Langkah Tepat Lindungi Kulit dari Paparan Sinar UV
6 Suplemen yang Mulai Perlu Diperhatikan Saat Memasuki Usia 40-an
Jalan Secepat Apa yang Bisa Bantu Panjang Umur? Peneliti Sebut Angka Idealnya
Air Dingin atau Suhu Ruang, Mana yang Lebih Baik untuk Kesehatan?
5 Buah yang Bisa Bantu Atasi Lemas dan Tambah Energi, Pisang Salah Satunya
Laut Naik 56 Cm pada 2100, 770 Juta Orang Terancam: Bukan Cuma Pantai yang Bisa Hilang
Cinta Laura Ajak Anak Muda Mulai Sustainability dari Langkah Kecil
Tak Perlu Trial and Error Pilih Susu Formula Anak, Cukup Scan & Check AceKid Sumber Susunya Transparan
Ilustrasi Kekerasan Anak (Shutterstock.com)
Dream - Seorang guru sekolah dasar di Buton, Sulawesi Tenggara, memicu keprihatinan publik. Guru tersebut tega menghukum siswa secara tidak manusiawi hanya karena terganggu dengan kejutan ulang tahun.
Sebanyak 16 anak kelas III SD tersebut jadi korban amarah guru tersebut. Mereka dipaksa memakan sampah yang disumpalkan guru itu.
Salah satu korban mengalami gangguan kulit berupa bentol-bentol. Juga dilanda trauma atas kejadian tersebut.
Akibat tindakan yang dinilai keterlaluan itu, wali salah satu murid melaporkan guru tersebut ke Polres Buton. Pihak keluarga tidak terima dengan tindakan tersebut.
Wali murid itu menceritakan peristiwa ini bermula dari niatan 16 siswa kelas III SD memberikan kejutan ulang tahun kepada wali kelasnya. Kejutan itu berlangsung riuh.
Saat peristiwa terjadi, guru tersebut sedang mengajar kelas IV yang lokasinya bersebelahan. Guru itu merasa terganggu dengan keributan yang terjadi.
Guru itu lalu menegur belasan siswa kelas III tersebut. Teguran itu diindahkan dan anak-anak itu diam menurut.
" Namanya juga anak-anak, apalagi mau kasih kejutan gurunya, tidak lama mereka kembali ribut," kata wali murid itu.
Akibatnya, guru tersebut kembali masuk ke kelas III dan menutup pintu. Kemudian, salah satu siswa dipanggil dan disuruh mengambil bungkusan bekas di tempat sampah.
Seketika, guru itu langsung menyuapkan makanan dari sampah itu ke siswa yang mengambil bungkusan tersebut. Demikian pula dengan 15 siswa lainnya.
" Disuruh berdiri semua dan disuapkan sampah," kata wali murid itu.
Kasat Reskrim Polres Buton, Ajun Komisaris Aslim, menyatakan pihaknya telah menerima laporan atas kejadian ini. Kasus ini sedang dalam penanganan.
" Kami sedang mendalami kasus itu untuk menentukan tindak pidana apa yang akan dikenakan kepada pelaku," kata dia.
Sementara, sekolah sudah mengupayakan mediasi dengan mempertemukan antara para wali murid dengan guru yang bersangkutan. Tetapi, upaya tersebut mengalami jalan buntu lantaran sejumlah wali menyatakan tidak terima dengan perlakukan guru tersebut, dikutip dari JPNN.
Advertisement

Apa Sebenarnya yang Memisahkan Satu Samudra dari Samudra Lain? Ternyata Tak Selalu Ada Garis Batas

Terjaga Setelah Tengah Malam Bisa Mengubah Cara Otak Bekerja, Ini Penjelasan Ilmuwan

Punya Rumah atau Masih Menyewa, Ketahui Mana yang Lebih Memengaruhi Kebahagiaan

Rute Kereta Terpanjang yang Bisa Ditempuh dalam Sekali Jalan, Tembus 10.000 Kilometer Lebih


6 Suplemen yang Mulai Perlu Diperhatikan Saat Memasuki Usia 40-an

Jalan Secepat Apa yang Bisa Bantu Panjang Umur? Peneliti Sebut Angka Idealnya