Kondisi Sutan Batoeghana Sebelum Meninggal (Foto:Instagram Meyla Siregar)
Dream - Meninggalnya politisi Sutan Bhatoeghana mendapat perhatian dari banyak pihak. Selain ucapan bela sungkawa, sejumlah teman sesama rekan politisi mengungkap keseharian almarhum selama berada di tahanan Sukamiskin, Bandung.
Anas Urbhaningrum, yang pernah bersama-sama membesarkan Partai Demokrat, menyatakan rasa kehilangan atas kepergian Sutan. Ungkapan tersebut disampaikan mantan Ketua Umum Demokrat itu melalui surat yang diunggah ke akun Twitter oleh admin.
Sebagai orang yang sempat hidup bersama di tahanan, Anas mengungkapkan sisi lain kehidupan Sutan jelang tutup usia. Sejak bersama-sama di rumah tahanan KPK, Anas melihat sakit hati yang dirasakan Sutan saat harus menjalani vonis hukuman 12 tahun penjara.
" Ketika di Rutan KPK, Bang Sutan sehat lahir, tapi sakit hatinya. Suka curhat.#duka. Sakit hatinya krn merasa diperlakukan tidak adil. Juga berharap dapat atensi dari seseorang yg penting.Ternyata Bang Sutan divonis berat. Bahkan sangat berat, sendirian. Teman2nya aman. #duka *aman," cuit Anas.
Meninggalkan Misteri di Kotak Pandora...
© Dream
Tak tinggal diam, ternyata Sutan berencana mengajukan Peninjauan Kembali (PK) atas vonis berat itu. Sutan ingin mencari keadilan hingga rencana Allah berkendak lain atas hidupnya.
Akhir pekan lalu, Sabtu 19 November, Sutan menghembuskan nafas terakhir --yang menurut Anas, Sutan meninggalkan sejumlah misteri.
" Sejatinya Bang Sutan pergi bersama sejumlah misteri. Ada kotak pandora yg masih sengaja disimpannya bersama sebuah harapan. Kotak pandora itu sesungguhnya menyimpan kunci keadilan. Wallahu a'lam. #duka," tulis Anas melalui admin di Twitter.
Meskipun tak menjelaskan secara gamblang, Anas mengaku paham dengan yang disampaikan Sutan. " Apa itu? Hanya dia yg tahu persisnya. Saya hanya dikasih " clue" . Intinya saya paham. Ya sudahlah, serahkan kpd Tuhan. #duka," imbuhnya.
Sebelum Meninggal Rajin Puasa....
© Dream
Anas merasa sangat kehilangan sosok yang jenaka tersebut. Bagi Anas dan rekan lainnya, Sutan merupakan sosok yang pintar bergaul. Sehingga mudah beradaptasi saat dipindahkan ke Sukamiskin.
Saat itu, fisik Sutan terlihat sudah sangat ringkih. Namun selama di tahanan masih tetap rajin menjalankan ibadah puasa sunah Senin-Kamis.
" Orangnya khas. Jadinya mudah diingat dengan kesan yg khusus pula. Aktivitas utamanya adalah ibadah. Sangat rajin ke masjid. Rutin puasa Senin-Kamis. #duka. Bang Sutan juga terlibat dalam berbagai kegiatan lain yg tersedia di Sukamiskin," kenang Anas.