Palu dan Donggala Endemis Malaria, Sukarelawan Diimbau Konsumsi Obat Ini

Reporter : Maulana Kautsar
Jumat, 5 Oktober 2018 17:02
Palu dan Donggala Endemis Malaria, Sukarelawan Diimbau Konsumsi Obat Ini
Relawan diminta memaksimalkan alat pelindung diri.

Dream - Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Kementerian Kesehatan, dr Anung Sugiantono mengimbau sukarelawan dan tim penolong di lokasi bencana di Sulawesi Tengah untuk mengonsumsi prophylaxis obat malaria.

“ Yang pertama, tentu harus kita pahami, itu adalah daerah endemis malaria. Sempatkan minum prophylaxis obat malaria meski tidak di semua daerah di sana adalah daerah endemis,” kata Anung, dalam keterangan tertulisnya, Jumat, 5 Oktober 2018.

Anung menyebut, beberapa daerah di sekitar Palu, semisal Donggala dan Parigi Moutong, merupakan daerah endemis malaria. Meski endemisitasnya rendah.

Tetapi, Anung mengatakan, pada saat perubahan ekosistem pasca bencana, vektor, organisme yang tidak menyebabkan penyakit tetapi menyebarkannya, akan terpengaruh.

“ Harus menjadi perhatian terhadap malaria yang ada di sana, terutama juga karena ada vektor dan ada relawan yang barangkali berasal dari daerah-daerah lain yang carrier, itu juga harus menjadi perhatian kita semuanya,” ujar dia

Selain mengonsumsi obat, relawan dan tim yang turun ke lokasi bencana diminta maksimalkan penggunaan alat pelindung diri, semisal, sepatu boot, sarung tangan karet, masker, dan kacamata pelindung.

“ Ini harus jadi perhatian. Itu akan menjadi entry point dari penyakit yang akan kita hadapi disana,” ucap dia.

Anung juga mengingatkan kebersihan dan sanitasi relawan. Mengenai ini, relawan dan tim yang turun ke lokasi bencana diminta mampu mengkalkulasi kebutuhan air bersih.

“ Meski demikian kita juga mempunyai beberapa cara inovatif seperti menyediakan penjernih air cepat, bukan untuk minum tapi bisa untuk mandi, cuci. Kita menyiapkan hal-hal yang harus dikelola sendiri. Jangan meminta tolong kepada teman-teman daerah yang saat ini masih sibuk dengan evakuasi,” ujar dia.

 

Beri Komentar
Apa Kabar NEO?