Dua Jalan Berbeda Bursa Saham di 2 Tahun Pemerintahan Prabowo VS Jokowi
Di Balik 8 Kali Reshuffle Kabinet Prabowo
Kepuasan Publik Setelah Dua Tahun Prabowo-Gibran
Jalan Ekonomi Hijau Indofood
Orang Pintar Juga Bisa Luput Melihat dan Memahami Hal Sepele, Ini Penjelasan Ilmiahnya
JK di NIU: Transisi Energi Hijau Tak Mudah, Butuh Koloborasi Pemerintah dan Dunia Usaha
Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh
Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
Para Korban Bencana Tsunami Dan Gempa Sedang Beristirahat Di Tenda Pengungsian (Kemenkes)
Dream - Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Kementerian Kesehatan, dr Anung Sugiantono mengimbau sukarelawan dan tim penolong di lokasi bencana di Sulawesi Tengah untuk mengonsumsi prophylaxis obat malaria.
“ Yang pertama, tentu harus kita pahami, itu adalah daerah endemis malaria. Sempatkan minum prophylaxis obat malaria meski tidak di semua daerah di sana adalah daerah endemis,” kata Anung, dalam keterangan tertulisnya, Jumat, 5 Oktober 2018.
Anung menyebut, beberapa daerah di sekitar Palu, semisal Donggala dan Parigi Moutong, merupakan daerah endemis malaria. Meski endemisitasnya rendah.
Tetapi, Anung mengatakan, pada saat perubahan ekosistem pasca bencana, vektor, organisme yang tidak menyebabkan penyakit tetapi menyebarkannya, akan terpengaruh.
“ Harus menjadi perhatian terhadap malaria yang ada di sana, terutama juga karena ada vektor dan ada relawan yang barangkali berasal dari daerah-daerah lain yang carrier, itu juga harus menjadi perhatian kita semuanya,” ujar dia
Selain mengonsumsi obat, relawan dan tim yang turun ke lokasi bencana diminta maksimalkan penggunaan alat pelindung diri, semisal, sepatu boot, sarung tangan karet, masker, dan kacamata pelindung.
“ Ini harus jadi perhatian. Itu akan menjadi entry point dari penyakit yang akan kita hadapi disana,” ucap dia.
Anung juga mengingatkan kebersihan dan sanitasi relawan. Mengenai ini, relawan dan tim yang turun ke lokasi bencana diminta mampu mengkalkulasi kebutuhan air bersih.
“ Meski demikian kita juga mempunyai beberapa cara inovatif seperti menyediakan penjernih air cepat, bukan untuk minum tapi bisa untuk mandi, cuci. Kita menyiapkan hal-hal yang harus dikelola sendiri. Jangan meminta tolong kepada teman-teman daerah yang saat ini masih sibuk dengan evakuasi,” ujar dia.
Advertisement

Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Dua Jalan Berbeda Bursa Saham di 2 Tahun Pemerintahan Prabowo VS Jokowi

