Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Pembukaan Pendaftaran Murid Wanita Sekolah Penerbangan Saudi (Alarabiya.net)
Dream - Sebuah sekolah penerbangan di Arab Saudi membuka kesempatan kepada kaum hawa untuk menjadi pilot. Kebijakan ini diterapkan pengelola sekolah penerbangan menyusul dicabutnya larangan mengemudi bagi wanita yang sudah berjalan puluhan tahun.
Akademi Penerbangan Oxford, lembaga pendidik pilot terkemuka di Saudi siap menerima ratusan berkas pendaftaran dari calon murid wanita. Pengelola berharap pendidikan calon pilot wanita bisa dimulai pada September di kampus cabang baru mereka di Dammam.
" Masyarakat harus pergi ke luar negeri (untuk belajar penerbangan) yang tentu lebih sulit bagi wanita daripada pria," ujar salah satu pendaftar, Dalal Yashar, yang sudah lama ingin jadi pilot.
Kesempatan ini tentu disambut kaum hawa dengan penuh suka cita. Dalal mengatakan hal ini merupakan salah satu bentuk kemerdekaan bagi wanita di Saudi.
" Sebentar lagi kami tidak akan hidup di era para wanita dibolehkan (bekerja) di bidang yang terbatas. Seluruh jalan kini terbuka bagi wanita," ucap Dalal, dikutip dari Alarabiya.
Akademi calon pilot wanita ini merupakan bagian dari proyek senilai US$300 juta, setara Rp4,3 triliun, untuk pengembangan industri penerbangan di Saudi. Proyek itu juga mencakup pemeliharaan pesawat dan pengadaan pusat simulasi penerbangan internasional di bandara.
" Para pelajar menjalani pendidikan dan latihan praktik di akademi selama tiga tahun," ujar Direktur Eksekutif Akademi Penerbangan Oxford, Othman Al Moutairy.
(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya