Fenomena Mengerikan di Laut Mati

Reporter : Eko Huda S
Jumat, 31 Juli 2015 09:14
Fenomena Mengerikan di Laut Mati
Lubang-lubang seukuran lapangan basket bermunculan. Warga sekitar ketakutan sehingga meningalkan perkebunan kurma karena takut ditelan Bumi.

Dream - Fenomena mengerikan terjadi di Laut Mati. Permukaan air menyusut drastis, dengan rata-rata satu meter pertahun. Danau raksasa itu kini mengering.

Celakanya lagi, mengeringnya Laut Mati diikuti amblesnya tanah-tanah di sekitar. Alhasil, lubang-lubang rakasasa pun bermunculan. Bahkan ada yang berukuran seluas lapangan basket dan dalamnya sama dengan tinggi bangunan dua tingkat.

Amblesnya tanah menyebabkan banyak bangunan rusak. Bahkan ada yang ambruk ditelan Bumi. Jalanan rusak karena tanahnya retak-retak.

 Fenomena Mengerikan di Laut Mati

Enam bulan silam, dua jalur hutan kurma di sepanjang jalan yang membatasi Israel dan Tepi Barat Palestina, ditutup karena lubang-lubang raksasa bermunculan. Para pekerja meningalkan kebun kurma itu karena takut. Akibatnya, pohon-pohon kurma mengering dan pohonnya bertumbangan.

 Fenomena Mengerikan di Laut Mati

Tanah di sekitar Laut Mati diprediksi akan berhenti ambles apabila danau tersebut kembali terisi air. Untuk memulihkan kondisi itu, diperlukan kerjasama internasional, karena letak Laut mati berada di perbatasan Yordania dan Tepi Barat.

Namun, Dov Litvinoff, Walikota Tamar -wilayah Israel yang berada di selatan Laut Mati- mengatakan tak perlu kerjasama internasional. " Ini bukan masalah, kami bisa mengatasinya sendirian," kata Litvinoff sebagaimana dikutip Dream dari Daily Mail, Kamis 30 Juli 2015.

Faktor utama yang menyebabkan mengeringnya Laut Mati adalah sumber air alami, yang mengalir ke selatan melalui lembah sungai Yordania dari Suriah dan Lebanon, banyak digunakan untuk pertanian dan industri air minum.

Operasional pertambangan juga menyebabkan 30 kerusakan lingkungan di sana. " Relokasi infrastruktur menjadi solusi sementara," tambah Litvinoff.

Diperkirakan, butuh puluhan tahun untuk memulihkan ekologi di danau garam kuno yang berada 400 meter di bawah permukaan laut ini. Beberapa waktu lalu, Bank Dunia melakukan berbagai diskusi proyek desalinasi air dari Laut Merah untuk dipompa ke Laut Mati. Namun tak jelas kapan proyek ini akan dimulai. 

Beri Komentar
Dari Jakarta Hingga Bekasi, Ini Situasi Pemukiman yang Terkena Dampak Banjir