Berhenti Makan Gula Bikin Pusing dan Mudah Marah? Ini Cara Meredakan Gejalanya
Mengapa Sulawesi Dikenal dengan Nama Celebes? Begini Asal-usul Nama yang Dipakai Bangsa Eropa
Kebiasaan Sederhana Ini Disebut Bisa Bikin Pernikahan Lebih Kuat, Tak Perlu ke Gym
IHSG Dibuka Menguat ke Level 5.940 di Tengah Aksi Hati-Hati Investor
8 Tanda Tubuh Kebanyakan Kafein, dari Jantung Berdebar hingga Sulit Tidur
Jalan Kaki Bisa Bantu Turunkan Berat Badan, Ini 5 Cara Membuatnya Lebih Efektif
Apa yang Masih Bisa Dilakukan Manusia yang Tak Bisa Dilakukan AI?
Prabowo Ramai-Ramai Dicalonkan Lagi
Legenda Sepakbola Turki Hakan Sukur (theguardian.com)
Dream - Turki telah mengeluarkan surat penahanan bagi mantan pesebakbola nasional negara itu, Hakan Sukur. Sukur, yang dikenal sebagai legenda sepakbola Turki, dituduh terlibat dalam gerakan kudeta terhadap pemerintahan Presiden Reccep Tayib Erdogan.
Jaksa agung Turki menuduh Sukur merupakan anggota kelompok teroris bersenjata pimpinan ulama Fethullah Gulen. Ankara menyebut Gulen merupakan tokoh di balik kudeta gagal pada 15 Juli lalu.
Penahanan ini tampaknya didasarkan pada tuduhan Sukur menghina Erdogan. Sukur memang menulis status bernada kasar di akun Twitternya pada Februari lalu, namun dia tidak menujukan status tersebut bagi Erdogan.
Dia pun berusaha menjelaskan hal itu, tetapi jaksa menolak dan berkukuh tokoh yang dimaksud dalam status itu adalah Erdogan. Akibatnya, Sukur diancam dengan hukuman penjara selama empat tahun.
Sukur merupakan pemain sepakbola yang berkarir dari 1987 hingga 2007. Dia merupakan gelandang penyerang produktif dalam sejarah tim nasional Turki, dengan 51 gol dalam 112 penampilan.
Dia juga dikenang sebagai pemain yang berjasa lantaran mengantarkan timnas Turki berada di posisi ketiga tim dengan permainan terbaik saat Piala Dunia 2002. Sukur pernah bermain di sejumlah klub seperti Galatasaray, Internazionale, dan Blackburn Rovers.
Usai menanggalkan sepatu, Sukur terjun di dunia politik dan terpilih sebagai anggota parlemen dari Partai Keadilan dan Pembangunan (AKP), partai pengusung Erdogan. Tapi dia memutuskan mundur pada 2013 usai investigasi korupsi yang menyasar Erdogan dan lingkaran dalamnya, dan berpihak kepada gerakan Gulen.
Sepasukan polisi melakukan penggeledahan di sebuah rumah di Istanbul, diyakini milik Sukur. Rumah orangtua Sukur juga digeledah, namun sang ayah, Sermet Sukur tidak ditemukan.(Sah)
Sumber: theguardian.com
Advertisement

Sering Merasa Orang Lain Tidak Menyukai Anda? Bisa Jadi Ini Hanya ‘Liking Gap’

Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?

Sudah Tidur 8 Jam tapi Tetap Lelah? Bisa Jadi Anda Kekurangan 7 Jenis Istirahat Ini


Berhenti Makan Gula Bikin Pusing dan Mudah Marah? Ini Cara Meredakan Gejalanya

Mengapa Sulawesi Dikenal dengan Nama Celebes? Begini Asal-usul Nama yang Dipakai Bangsa Eropa

Kebiasaan Sederhana Ini Disebut Bisa Bikin Pernikahan Lebih Kuat, Tak Perlu ke Gym