7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Koordinator Pengendalian Internet Ditjen APTIKA Kemenkominfo Anthonius Malau
Dream - Penggunaan teknologi digital, khususnya pencarian informasi, mengalami peningkatan sangat tinggi akibat pandemi. Sayangnya, hal itu diiringi dengan turut meningkatnya berita bohong atau hoaks seputar Covid-19.
Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) mencatat dalam rentang waktu 23 Januari 2020 hingga 1 Februari 2021, terdapat 1.402 hoaks terkait Covid-19 dan sebagian di antaranya mengenai vaksin. Kemenkominfo sendiri telah menerima laporan adanya 97 temuan hoaks terkait vaksin Covid-19.
Guna menekan penyebaran hoaks seputar Covid-19 dan vaksin, Kemenkominfo meluncurkan program Siberkreasi. Program ini bertujuan memberikan literasi digital kepada masyarakat agar tidak mudah terpengaruh hoaks.
" Kemenkominfo melakukan inisiatif untuk melawan konten-konten ini mulai dari hulu sampai hilir. Di hulu kita memperkuat kapasitas masyarakat melalui program literasi digital yang kita sebut Siberkreasi," ujar Koordinator Pengendalian Internet Ditjen APTIKA Kemenkominfo Anthonius Malau, dalam keterangan tertulis.
Selain itu, Kemenkominfo melakukan upaya pendekatan kepada platform media sosial untuk melakukan penurunan (take down) konten hoaks yang beredar. Bahkan beberapa kasus penindakan penyebaran hoaks ada yang sampai berujung ke penegakan hukum.
" Khusus untuk kasus hoaks Covid-19, ada 104 yang telah dibawa ke ranah hukum," ucap Anthonius.
Tak hanya itu, pihaknya juga menggelar patroli siber 24 jam selama tujuh hari dalam sepekan. Patroli ini melibatkan 100 orang penerima aduan masyarakat dan bekerjasama dengan 28 kementerian/lembaga.
Anthonius melanjutkan, media massa juga perlu bekerjasama dengan Kemenkominfo untuk mengecek fakta serta bisa memberikan informasi yang dapat dipertanggungjawabkan. Karena memiliki proses yang berujung pada kebenaran, bekerjasama dengan platform media sosial pun dilakukan pendekatan, cek fakta serta memberikan literasi digital kepada masyarakat.
Lebih lanjut, dia berharap masyarakat lebih bijak serta dapat mewaspadai berita yang provokatif.
" Diharapkan masyarakat mampu memeriksa dua hal, pertama apakah sumber berita valid atau tidak, kedua cek keaslian fakta dan fotonya. Kemudian kami pun mengharapkan masyarakat melaporkan hoaks ke kanal yang kami sediakan ada di nomor WA 08129224545 yang kami buka 24 jam," ucap Anthonius.
Laporan: Yuni Puspita Dewi
Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.
Advertisement
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?