Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI
Bisakah Menunda Menopause hingga Usia 60 Tahun? Ini Kata Para Ahli
Seberapa Dalam Lautan Bumi? Titik Terdalamnya Bisa Menenggelamkan Gunung Everest
3 Tanda Tubuh Cukup Serat Tanpa Harus Menghitung Setiap Gram
Kenapa Orang Tua Selalu Bilang Anak Zaman Sekarang Makin Buruk? Ini Kata Penelitian
Burnout Orang Tua Bisa Memicu Pengasuhan yang Keras, Kenali Tanda-Tandanya Sejak Dini
Tandyo Budi Revita: Petarung dari Pajang di Pucuk TNI AD
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Singapura (Shutterstock.com)
Dream - Singapura membuka kembali perjalanan internasional mulai 19 Oktober 2021. Tetapi ketentuan ini hanya berlaku untuk delapan negara.
Sejumlah negara yang mendapatkan izin masuk sudah menjalin kesepakatan travel corridor atau koridor perjalanan dengan Singapura. Sayangnya, Indonesia belum masuk dalam daftar.
Delapan negara tersebut yaitu Kanada, Denmark, Prancis, Italia, Belanda, Spanyol, Inggris, dan Amerika Serikat. Pelaku perjalanan dari delapan negara ini bisa masuk Singapura untuk masa tinggal relatif pendek.
Daftar ini akan bertambah pada November dengan masuknya Korea Selatan. Sementara sebelumnya, Singapura lebih dulu mengizinkan wisatawan dari Brunei Darussalam dan Jerman untuk masuk.
" Seperti Brunei Darussalam dan Jerman, sembilan negara ini diklasifikasikan dalam Kategori II Kementerian Klasifikasi Negara/Wilayah Kesehatan (Depkes) untuk Tindakan Perbatasan," demikian pengumuman Otoritas Penerbangan Singapura di laman resminya, caas.gov.sg.
Singapura membolehkan masuk pelancong dari negara-negara tersebut tanpa karantina selama sudah divaksin penuh. Para pelancong cukup menjalani tes Covid-19 PCR.
Selain itu, jumlah tes akan dikurangi dari empat kali menjadi dua kali khusus pendatang dari daftar negara tersebut pada 19 Oktober nanti. Tetapi, mereka tetap diharuskan menjalani tes Covid-19 dengan sampel diambil 48 jam sebelum keberangkatan ke Singapura.
" Mereka juga perlu mengikuti tes kedatangan di Bandara Changi dan tetap mengisolasi diri sampai hasil tes mereka dikonfirmasi negatif. Mereka tidak perlu lagi menjalani tes PCR Hari ke-3 dan ke-7," lanjut pengumuman tersebut.
Advertisement

Diagnosis ADHD dan Autisme Meningkat Tajam, Studi Besar Ungkap Perubahan Siapa yang Terdiagnosis

Kuku Tiba-Tiba Memerah? Perubahan Kecil Ini Bisa Jadi Tanda Penyakit Tersembunyi

Orang Tua Baru Rentan Burnout, Riset Menunjukkan Kerja Sama Pasangan Bisa Jadi Penangkalnya

Megalodon Pernah Jadi Raja Lautan, Mengapa Predator Raksasa Ini Akhirnya Punah?


Bisakah Menunda Menopause hingga Usia 60 Tahun? Ini Kata Para Ahli

Seberapa Dalam Lautan Bumi? Titik Terdalamnya Bisa Menenggelamkan Gunung Everest