Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Juru Bicara Vaksin Covid-19 Bio Farma, Bambang Heriyanto (YouTube Sekretariat Kabinet)
Dream - Indonesia kembali menerima kiriman vaksin Covid-19 dari Sinovac pada Selasa, 2 Februari 2021. Ini merupakan pengiriman tahap keempat dari seluruh vaksin yang dipesan Pemerintah.
Juru Bicara Vaksin Covid-19 Biofarma, Bambang Heriyanto, mengatakan vaksin yang tiba kaliini ini berjumlah 10 juta dosis dalam bentuk bahan baku. Selain itu, ada overfill sebanyak 1 juta dosis sehingga total vaksin yang diterima sebanyak 11 juta dosis.
" Kedatangan bulk vaksin Covid-19 dari Sinovac merupakan komitmen Pemerintah Republik Indonesia untuk percepatan program vaksinasi untuk 1,5 juta tenaga kesehatan yang tersebar di 34 provinsi," ujar Bambang disiarkan channel YouTube Sekretariat Presiden.
Overfill merupakan ekstra volume yang diberikan Sinovac. Bahan ini diberikan untuk mengantisipasi masalah yang timbul saat proses produksi di PT Bio Farma.
Bahan baku vaksin ini termasuk dalam 140 juta dosis yang didatangkan Pemerintah dari Sinovac untuk pengadaan vaksin di 2021. Sedangkan pengiriman dijalankan secara bertahap hingga Juli.
" Sebelumnya direncanakan November 2021, ini ada percepatan maju hingga Juli 2021," kata Bambang.
Sebelumnya sudah 15 juta dosis bahan baku vaksin ditambah overfill 1,5 juta dosis masuk Indonesia. Bahan baku tersebut diproduksi menjadi vaksin siap pakai mulai 14 Februari 2021 dengan target 13 juta dosis.
Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.
Dream - Badan Kesehatan Dunia (WHO) mengutus tim ke Wuhan, Hubei, China, untuk menggelar investigasi penyeluruh guna menemukan penyebab awal kemunculan Covid-19. Tim sudah tiba sejak sebulan lalu dan mendatangi rumah sakit serta pasar sari laut, tempat kasus awal terdeteksi.
Pada Senin 1 Februari 2021, WHO melakukan inspeksi ke Pusat Pengendalian Penyakit Provinsi Hubei dan kantor Pemerintah Kota Wuhan di tengah kontrol ketat China terhadap akses informasi mengenai virus.
China telah berusaha menyangkal dugaan salah langkah dalam respons awal terhadap wabah tersebut dan mempromosikan teori alternatif dengan menyebut virus berasal dari tempat lain. Bahkan menyebut virus mungkin telah dibawa ke Wuhan dari luar negeri.
Setelah kunjungan ke ibu kota provinsi, anggota tim Peter Daszak hanya mengatakan, " pertemuan yang sangat bagus, sangat penting." Sementara dia tidak memberikan penjelasan lebih detail.
Tim sendiri telah mengumpulkan sejumlah bukti yang diharapkan dapat memberikan jawaban atas pandemi yang terjadi. Menentukan sumber hewan wabah membutuhkan penelitian dalam jumlah besar, termasuk pengambilan sampel hewan, analisis genetik, dan studi epidemiologi.
Di Jenewa, pejabat WHO pada Senin menolak anggapan China kurang terbuka tentang bagaimana pandemi dimulai. Kepala teknis Covid-19 WHO, Maria Van Kerkhove, mengatakan, tim investigasi berencana melakukan inspeksi ke Institut Virologi Wuhan dan beberapa tempat lain.
" Semakin banyak detail yang Anda miliki di lapangan, semakin banyak pertanyaan yang Anda miliki," ucap Van Kerkhove.
" Tim akan mengikuti informasinya. Mereka akan mengikuti ilmunya dan terus bertanya serta menganalisis data," kata dia melanjutkan
Van Kerkhove juga menyatakan agenda investigasi sepenuhnya diserahkan kepada tim. Tim investigator diberikan wewenang sepenuhnya memutuskan tujuan inspeksi lain, meskipun China harus menyetujui agenda akhir misi tersebut.
Kepala Darurat WHO, Michael Ryan, mengatakan pihaknya terus menggali lebih banyak data. Dia juga menyatakan siapa pun yang memiliki informasi tentang bagaimana pandemi bermula harus membagikannya kepada WHO.
" Kami berada di lapangan dengan para ahli dari 10 negara yang ingin menemukan jawabannya. Jika Anda punya jawabannya, jika Anda merasa punya jawaban, mohon beri tahu kami," kata Ryan.
Dia menepis kritik yang menyatakan laporan apa pun dari misi tersebut tidak akan lengkap. " Tim layak mendapat dukungan dari komunitas internasional," kata dia.
China berusaha menekan sebagian besar transmisi domestik melalui pengujian ketat dan pelacakan kontak. Memakai masker di depan umum diamati hampir secara universal dan lockdown secara rutin diberlakukan pada komunitas dan bahkan seluruh kota tempat kasus terdeteksi.
Kasus terbaru muncul dengan sebagian besar terjadi di timur laut yang dingin. Sebanyak 33 kasus baru dilaporkan secara nasional pada Senin di tiga provinsi.
Meskipun demikian, China mencatat lebih dari 2.000 kasus domestik baru Covid-19 pada Januari, jumlah bulanan tertinggi sejak fase terakhir wabah awal di Wuhan Maret lalu. Dua orang meninggal karena penyakit itu pada Januari, kematian karena Covid-19 pertama yang dilaporkan di China dalam beberapa bulan setelah tidak ada kasus baru.
Sekolah-sekolah dijalankan secara online dan perjalanan berkurang secara drastis selama liburan Tahun Baru Imlek bulan ini. Sementara, Pemerintah China menawarkan insentif bagi orang-orang untuk tetap berada di rumah sepanjang perayaan Imlek, dikutip dari Firstpost.com.
Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya