Color Analysis, Cara Memilih Warna Pakaian agar Penampilan Lebih Menonjol
8 Kebiasaan yang Diam-Diam Bisa Merusak Kesehatan Jantung Menurut Ahli
5 Negara Paling Beragam Secara Etnis di Dunia, Nomor 1 Punya Lebih dari 800 Bahasa
8 Kombinasi Makanan yang Bisa Membantu Tubuh Menyerap Lebih Banyak Nutrisi
5 Kebiasaan Setelah Makan Malam yang Bisa Membantu Menjaga Gula Darah Semalaman
Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO
BNI Masuk Top 4 BUMN dengan Layanan Terbaik
Sering Merasa Tidak Cocok Bergaul? Bisa Jadi Ini Penyebab yang Jarang Disadari
Konferensi Pers GPS (Foto: Liputan6.com)
Dream - Nama Wakil Ketua DPRD Sulut JAK mendadak kondang usai video viral mobil yang dikendarainya menyeret sang istri MEP.
Setelah ia dicopot dari jabatannya sebagai Ketua Harian DPD I Partai Golkar Sulut, kasusnya hingga kini terus bergulir.
Sebanyak 20 organisasi perempuan di Sulut yang tergabung dalam Gerak Perempuan Sulut atau GPS, Senin 1 Februari 2021, mendatangi Badan Kehormatan (BK) DPRD Provinsi Sulut. Mereka menuntut agar JAK segera dicopot sebagai wakil rakyat.
" Kejadian menyeret istri dengan mobil itu adalah tragedi kekerasan yang sangat menyakiti perasaan perempuan, dan menimbulkan keresahan di masyarakat," ungkap juru bicara GPS Pendeta Ruth Kesia Wangkai didampingi Jull Takaliuang Vivi George, dan Joice Worotikan.
Ruth mengatakan, kejadian itu juga telah melahirkan beragam persepsi negatif terkait konstruksi sosial-budaya terhadap posisi perempuan dalam tatanan keluarga dan bermasyarakat.
GPS juga menilai peristiwa itu sungguh sangat memalukan dan mencoreng citra Lembaga DPRD Sulut, karena terjadi di ranah publik dan melibatkan JAK sebagai salah satu pimpinan DPRD.
" Perbuatan JAK sebagai pejabat di lembaga terhormat, seharusnya menjadi panutan perilaku moral dan beretika," ujarnya.
Kejadian ini telah menambah daftar panjang kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak dalam bentuk kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) dan kekerasan seksual terhadap perempuan dan anak di Sulut.
Peristiwa itu juga menjadi momentum untuk mengungkap kasus-kasus kekerasan seperti ini yang belum tertangani maksimal, transparan, dan tuntas bahkan tertutup.
" Tidak terungkapnya kasus-kasus kekerasan terhadap perempuan mengakibatkan korban semakin mengalami luka batin sepanjang hayatnya yang sulit tersembuhkan bahkan berujung kematian. Korban tidak mendapatkan jaminan atas hak keamanan dan keadilan," ujar Ruth.
Dia mengatakan, terkait kondisi ini maka untuk memutus mata rantai kekerasan terhadap perempuan dan anak, GPS lawan kekerasan terhadap perempuan dan anak menuntut agar JAK segera mengundurkan diri.
GPS memohon dan mendesak BK DPRD Sulut untuk segera mengambil langkah tegas dengan memberhentikan JAK dari jabatannya sebagai anggota DPRD Provinsi Sulut.
" Kami mendesak Partai Golkar, baik DPP maupun DPD Golkar Sulut mengambil keputusan untuk segera memberhentikan JAK dari jabatan kepengurusan di partai, bukan hanya menonaktifkan saja," katanya.

Hampir bersamaan waktunya dengan kedatangan GPS, pihak BK DPRD Provinsi Sulut juga menggelar pemeriksaan sekaligus meminta klarifikasi dari JAK. Pemeriksaan berlangsung di Ruang BK Deprov Sulut, selama lebih kurang satu jam.
" Kami telah meminta klarifikasi dari JAK," ujar Ketua BK DPRD Provinsi Sulut Sandra Rondonuwu usai pemeriksaan.
Sandra mengatakan, pihaknya telah meminta klarifikasi, BK masih akan melakukan verifikasi dan penyelidikan. Sesuai Tatib DPRD Sulut Nomor 2 tahun 2019 pasal 64, BK mengadakan penyelidikan, verifikasi dan klarifikasi.
" Ini masih berproses, masih ada waktu 7 hari untuk memeriksa kasus ini sebelum dilimpahkan ke pimpinan DPRD Sulut," ujar Sandra.
Sedangkan, terkait desakan masyarakat agar James dipecat dari jabatan, Sandra menyatakan BK bukan lembaga Peradilan. BK bukan lembaga hukum, setiap laporan kami selidiki, verifikasi dan klarifikasi.
" Sesuai tata tertib DPRD Sulut, sanksi yang diberikan bisa berupa teguran lisan, teguran tertulis hingga pemberhentian," ujar Sandra.
Sumber: liputan6.com
Advertisement
Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI

Tandyo Budi Revita: Petarung dari Pajang di Pucuk TNI AD

Limbah Makanan di Indonesia Sangat Tinggi, Pastikan Lakukan 5 Hal Ini di Rumah

IHSG Dibuka Menguat ke Level 5.940 di Tengah Aksi Hati-Hati Investor


Sering Lewatkan Sarapan? Kebiasaan Ini Diduga Bisa Meningkatkan Risiko Tekanan Darah Tinggi

Makan Malam Jam Berapa agar Metabolisme Tetap Sehat dan Tidur Lebih Nyenyak? Ini Kata Penelitian

Mengenal Aroma Parfum: Apa Arti Oud, Musk, Amber, hingga Vetiver dalam Bahasa Indonesia?

8 Kebiasaan di Dapur yang Diam-Diam Bisa Membahayakan Kesehatan, Nomor 1 Sering Dilakukan

Color Analysis, Cara Memilih Warna Pakaian agar Penampilan Lebih Menonjol

8 Kebiasaan yang Diam-Diam Bisa Merusak Kesehatan Jantung Menurut Ahli

5 Negara Paling Beragam Secara Etnis di Dunia, Nomor 1 Punya Lebih dari 800 Bahasa