Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Akseyna Ahad Dori Semasa Hidup (Facebook)
Dream - Penyidik Polda Metro Jaya membeberkan temuan bukti menguatkan jika Akseyna Ahad Dori (18), mahasiswa Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia yang tewas dibunuh.
Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya, Kombes Pol Krishna Murti mengatakan, dugaan mahasiswa UI itu bunuh diri terbantahkan setelah anasila dari grafolog soal tulisan tangan pada surat wasiat di kamar kos korban, tidak identik dengan tulisan tangan Akseyna.
Kemudian yang kedua, kalau Akseyna bunuh diri dengan mengikatkan diri di tas pakai pemberat, dia masih punya peluang untuk melepaskan tasnya. "Jadi kemungkinan dia sudah tewas dulu baru dimasukkan ke danau," kata Krishna di kantornya, Jumat 29 Mei 2015.
Krishna menduga, jika Ace, begitu korban disapa, tercebur ke dalam danau dalam keadaan hidup, korban masih bisa menyelamatkan diri. "Kalau dia masih hidup kan masih bisa melepaskan tasnya," imbuhnya.
Meski sudah menguat ke dugaan pembunuhan, polisi tidak ingin tergesa-gesa dalam memutuskan perkara dan pelakunya. "Kita pelajari motifnya sama alibi-alibi dari keterangan saksi-saksi yang ada," ujarnya.
Sebelumnya, polisi sempat menduga Akseyna tewas bunuh diri. Karena didapati surat perpisahan yang diduga ditulis Akseyna dalam bahasa Inggris di kamar kosnya kawasan Beji, Depok, dengan permintaan agar kehilangannya tak dicari.
Namun Ayah Akseyna, Kolonel Sus Mardoto, yang tinggal di Yogyakarta, mengatakan tulisan tangan surat perpisahan itu tak sama dengan tulisan tangan anaknya yang ia kenal.
Akseyna ditemukan tewas mengapung di Danau Kenanga dekat Balairung UI, Kamis 26 Maret 2015. Saat jasadnya diangkat, ditemukan sejumlah batu berukuran besar dari dalam tas mahasiswa asal Yogyakarta tersebut. (Ism)
Advertisement

Mengapa Ada Pusar Bodong dan Pusar Masuk? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Deforestasi Amazon Brasil Turun ke Level Terendah, Ini 5 Pelajaran yang Bisa Ditiru Indonesia

Cuma 10 Menit Olahraga Sehari Bisa Bikin Tidur Lebih Nyenyak, Ini Temuan Peneliti

Sering Tersengat Listrik Saat Memegang Gagang Pintu? Ini Penyebab dan Cara Mencegahnya

Apa yang Terjadi Jika Semua Hutan di Bumi Hilang? Bukan Cuma Hewan, Kehidupan Manusia Ikut Terancam

Buah Kalengan Ternyata Bisa Menyehatkan, tetapi Perhatikan 2 Hal Ini Sebelum Membelinya
