Sering dengar Lantunan Alquran, Pejabat Ini Masuk Islam

Reporter : Muhammad Ilman Nafi'an
Minggu, 30 Juni 2019 11:12
Sering dengar Lantunan Alquran, Pejabat Ini Masuk Islam
Ia sudah mulai memikirkan masuk Islam sejak dua tahun lalu

Dream - Hidayah merupakan hak prerogratif Allah SWT memilih hamba yang dikehendaki-Nya. Berbagai kisah menarik para penerima hidayah juga sering kita dengar.

Baru-baru ini, salah satu pejabat dari Sampang, Madura mendapat hidayah karena sering mendengarkan lantunan ayat suci Alquran. Ia adalah Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sampang, Anang Djoenaidi Santoso.

Anang mengaku, sudah dua tahun ini memikirkan untuk pindah keyakinan dan memilih masuk Islam untuk menjadi mualaf.

" Tiap mendengar ayat Alquran, hati terasa damai dan tenang," ujar Anang dikutip dari laman Liputan6.com.

Setelah dua tahun bergulat dengan batinnya, Anang mantap menjadi mualaf pada Kamis, 27 Juni 2019 dengan bimbingan Rois Syuriah PCNU Sampang, KH Syafiuddin Abdul Wahid.

Syafiuddin berharap, iman Islam yang diterima Anang bisa berjalan istiqamah dan terus menjaga nilai-nilai ajaran Islam.

" Kami doakan, semoga Pak Anang menjadi manusia yang lebih baik dan istiqomah memeluk agama Islam," kata Syafiuddin.

(Sumber: Liputan6.com/Musofa Aldo)

1 dari 7 halaman

Keputusan Mualaf Deddy Corbuzier Ditentang Keluarga?

Dream - Rencana Deddy Corbuzier untuk mengucap Syahadat di pesantren milik Gus Miftah di Yogyakarta tidaklaah mudah. Keputusannya menjadi seorang mualaf ternyata memunculkan kontroversi di keluarganya.

" Ya kontroversi pasti adalah," kata Gus Miftah saat dihubungi, Kamis 20 Juni 2019.

Meski begitu, kata Gus Miftah, Deddy Corbuzier tidak patah arang. Dia menyebut bahwa Deddy tetap akan melanjutkan niatnya untuk menjadi seorang mualaf dengan mengucap Syahadap pada Jumat besok.

" Aku bilang kalau Deddy cerdas dan bisa menjelaskan ke keluarganya. Ya doakan saja semoga lancar," kata Gus Miftah.

Maka dari itu, Gus Miftah pun terus memberikan dukungan dan masukan kepada Deddy agar kuat menjadi seorang mualaf. Karena tidak mudah untuk menjalaninya.

" Saya bilang ke Deddy kalau orang masuk Islam pasti banyak ujian. Kamu harus sabar dan yakin kalau semua ini bisa dilewati," tutur Gus Miftah.

2 dari 7 halaman

Belajar Islam 8 Bulan

Dream - Deddy Corbuzier dikabarkan akan segera pindah keyakinan dengan menjadi seorang mualaf. Kabar keinginan tersebut diungkapkan sahabat sekaligus pemuka agama yang selama ini berkonsultasi dengan Deddy, Gus Miftah.

Menurut Gus Miftah, ayah satu anak itu sudah beberapa bulan ini mendalami agama Islam.

" Delapan bulan prosesnya," ujar Gus Miftah dikutip Dream dari liputan6.com, Rabu 19 Juni 2019.

 deddy corbuzier

Foto : @mastercorbuzier

Gus Miftah mengaku tidak mudah untuk memberikan penjelasan tentang Islam kepada pria berkepala pelontos ini. Alasannya, Deddy Corbuzier termasuk tipe orang yang kritis dan ingin mengetahui berbagai hal tentang Islam melalui penjelasan secara detail.

" Dia itu kan orangnya kritis banget. Kayak fenomena bulan Ramadan orang menutup rumah makan. Yang menurut saya enggak layak kita teriak-teriak takbir untuk menutup rumah makan, dan dia sepemahaman seperti saya," kata Gus Miftah.

3 dari 7 halaman

Deddy Corbuzier Akui Menuju Mualaf, Rajin Belajar Islam

Dream Deddy Corbuzier membuat pengakuan mengejutkan. Dia menyatakan sedang dalam proses menuju mualaf.

Hal itu disampaikan Deddy dalam video yang diunggah di channel YouTubenya. Dia juga mengatakan sedang rajin belajar mengenai agama Islam.

" Mungkin Anda semua sudah tahu kalau saya sedang dalam perjalanan untuk jadi mualaf, itu sudah rahasia umum," kata Deddy dalam video dengan judul 'Benar atau Baik, Benar Juga Harus Baik. (Dimarahin Ustad dan Jalan Mualaf)'.

  Deddy Corbuzier

Deddy mengatakan belakangan dia kerap mengunggah video yang berkaitan dengan. Di antaranya dialog dengan sejumlah ustaz.

" Banyak sekali subscriber saya yang mendoakan agar saya dapat hidayah, terima kasih dukungan buat saya," kata dia.

Dalam belajar Islam, Deddy didampingi oleh pengasuh Pondok Pesantren Ora Aji, KH Miftah Maulana Habiburrahman atau Gus Miftah. Menurut dia, Gus Mftah sudah seperti sahabatnya.

Deddy baru saja mendapat teguran dari Gus Miftah. Ini karena terjadi kegaduhan di media sosial yang dipicu unggahan Deddy.

4 dari 7 halaman

Ini Videonya

5 dari 7 halaman

Deddy Cirbuzier Pindah Agama, Haruskah Mualaf Ganti Nama?

Dream - Hidayah akhirnya mendatangi pesohor, Deddy Corbuzier. Akhir pekan lalu, Deddy mengucapkan syahadat dan resmi menjadi seorang muslim. Dua nama yaitu Ahmad dan Muhammad diusulkan menambah namanya selama ini. 

Nama punya peranan penting bagi diri setiap orang. Hal ini menjadi identitas yang melekat pada seseorang.

Lewat nama, kita bisa mudah mengenali seseorang. Selain itu, bagi sebagian orang, nama juga menjadi jalan untuk mengetahui jalur keturunan.

Pentingnya memiliki nama tentu disadari oleh semua orang. Tanpa melihat latar belakang apapun, setiap bayi yang lahir akan mendapatkan namanya masing-masing.

Pun demikian dalam Islam. Bahkan Islam menyatakan nama pada seseorang mengandung doa dan harapan dari orangtuanya.

Terdapat fenomena tersendiri pada non-Muslim ketika menjadi mualaf. Tidak hanya memeluk Islam, mereka juga mengubah namanya menjadi nama baru yang terkesan Islami.

Tetapi, apakah hal ini memang sebuah keharusan?

6 dari 7 halaman

Anjuran Memberi Nama Baik

Dikutip dari Bincang Syariah, terdapat anjuran bagi setiap Muslim untuk memberikan nama-nama mengandung makna terpuji bagi anak-anaknya. Salah satu dasarnya yaitu hadis riwayat Abu Darda'.

Rasulullah Muhammad SAW bersabda, " Kalian akan dipanggil di hari kiamat dengan nama kalian dan nama ayah kalian. Maka perbaguslah nama kalian."

Nama yang sebaiknya diganti adalah nama yang mengandung makan buruk. Terutama tidak mengandung kekufuran.

Terkait mualaf, terdapat perbedaan pendapat di kalangan. Sebagian ulama menyatakan seorang mualaf harus ganti nama, sedangkan sebagian lainnya menyatakan tidak perlu berganti nama.

 

7 dari 7 halaman

Mengenai Ketentuannya

Mengenai hal ini, Syeikh Abdullah bin Baz memiliki pendapat demikian.

" Jika namanya tidak baik (menurut agama), maka disyariatkan untuk merubah namanya setelah masuk Islam. Karena, perubahan nama ini menjadi penanda yang jelas telah berpindah agamanya ia menjadi Islam. Karena, ia (boleh jadi) akan ditanya kenapa mengganti namanya, maka diketahuilah kalau ia masuk Islam. Kemudian, nama yang ia miliki saat masih kafir (belum beriman) boleh jadi tidak sesuai (dengan ciri keislaman), maka digantilah dengan nama-nama yang Islami, seperti Shalih, Ahmad, Abdullah, Abdurrahman, Muhammad dan sebagainya. Jika namanya menunjukkan kalau ia " menghamba" kepada selain Allah, misal 'Abd al-Masih, 'Abd az-Zahrah, 'Abd Musa, 'Abd Isa, ini wajib diubah karena tiada yang disembah kecuali Allah. Maka wajib diubah dengan nama semisal Abdullah, Abdurrahman, dan semacamnya. Adapun jika namanya tidak mengandung unsur menghamba kepada selain Allah, namun nama-nama itu dikenal sebagai nama-nama orang non-Muslim, maka yang lebih baik adalah menggantinya."

Pendapat di atas menunjukkan ketentuan mengenai pengubahan nama bagi seorang mualaf. Sehingga, nama seorang mualaf bisa tidak diubah selama tidak mengandung makna buruk atau menghamba kepada selain Allah.

Sumber: bincangsyariah.com

Beri Komentar
Tips Jitu Menyeimbangkan Karier dan Pendidikan Ala Tiffani Afifa