Polisi Gerebek Pabrik Masker Bekas yang Didaur Ulang

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Selasa, 3 Maret 2020 17:09
Polisi Gerebek Pabrik Masker Bekas yang Didaur Ulang
Pekerja sedang memilih masker bekas dan menyetrikanya.

Dream - Kita semua tahu harga masker sedang melonjak dratis. Permintaan yang tinggi karena wabah virus corona, membuat masker menjadi langka.

Di balik tingginya harga masker, tak tertutup kemungkinan ada oknum yang “ bermain-main”. Misalnya, di Thailand.

Dikutip dari Straits Times, Selasa 3 Maret 2020, sebuah pabrik daur ulang di pusat kota Thailand, Saraburi, digrebek polisi. Pabrik ini diketahui memproduksi masker daur ulang.

Kepala Polisi Saraburi, Somsak Kaewsena, mengatakan penggeledahan ini dilakukan setelah mendapatkan informasi ada fasilitas daur ulang masker wajah secara ilegal. Pabrik ini berada di Kecamatan Nongsuong, Thailand.

Saat digeledah, polisi menemukan enam pekerja sedang memilih masker bekas dan menyetrikanya. Setelah itu, masker dilipat jadi kotak-kotak seperti baru.

1 dari 6 halaman

Diupah Rp450 per Masker

Salah satu pekerja dilaporkan memberi tahu polisi bahwa mereka menerima masker wajah bekas dari seorang pedagang dan karenanya tidak tahu asal mula yang sebenarnya.

" Para pekerja mengatakan mereka dibayar 1 baht (Rp450,89) per potong, sementara mereka mendaur ulang sekitar 300-400 masker per hari per orang," kata Somsak.

Pejabat menyita semua masker wajah di pabrik dan mengirim beberapa sampel ke Departemen Perdagangan untuk menyelidiki asal-usulnya.

 Pabrik masker di Thailand digerebek polisi© Nation Thailand



" Saya juga telah menghubungi Kantor Kesehatan Masyarakat Wihandaeng untuk mengajukan tuntutan di kantor polisi sebagai penggugat terhadap pabrik. Operasinya dapat membahayakan kesehatan orang-orang yang membeli masker wajah bekas pakai serta orang-orang di masyarakat dekat pabrik," tambah Mr Somsak.

Orang Thailand telah mengeluh karena kekurangan masker di tengah wabah baru coronavirus. Apalagi, setelah ada pengumuman dari Kementerian Kesehatan bahwa ada pria Thailand berusia 35 tahun yang meninggal karena komplikasi yang disebabkan oleh virus Covid-19.

2 dari 6 halaman

Tahu Masker dan Tisu Toilet Langka, Aksi Perusahaan Ini Keterlaluan

Dream - Saat bencana wabah corona melanda, ada saja orang-orang yang memanfaatkan kesempitan yang dialami para korban dengan mencari untung. Mereka yang terbuai dengan untung besar berlomba-lomba mengeruk keuntungan dari wabah tersebut.

Seperti diketahui, banyak pedagang memanfaatkan kelangkaan masker wajah dengan menimbun dan menjual sangat mahal. Namun tindakan yang dilakukan perusahaan ini benar-benar keterlaluan. 

Mengutip laman World of Buzz, Rabu 19 Februari 2020, sebuah perusahaan diduga dari Vietnam diduga memanfaatkan peluang pasar masker yang sedang langka dengan memproduksi alat penghalau paparan virus corona tersebut. Padahal mereka semula adalah perusahaan produsen serbet dan printer.

 

 © Dream

 

Aksi cari kesempatan dalam kesempitan itu terbongkar saat polisi setempat memeriksa pabrik tersebut. Tak hanya masker, perusahaan juga memproduksi tisu toilet

Sesuai standar, masker seharusnya terbuat dari lapisan antibakteri. Namun masker yang diproduksi di pabrik ini mudah sobek dan larut dalam air.

Perusahaan nakal ini sudah membuat 140 ribu masker yang siap diedarkan kepada publik.

Otoritas setempat akan memberikan hukuman berat kepada Viet Han. Pimpinan tim pemeriksaan menyebut ada upaya penipuan kepada konsumen di tengah wabah virus corona.

3 dari 6 halaman

Waduh, Harga Masker Meroket dari Rp33 Ribu Jadi Rp370 Ribu

Dream - Sejak virus Corona mewabah, penjualan masker meningkat drastis. Akibatnya, stok masker menjadi langka, harga pun jadi melangit.

Di sebuah apotek di Cikini, Jakarta Pusat, misalnya. Biasanya, masker N90 dijual seharga Rp33 ribu perkotak. Namun pada Februari silam, harganya menjadi Rp50 ribu 

Malah, di beberapa online shop, harga masker bedah biasa bisa mencapai 10 kali lipat. Menurut pengamatan Dream, harga masker bedah di sejumlah online shop menembus Rp200 ribu-Rp370 ribu per boks.

 Harga masker melesat.© Google

(Sumber: Liputan6.com/Danar Jatikusumo)

4 dari 6 halaman

Virus Corona di Indonesia, Satu Pak Masker Termahal Sentuh Rp1,5 Juta

Dream - Setelah pengumuman dua Warga Negara Indonesia (WNI) positif terjangkit virus corona (Covid-19), kepanikan menyerbu masyarakat. Warga Jakarta dan sekitarnya beramai-ramai memadati toko-toko alat kesehatan yang menjual masker.

Salah satunya terlihat di pusat penjualan obat dan alat kesehatan di Pasar Pramuka, Jakarta Timur.

 

 © Dream

 

Dilaporkan Liputan6.com, Selasa 3 Maret 2020, seorang warga Cakung, Lisa Pradianti, tak keberatan harga masker naik hingga 10 kali lipat. Lisa mengatakan lebih baik mencegah daripada mengobati.

" Mahal juga tak masalah, asal punya (masker) supaya enggak ketularan (tertular virus corona)," ujar dia kepada Liputan6.com di Jakarta.

Lisa mengaku membeli masker untuk dipakai oleh suami yang memang sering bepergian ke luar kota karena tugas dari kantor.

5 dari 6 halaman

Langsung Stok Masker

Setelah membaca berita bahwa di Pasar Pramuka masih menyimpan stok masker, Lisa langsung bergegas untuk membelinya.

" (Mencari masker) buat suami. Buat saya pakai juga. Beli di mana-mana habis mas," kata dia.

Tak hanya Lisa, pemburu masker lainnya, yakni Setiawan mengaku membutuhkan masker karena terbiasa menggunakannya saat berkendara. Saat isu virus corona menyebar, dia harus rela merogoh kantong lebih dalam guna membeli salah satu yang menjadi kebutuhannya.

" Saya sudah biasa pakai masker itu, mas, yang merknya Sensi Mask, yang hijau itu. Biasa buat di motor, biar enggak kena debu," kata dia.

Berdasarkan pantauan Liputan6.com, Pasar Pramuka yang menjajakan masker dan obat-obatan ramai dikunjungi pembeli. Lorong-lorong sempit di Pasar ini semakin sesak dengan banyaknya warga yang mencari masker. Kebanyakan dari mereka mencari masker untuk digunakan sendiri.

Sementara itu, terlihat juga tak semua toko menjual masker. Hanya beberapa kios saja yang masih memiliki stok masker.'


6 dari 6 halaman

Harga Masker Hingga Rp1,5 Juta

Harga masker di Pasar Pramuka ini berkisar dari ratusan ribu hingga jutaan rupiah. Untuk masker tiga lapis dengan berbagai merk dijual dikisaran harga Rp300 hingga Rp350 ribu per-box dengan isi 50 buah. Sementara masker N95 dibanderol dengan harga mencapai Rp1,5 juta.

Menurut Jhony, pemilik kios di Pasar Pramuka mengatakan stok masker mulai menipis lantaran diserbu pembeli pada, Senin (2/3/2020) atau usai Jokowi mengumumkan adanya dua WNI terjangkit virus corona.

" Semalam yang ramai mas. Ini stok sudah mulai menipis. Kalau nanti malam ramai lagi, ya enggak tahu (stok habis atau tidak)," kata dia.

Menurut Jhony, kebanyakan masyarakat membeli masker biasa, seperti merk Sensi Mask yang harganya mencapai Rp 350 ribu per-box. " Yang jenis N95 sudah langka soalnya mas," kata dia.

Menurutnya, sejak awal muncul berita di China warganya terjangkit virus Corona, harga masker mulai naik di pasaran. Masker biasa yang awalnya dibanderol Rp30 ribu kini naik menjadi sekitar Rp350 ribu.

(Sumber: Liputan6.com/Fachrul Rozie)

Beri Komentar
Babak Baru Daus Mini Vs Daus Mini ‘KW'