Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Bupati Serang, Ratu Tatu Chasanah (Liputan6.com)
Dream - Kabar Bupati Serang, Ratu Tatu Chasanah, dinyatakan positif Covid-19 cukup menyita perhatian. Sebab, Ratu Tatu telah mendapat suntikan vaksin Covid-19 dua kali.
Dikutip dari Bantenraya, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Serang, Agus Sukmayadi, mengatakan bahwa Ratu Tatu dinyatakan positif Covid-19 pada Kamis malam, 4 Maret 2021. Sedangkan tes usap PCR dijalankan pada Selasa, 2 Maret 2021.
Tes tersebut merupakan saran dari komandan kesehatan Paspampres sebelum menyambut Presiden Joko Widodo. Diketahui, Jokowi berkunjung ke Serang pada Kamis untuk meresmikan Bendungan Sindangheula.
Ratu Tatu pun langsung menjalankan isolasi mandiri. Dia dinyatakan positif tanpa gejala.
Dinkes Kabupaten Serang sudah melakukan penelusuran kontak dekat pada keluarga. Dilanjutkan dengan pelacakan kontak erat dengan Ratu Tatu di lingkungan Pemkab atau Dinas.
" Karena untuk efektivitas tracking dan validitas hasil labnya sendiri," kata Agus.
Ratu Tatu menyatakan dalam kondisi sehat ketika menjalani isolasi mandiri. Dia mengaku tidak mengalami gejala apapun.
" Alhamdulillah kondisi tubuh sehat, tanpa gejala apa pun. Penciuman atau panca indra normal, dan makan pun tetap enak," kata Ratu Tatu.
Ratu telah mendapatkan dua kali suntikan vaksin. Suntikan pertama diterima pada 14 Januari 2021, sedangkan ke dua kepada pada 28 Januari 2021.
Terkait hal ini, Agus menyatakan vaksinasi bukan jaminan untuk bisa bebas Covid-19 sepenuhnya. Tetapi, vaksin dapat menguatka daya tahan tubuh terhadap virus.
" Ketika terpapar, tidak mengalami gejala apapun dan bisa cepat negatif Covid-19," kata dia.
Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan, Siti Nadia Tarmizi, mengatakan, seseorang yang sudah divaksin masih berpotensi untuk terinfeksi Covid-19. Ini mengingat antibodi terbentuk secara optimal setelah 28 hari usai suntikan dosis ke dua.
" Kemudian proteksi vaksin adalah 65 persen, bukan 100 persen," kata Nadia, di laman Kemkes.go.id.
Tetapi, Nadia mengatakan orang sudah divaksin kemudian terpapar, maka hampir tidak mungkin mengalami gejala Covid-19 berat. Gejala yang timbul pun tergolong ringan hingga tanpa gejala.
" Vaksin memberikan perlindungan terhadap sakit berat, artinya walau sakit maka gejala yang timbul adalah gejala yang ringan atau sedang, bukan gejala berat," kata dia.
Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya