Terganggu Kejutan Ultah, Oknum Guru SD Tega Hukum 16 Siswa Makan Sampah

Reporter : Ahmad Baiquni
Jumat, 28 Januari 2022 13:00
Terganggu Kejutan Ultah, Oknum Guru SD Tega Hukum 16 Siswa Makan Sampah
Oknum guru tersebut akhirnya dilaporkan ke polisi.

Dream - Seorang guru sekolah dasar di Buton, Sulawesi Tenggara, memicu keprihatinan publik. Guru tersebut tega menghukum siswa secara tidak manusiawi hanya karena terganggu dengan kejutan ulang tahun.

Sebanyak 16 anak kelas III SD tersebut jadi korban amarah guru tersebut. Mereka dipaksa memakan sampah yang disumpalkan guru itu.

Salah satu korban mengalami gangguan kulit berupa bentol-bentol. Juga dilanda trauma atas kejadian tersebut.

Akibat tindakan yang dinilai keterlaluan itu, wali salah satu murid melaporkan guru tersebut ke Polres Buton. Pihak keluarga tidak terima dengan tindakan tersebut.

 

1 dari 3 halaman

Wali murid itu menceritakan peristiwa ini bermula dari niatan 16 siswa kelas III SD memberikan kejutan ulang tahun kepada wali kelasnya. Kejutan itu berlangsung riuh.

Saat peristiwa terjadi, guru tersebut sedang mengajar kelas IV yang lokasinya bersebelahan. Guru itu merasa terganggu dengan keributan yang terjadi.

Guru itu lalu menegur belasan siswa kelas III tersebut. Teguran itu diindahkan dan anak-anak itu diam menurut.

" Namanya juga anak-anak, apalagi mau kasih kejutan gurunya, tidak lama mereka kembali ribut," kata wali murid itu.

 

2 dari 3 halaman

Akibatnya, guru tersebut kembali masuk ke kelas III dan menutup pintu. Kemudian, salah satu siswa dipanggil dan disuruh mengambil bungkusan bekas di tempat sampah.

Seketika, guru itu langsung menyuapkan makanan dari sampah itu ke siswa yang mengambil bungkusan tersebut. Demikian pula dengan 15 siswa lainnya.

" Disuruh berdiri semua dan disuapkan sampah," kata wali murid itu.

 

3 dari 3 halaman

Kasat Reskrim Polres Buton, Ajun Komisaris Aslim, menyatakan pihaknya telah menerima laporan atas kejadian ini. Kasus ini sedang dalam penanganan.

" Kami sedang mendalami kasus itu untuk menentukan tindak pidana apa yang akan dikenakan kepada pelaku," kata dia.

Sementara, sekolah sudah mengupayakan mediasi dengan mempertemukan antara para wali murid dengan guru yang bersangkutan. Tetapi, upaya tersebut mengalami jalan buntu lantaran sejumlah wali menyatakan tidak terima dengan perlakukan guru tersebut, dikutip dari JPNN.

Beri Komentar