Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Penampakan Sisa-sisa Kota Pompeii Yang Hancur Beberapa Milenium Yang Lalu.
Dream - Reruntuhan kota Pompeii di Italia selalu menarik perhatian para peneliti sejarah Romawi kuno. Kota ini binasa setelah dilanda bencana gunung meletus disertau tsunami raksasa yang membuat kehancuran maakin mengerikan.
Bencana Pompeii juga sering dikaitkan dengan azab yang diberikan Tuhan kepada warganya yang banyak melakukan kemaksiatan kala itu. Tak mengherankan jika temuan apapun terkait kota Pompeii selalu menyita perhatian
Baru-baru ini para arkeolog berhasil menemukan sebuah kerangka dalam kondisi terawat dengan baik.
Penemuan kerangka itu memberikan petunjuk tentang upacara pemakaman dan aktivitas budaya orang-orang pada zaman Romawi kuno.
Kerangka dalam kondisi setengah dimumikan tersebut ditemukan di makam kuno atas nama Marcus Venerius Secundio.

Arkeolog menemukan kerangka Secundio yang diperkirakan berusia 60 tahun saat dia meninggal dunia dengan rambut putih masih menempel di tulang tengkoraknya.
Menurut arkeolog, makam tersebut berasal dari dekade terakhir Pompeii, sebelum kota ini hancur akibat Gunung Vesuvius yang meletus pada 79 Masehi.
Tulisan atau prasasti yang terukir di atas makam Secundio memberikan wawasan baru tentang kegiatannya semasa hidup.

Secundio ternyata seorang anggota teater Augustales. Dia telah melakukan pertunjukan menggunakan Bahasa Yunani dan Bahasa Latin selama empat hari.
Ini pertama kalinya para arkeolog menemukan bukti langsung bahwa pertunjukan di Pompeii juga menggunakan Bahasa Yunani.
Temuan menarik lainnya, sebelum menjadi artis, Secundio adalah seorang budak. Dia juga bekerja sebagai penjaga Kuil Venus di Pompeii.
Namun yang mengherankan adalah kerangka Secundio ditemukan utuh di dalam ruang tertutup. Tidak dikremasi seperti kebiasaan orang-orang Romawi dewasa di zamannya.
Sekadar informasi, di zaman itu hanya anak-anak kecil yang dikuburkan. Sementara jenazah orang dewasa umumnya dikremasi.
Pompeii tidak ditemukan sampai abad ke-16. Penggalian arkeolog terorganisir baru dimulai pada sekitar tahun 1748.
Hancurnya kota Pompeii mirip dengan azab yang dialami kaum Nabi Luth AS yaitu penduduk Sodom atau Sadum yang dikisahkan dalam Alquran.
Dituturkan dalam Alquran, penduduk Sodom melakukan maksiat yang belum pernah ada di muka bumi sebelumnya, yaitu praktik homoseks dan lesbian.
Begitu juga dengan penduduk Pompeii pada saat itu yang dikatakan mengamalkan kepercayaan 'Mithra'.
Kepercayaan ini meyakini bahwa alat kelamin serta persetubuhan tidak seharusnya dilakukan secara sembunyi.
Diyakini, penduduk sering menggelar perzinaan di rumah-rumah, di jalan-jalan, bahkan hampir setiap rumah menjadi tempat pelacuran.
Tak heran jika Pompeii dijuluki 'kota maksiat' dan diyakini telah menjadi surga bagi kaum homoseksual.
Sumber: Observer
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya