Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Bayi Alami Kelainan Fisik Hingga Kurus Kering Di Tiongkok (shanghaiist.com)
Dream - Kelainan fisik menimpa bayi berusia tiga bulan di Huguan County, Provinsi Shanxi, Tiongkok. Bayi bernama Guo Enze tersebut mengalami penyusutan berat badan hingga hanya mencapai dua kilogram.
Guo didiagnosis mengalami imperforate anus, suatu kelainan pada bayi yang lahir tanpa lubang anus. Dengan keadaan tersebut, Guo tidak bisa buang air besar.
Guo lahir dalam keluarga yang sangat memprihatinkan. Orangtua Guo keduanya pekerja migran dari Changzhi, Shanxi. Meski bekerja, ibu Guo, Ren Minge, 24 tahun, mengidap penyakit epilepsi. Sedangkan ayahnya, Guo Hongqing, 27, masih menderita patah tulang akibat kecelakaan kerja dua tahun lalu.
Kakek-nenek Guo juga tinggal serumah dengan orang tuanya. Yang lebih mengenaskan lagi, keduanya juga menderita penyakit kronis.
Selama ini keluarga hanya mengandalkan Guo Hongqing, yang bekerja di sebuah pabrik dengan penghasilan hanya sekitar 2.000 yuan sebulan atau setara Rp 4,3 juta.
Akibat kelainan yang dideritanya, si kecil Guo kini hanya terlihat seperti tulang dibungkus kulit saja. Akibat tidak bisa buang air besar, perutnya menjadi bengkak dan tubuh pucatnya penuh memar berwarna hijau.
Guo yang lahir tanpa lubang anus ini harus segera dioperasi untuk dibuatkan lubang anus. Namun, kondisi fisik dan ekonomi keluarga tidak mendukung.
Kakek Guo, Zhang Dongsheng, mengatakan kepada wartawan bahwa mereka hanya bisa memberi makan dia dengan susu bubuk.
" Guo hanya bisa buang air kecil dan buang air besar melalui saluran kencing sehingga dia sering merasa kesakitan. Jadi kami tidak bisa memberinya banyak makan," kata Zhang.
Kisah Guo terdengar oleh sebuah LSM yang mengurus masalah kesejahteraan bayi. Menurut CCTV, Fan Wei, CEO dari LSM tersebut, menyumbang uang sebesar 10.000 yuan atau setara Rp 21,6 juta lebih untuk keluarga Guo.
" Upaya penggalangan dana akan lebih banyak diadakan untuk menyelamatkan Guo," kata Wei. (Ism, Sumber: shanghaiist.com)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya