Bukan Besek, Warga Bandung Bungkus Daging Kurban Pakai Misting

Reporter : Ahmad Baiquni
Senin, 12 Agustus 2019 19:01
Bukan Besek, Warga Bandung Bungkus Daging Kurban Pakai Misting
Besek dianggap masih menyisakan sampah karena tidak termanfaatkan.

Dream - Kesadaran untuk tidak lagi menggunakan kantong plastik untuk bungkus daging kurban sudah muncul di sebagian besar masyarakat. Mereka kemudian beralih menggunakan bahan alami seperti besek.

Hal ini juga terjadi pada warga Gang Cibunut RW 07, Kelurahan Kebon Pisang, Kecamatan Sumur Bandung, Kota Bandung, Jawa Barat. Meski tidak pakai kantong plastik, mereka juga tidak mau menggunakan besek.

Warga lebih memilih menggunakan misting, kotak makan yang terbuat dari plastik. Alasan tidak menggunakan besek karena masih menyisakan persoalan sampah.

" Betul besek bisa diurai tapi kan tidak termanfaatkan. Jadi kita gunakan misting, walau bahannya plastik tapi bisa dipakai tahun berikutnya lagi," ujar anggota Panitia Penyembelihan Kurban Masjid At Taqwa Gang Cibunut, Herman, dikutip dari Liputan6.com.

Ada sekitar 800 misting digunakan untuk mendistribusikan daging dari lima ekor sapi dan 12 ekor domba. Daging tersebut dibagikan kepada 670 Kepala Keluarga yang tinggal di 10 RT.

 

1 dari 5 halaman

Lebih Mahal dari Kantong Plastik

Menurut Herman, harga satu misting mencapai Rp3.000, lebih mahal dibandingkan dengan kantong plastik. Dana untuk pembelian misting didapat dari hasil patungan warga.

" Uangnya dikumpulkan dari urunan sekitar 50 warga, bukan saja warga sini tapi orang dari luar juga ada yang akhirnya mau ikut menyumbang," kata dia.

Warga yang mendapatkan daging kurban nantinya diminta untuk mencuci dan mengembalikan misting tersebut kepada pengurus RT/RW setempat. Dengan begitu, wadah tersebut dapat digunakan lagi pada tahun depan.

" Penggunaan misting ini sejalan dengan imbauan dari Pemerintah Kota Bandung, bahwa pembagian daging kurban itu menggunakan bahan yang ramah lingkungan," kata Herman.

Lebih lanjut, Herman berharap langkah ini dapat meminimalisir penggunaan kantong plastik. Sehingga, sampah plastik yang mencemari lingkungan dapat dikurangi.

(Sah, Sumber: Liputan6.com/Huyogo Simbolon)

2 dari 5 halaman

Daging Kurban Kedubes RI di Azerbaijan Dibagikan ke Pengungsi

Dream - Merayakan Idul Adha 1440 H, Kedutaan Besar Indonesia untuk Azerbaijan menggelar Sholat Id. Ibadah ini dilaksanakan di Wisma Indonesia di Baku pada Minggu, 11 Agustus 2019.

Mulai pukul 07.00 waktu setempat, sejumlah WNI memadati Wisma Indonesia untuk Sholat Id. Tidak hanya itu, komunitas Malaysia di Azerbaijan juga melaksanakan sholat Id di tempat yang sama.

" Sudah menjadi tradisi selama beberapa kali perayaan Hari Besar Islam, Indonesia yang melaksanakan Sholat Id, untuk memberikan makna bahwa Indonesia merupakan rahmatan lil alamin," ujar Dubes RI untuk Azerbaijan, Husnan Bey Fananie, melalui keterangan tertulis diterima Dream, Senin 12 Agustus 2019.

 Sholat Id di Kedubes Azerbaijan

Bertindak sebagai Imam dan Sholat Id adalah para mahasiswa Indonesia yang tengah belajar di Azerbaijan. Sholat Id di Wisma Indonesia Baku juga dihadiri oleh para duta besar negara sahabat seperti Arab Saudi, Malaysia, Sudan, dan Palestina.

Usai Sholat Id, Wisma Indonesia menyembelih 11 ekor domba kurban. Hewan tersebut merupakan kurban dari para WNI di Baku.

Selesai dipotong dan dipaket, daging kurban disalurkan kepada masyarakat Azeri (Warga Negara Azerbaijan) yang kurang mampu. Juga kepada para pengungsi.

3 dari 5 halaman

Berbagi Lipstik dan Daging Kurban di Kampung Ronting

Dream - Aksi Tebar Hewan Kurban yang dilakukan Dompet Dhuafa dan Wardah Cosmetic mendapat sambutan dari masyarakat. Selain berbagi daging hewan kurban, aksi itu diiringi acara bagi-bagi lipstik. 

Umi Kalsum, warga yang tinggal di dekat Masjid Al Istiqamah sempat terharu mendapat lipstik. Kalsum merupakan warga baru di kampung itu. 

Dulu dia tinggal di atas bukit karena tak punya material untuk membangun rumah. Sisa material pembangunan Masjid Al Istiqamah, menjadi bagian dari rumahnya. 

Warga setempat, Muhammad Nur, bagi ibu-ibu, lipstik jadi barang mewah di kampung itu. 

" Mau pakai lisptik setiap ke kondangan. Kalau tidak punya, pinjam tetangga," kata Nur, kepada Dream, Minggu, 11 Agustus 2019.

PR Wardah Cosmetic, Wilda Arginesa, mengatakan ide berbagi lipstik muncul karena bahasa universal sosok perempuan. " Namanya perempuan inginnya terlihat cantik, terlihat happy semua," kata Wilda.

 Wardah

Foto: Maulana Kautsar/Dream

Wilda mengatakan pembagian lipstik tadi sempat rebutan. Dia mengakui wajar karena banyak perempuan di kampung nelayan ini memilih membeli beras daripada pemerah bibir itu. 

Dia berharap ke depannya aksi bagi-bagi lipstik ini dapat membuat para perempuan bertambah cantik. " Semoga kalau ada kesempatan ke sini lagi bisa bawa produk lain dan lebih banyak," ucap dia.

4 dari 5 halaman

Kehangatan Ronting Sambut Tim Wisata Kurban Dompet Dhuafa

Dream - Tarian Rewog dan hadrah memeriahkan kedatangan Tim Wisata Kurban Dompet Dhuafa di Kampung Ronting, Desa Satar Kampas, Kecamatan Lambaleda, Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) Sabtu, 10 Agustus 2019.

Ketua Takmir Masjid Al Istiqamah, Safrudin Haji Umar, mengatakan tarian dan hadrah memang disiapkan untuk menjamu tamu kehormatan dan pejabat yang datang. Tapi, kedatangan Tim Wisata Kurban Dompet Dhuafa dianggap spesial.

" Biasanya para penari menggunakan pakaian khusus tapi karena dadakan ya biasa," ujar pria yang disapa Abu ini.

Abu mengatakan warga begitu bahagia karena Masjid Al Istiqamah yang dibangun lewat program Dompet Dhuafa pada 2017 sudah berdiri. Apalagi, program itu berlanjut hingga ke pemberdayaan.

5 dari 5 halaman

Ramahnya Masyarakat Ronting

Sambutan ini mengagetkan influencer Chikita Fawzi. Dia terus tersenyum mengingat penyambutan yang terjadi.

" Seneng, masya Allah," kata Chikita.

  Ronting Dompet Dhuafa

Chikita merasakan keramahan warga Kampung Ronting meski baru pertama kali berjumpa.

Abu mengatakan, rencananya Masjid Al Istiqamah akan menyembelih 10 sapi. Sapi-sapi tersebut berasal dari program pemberdayaan Dompet Dhuafa.

" Rencananya akan disembelih tiga tahap," ujar Abu.

Beri Komentar
Dari Jakarta Hingga Bekasi, Ini Situasi Pemukiman yang Terkena Dampak Banjir