ini Cara Aman Gunakan Masker Saat Berolahraga Kala Pandemik

Dream - Membawa masker cadangan merupakan hal yang penting dilakukan selama masa pandemik Covid-19 ini. Penutup mulut dan hidung ini terutama penting dibawa lebih banyak jika kamu tengah berolahraga.

Dokter Muliadi Limanjaya, Dokter Umum di RS Pondok Indah – Bintaro Jaya mengingatkan masker cadangan harus selalu dibawa saat berolahraga karena banyaknya keringat yang mengucur. Belum lagi masker akan menjadi basah sehingga mempersulit pemakai saat bernapas.

" Bahkan untuk udara biasa sendiri akan terhambat untuk lewat, sehingga menyebabkan fungsi dari masker menjadi terganggu," kata Muliadi dikutip dari Merdeka.com, Kamis 5 November 2020.

 

 

3 dari 5 halaman

Alasannya?

Masker basah bisa menyebabkan gangguan pada sistem pernapasan dan sirkulasi. Dr Muliadi menyarankan untuk senantiasa membawa cadangan dan segera menggantinya bila masker yang dipakai sudah basah.

Masker wajib dipakai untuk olahraga dengan intensitas ringan hingga sedang.

Untuk membiasakan diri, Dr Muliadi menyarankan berlatih secara rutin dan bertahap, sehingga fungsi sistem pernapasan semakin meningkat. Juga bisa mengkompensasi kondisi olahraga dengan fungsi pertukaran udara yang tertutup oleh masker.

Sebaiknya juga jika akan melakukan olahraga dengan intensitas tinggi, pilih tempat yang sepi atau gunakan masker khusus untuk olahraga.

4 dari 5 halaman

Bahaya Masker Basah

Dokter spesialis kedokteran olahraga Michael Triangto, Sp.KO menuturkan hal senada. Ia mengatakan masker yang basah akan melekat di hidung dan mulut, jadi proses bernapas justru lebih sulit.

" Harus bawa masker lebih dari satu. jadi pas basah cepat diganti kalo tidak akan menghalangi proses bernapas," ujar Michael.

5 dari 5 halaman

Lebih lanjut, penggunaan masker saat berolahraga dengan intensitas ringan hingga sedang takkan mempersulit sistem pernapasan.

Dia menjelaskan olahraga untuk menjaga kesehatan dilakukan dengan intensitas ringan hingga sedang, sementara olahraga dengan intensitas berat diperuntukkan bagi atlet yang akan bertanding.

Saat mengganti masker setiap empat jam sekali atau ketika sudah basah, ada juga beberapa hal yang harus dilakukan bila tidak ingin ada jerawat yang muncul akibat penggunaan masker (maskne).

Sebisa mungkin cuci muka dengan air dingin sebelum ganti masker. Jika tidak bisa, kamu disarankan untuk menyeka wajah untuk membersihkan sisa keringat dan uap air yang menempel.

Sumber: Merdeka.com

Beri Komentar