Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Harapan besar ditancapkan produser Ketika Mas Gagah Pergi (KMGP) Helvy Tiana Rosa. Usai peluncuran poster film KMGP dirinya mengaku menargetkan film yang dibuatnya ditonton sebanyak 1 juta penonton.
" Kalau saya targetnya enggak muluk-muluk. Menurut saya satu juta penonton itu sudah cukup tapi mudah-mudahan lebih dari itu," jelasnya saat ditemui dikawasan Pantai Mutiara, Jakarta, Jumat, 6 November 2015.
Jika target satu juta penonton itu tercapai dirinya mengaku ingin menyumbangkan hasilnya untuk pendidikan di Indonesia Timur dan Palestina. " Insya Allah kalau tembus satu juta penonton, akan disumbang Rp 1 miliar untuk pendidikan di Indonesia timur. Dan Rp 1 miliar untuk anak-anak Palestina," ungkapnya.
Meski begitu rencana sumbangan keuntungan film ini bukanlah persoalan mudah. Permintaan yang diajukan Helvy ini sempat terbentur oleh kepentingan Production House (PH).
" Mereka, para PH itu enggak setuju kalau kami bikin sumbangan ke Palestina dan Indonesia Timur. Makanya kemudian kami garap sendiri film-film ini," katanya.
Rencananya, keuntungan film ini juga tak hanya disumbangkan untuk pendidikan. Keuntungan penjualan tiket juga akan diwujudkan dalam bentuk pohon dan biaya memajukan petani lokal.
" Melalui membeli tiket presale seharga Rp 100 ribu itu nantinya, hasilnya 80 persen akan disumbangkan ke petani kita dan 10 persen diwujudkan dalam bentuk pohon melalui trees.id dan 10 persennya lagi balik ke kami," pungkasnya.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya